Senin, 08 September 2014

Haji dalam Bible

Baitullah - ka'bah

Pahamilah.com - Ketika penganut Yahudi dan Kristen memandang Islam dari luar, akan ditemukan keterhubungan kepada keyakinan mereka. Hal ini tentunya menimbulkan rasa penasaran.

Keterhubungan ini terkadang dalam hal ajaran keagamaan. Kisah kenabian mereka juga kerap terhubung. Maklum saja, ketiga agama itu dibawa oleh anak – anak keturunan Nabi Ibrahim atau disebut agama abrahamik.

Terkadang, keterhubungan juga tampak secara kasat mata, seperti dalam hal kosakata dan teks keagamaan, namun dipahami sesuai dengan pemahaman masing – masing.

Bagi muslim, haji adalah kewajiban, sebagaimana tertuang dalam rukun Islam kelima. Kita dapat menelusuri sejarah ibadah ini yang cukup lama. Ibadah ini ternyata sudah dipraktikkan sebelum datangnya Islam.

Kata haji atau hajj dalam bahasa Arab. Dalam kamus Lisan al – Arab, kata ini dijabarkan sebagai tujuan, sebagaimana haji yang kami lakukan. Artinya, ibadah ini sudah ada sebelum kita.

Arti tekstualnya adalah tujuan yang diniatkan. Dalam konteks haji, ka’bah yang ada di Makkah adalah tujuannya.

Kata ini berguna untuk menggambarkan muslim yang beribadah haji, dengan bertawaf. Sejak kecil, Umat Islam beribadah, mengarahkan badannya ke Ka’bah.

Kata hajj bisa juga ditelusuri dalam kitab perjanjian lama. Seperti apa ?

Kitab eksodus memaparkan kisah haji di zaman Nabi Musa.

“wa-haya ha-yōm haza lakhem li-zikrōn wa-khagōtem otō khag li-Yehōwa li-dorotaychem khuqat `olam takhaguhū”


Artinya, “Hari ini mendatangi kamu untuk sebuah peringatan. Dan kamu harus mengingat khag (haji) sebagai persembahan kepada Tuhan. Begitu juga keturunanmu” (Eksodus 12: 14)

Dalam bibel versi King James ini, terlihat kata khag yang memiliki persamaan dengan hajj.

Ayat lainnya yang menggambarkan haji adalah eksodus 5:1. “Setelah Musa dan Harun masuk ke istana dan memberitahukan Firaun, izinkan pengikutku masuk. Mereka ingin beribadah di sini (ka’bah).

Ini bukan berarti Musa dan Harun pergi ke Makkah untuk melangsungkan Haji sebagaimana muslim sekarang lakukan.

Ini adalah untuk mencontohkan perjalanan suci menuju Tuhan. Dan hal ini menandakan kedatangan Islam pada abad ke tujuh masehi.

Jadi ada kata – kata yang mirip dalam perjanjian lama dan al-Quran serta hadis terkait haji dalam islam, dan khag dalam ibrani.

Orientalis asal Jerman, Friedrich Wilhelm Gesenius (1846), pernah mengkaji kata hajj dan khag.

Menurutnya, arti kedua kata itu adalah untuk mengelilingi, menggambarkan lingkaran, beribadah, dan mengorbankan.

Dia kemudian mengutip sejumlah ayat bibel. “Ketika Dia (Tuhan) menghadirkan surga, aku ada disana.” (Proverbs 8:27).

“Awan tebal menutupinya. Dan dia mengelilingi surga (Job 22:14).

Kata – kata di ayat tersebut menggambarkan perjalanan suci menuju Tuhan dalam bibel. Ini juga berarti mengelilingi, seperti mengelilingi ka’bah.

Bahasa semit memang memiliki cara pendang tersendiri. Sejumlah kosakatanya memiliki arti luas.

Kata haji dan khag misalkan memiliki makna yang luas. Bisa diartikan mengelilingi.

Bisa juga diartikan perjalanan suci berupa mengelilingi ka’bah. Disebut juga ka’bah.

Ada juga yang mengartikannya ibadah dan pengorbanan, seperti Ibrahim mengorbankan Ismail.

Bagi yang melaksanakan haji tentu akan menghayati bagaimana mengelilingi kabah. Kemudian akan memahami betul bagaimana perjalanan siti Hajar membawa nabi Ismail di padang tandus. Dan bagaimana Nabi Ibrahim akan mengorbankan anaknya, Ismail (republika/pahamilah)