Sabtu, 19 Juli 2014

Theryl Mainit, Sekretaris Asal Filipina Menemukan Islam


Theryl Mainit (34), seorang sekretaris asal Kota Kotabato, Filipina ini memutuskan menjadi mualaf sebelum ia meninggalkan negara kelahirannya Agustus tahun lalu.

“Saya belajar bagaimana cara salat, cara membaca Alquran, dan mengetahui Islam lebih banyak pada tahun ini,” kata Mainit, seperti dikutip dari dari The National, Sabtu (19/7/2014).

Kedua orangtua dan tujuh orang saudara Mainit, yang merupakan pemeluk agama Katolik, telah menerima keputusannya. Bahkan kini, Mainit telah mengenakan hijab dengan Alyssa sebagai nama muslimahnya.

“Mereka harus memahami hal tersebut melalui Facebook,” katanya. “Mereka bilang, saya sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan sendiri. Mereka juga akan mendukung apapun yang membuat saya bahagia.”

Sejak Mei, Mainit telah menghadiri kelas Bahasa Arab, Alquran, dan Ilmu Islam di Pusat Mualaf, Abu Dhabi.

“Saya ingat bertemu dengannya awal tahun lalu,” kata Dr Nasser Reciles, guru Mainit sekaligus petugas administrasi di Pusat Mualaf. “Alyssa memang hanya belajar tentang Islam di sini. Tapi saya bisa melihat dedikasi dan gairahnya untuk terus belajar.”

Ada sekitar tiga ribu mualaf dari 48 negara di Pusat Mualaf tersebut. Dari jumlah itu, 80 persen dari mereka berasal dari Filipina. Mainit mengatakan, ia merasa kini telah mendapat pencerahan tentang Islam setelah berbulan-bulan menghadiri kuliah tentang Islam di Pusat Mualaf.

Selain itu, ia juga menghabiskan Ramadan pertamanya di Abu Dhabi. “Suami saya, seorang muslim, tidak memaksa saya untuk menjadi mualaf,” katanya. “Bertahun-tahun saya telah mencari semacam kedamaian batin dan menemukannya dalam Islam. Keimanan saya membawa saya dekat pada Allah.” (detik/pahamilah)