Selasa, 03 Juni 2014

Cat Stevens Inspirasi Harry Joseph Masuk Islam


Harry Joseph sehari-harinya menetap di pinggiran kota New England. Di sana, ia menikmati banyak hal, termasuk Musik, membaca, dan berkemah. Namun, agama dan Tuhan selalu penting dalam hidupnya. Ia selalu berusaha menjalin komunikasi dengan-Nya.

"Saya dahulu seorang Kristen. Tapi saya menyadari tidak banyak yang bisa saya percaya dalam agama saya sendiri," kata dia seperti dilansir onislam.net, Ahad (18/5).

Semenjak itu, Harry selalu membandingkan agama-agama lain, yang mempromosikan ajaran universal. Ia percaya, Tuhan itu tidak akan membatasi diri untuk satu kelompok orang. Ia pun mempelajari Buddha, Hindu dan ia juga memiliki salinan Alquran.

"Untuk Alquran, saya sendiri awalnya tidak yakin apakah harus membacanya. Tapi saya melihat hal yang asing dalam konsep Ketuhanan dalam Islam," kata dia.

Harry menyimpulkan apa yang dikatakan Alquran bukanlah perkataan Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat ini benar-benar firman dari Tuhan.  "Awalnya Islam menarik minat saya. Tapi perhatian saya masih mencari kebenaran dalam Alkitab, dalam hal ini ajaran Yesus," kata dia.

Menurut Harry, Yesus seorang yang mengajarkan kebenaran. Sayangnya, banyak orang Kristen yang tidak mengikuti Yesus. Banyak orang Kristen memandang buruk agama lain, ini yang sebenarnya tidak pernah terucap dalam ucapan Yesus. "Inilah masa dimana saya mengakui bahwa Islam itu benar," kata dia.

Yesus, menurut Harry, sangat membantu dirinya untuk menerima kebenaran Islam. Banyak kesamaan ajaran yang dipaparkan Yesus sesuai dengan Alquran.  Selain Yesus, Harry juga terdorong mempelajari Islam karena keislaman Yusuf Islam atau Cat Stevens. Yusuf menyakinkan Harry bahwa untuk menjadi Muslim, ia tidak perlu berasal dari kalangan Arab. "Yusuf menunjukan kepada saya bahwa tiada yang boleh didahulukan kecuali Allah," ucap dia.

Pada akhirnya, Harry mengucapkan dua kalimat syahadat.  Dari dua kalimat itu, Harry mengakui bahwa inti ajaran Islam adalah sebuah keyakinan yang terfokus pada Allah SWT. Tentunya, ada aspek hubungan antar manusia, yang tercermin dalam teladan Rasulullah SAW.

Mulailah Harry belajar melaksanakan shalat lima waktu. Hal yang memang tidak mudah untuk dilakukan. Harry terbiasa berdoa pada malam hari. Kini, Harry melaksanakan shalat lima waktu, hal yang menurutnya kian mendekatkan ia dengan yang Maha Kuasa.

"Menjadi Muslim, membuatku hidup lebih teratur. Saya patuhi apa yang diajarkan dalam Alquran. Kesalahan apapun yang dilakukan, saya langsung segera bertobat," kata dia.

Keyakinan Harry kian mantap. "Islam bukan teroris atau fundamentalis. Semoga Allah membimbing kalian untuk keselamatan dan kebenaran hakiki yang kekal, Insya Allah," ucapnya. (Republika/Pahamilah)