middle ad
Tampilkan postingan dengan label Felix Siauw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Felix Siauw. Tampilkan semua postingan

Pahamilah.com - 01. #cinta memang kata menarik, tak habis dibedah kata, tak lekang dimakan masa – tak dapat dijangkau mata walau adanya nyata

02. namun dangkal kiranya bila #cinta hanya dianggap urusan fisik, sempit rasanya bila #cinta dimaknai hanya pacaran

03. bila #cinta hanya menyatunya fisik, maka semua hewan pun mampu bercinta, bila #cinta hanya pegangan tangan, aduhai sempitnya #cinta

04. bukan #cinta apabila hanya pentingkan ego pribadi dengan manfaatkan lawan jenis untuk memenuhi syahwat kita

05. bukan #cinta apabila biarkan yang kita cintai melawan Dzat yang menciptakannya dan menciptakan kita, maksiat namanya

06. #cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti

07. #cinta itu berserius dan bersungguh-sungguh, #cinta itu memberikan bukan meminta

08. Allah hiaskan pada diri kita #cinta agar kita dapat tulus menyayangi sesama, memanusiakan manusia dan menyatukannya dalam ukhuwah

09. Allah pun berikan pada kita #cinta untuk saling melengkapi, mengutuhkan diri kita sebagai makhluk Allah

10. sejak awal dunia, #cinta telah berperan, dimulai dari ketiadaan, ruang kosong tanpa waktu, Allah berkehendak jadikan kita dgn #cinta-Nya

11. ditiupkan ruh-Nya kepada kita agar menjadi bagian dari kita #cinta-Nya itu, dan karena itu terizinkan kita mengecap nikmat dunia

12. tengoklah #cinta yang sering terlupakan sampai kubur mengaga dan kafan terbentang, padahal #cinta itu hadir sebelum kita lahir

13. semua diawali oleh janji suci penuh #cinta yang megikatkan diri kita pada rahim (cinta) bunda terkasih, bertumbuh dan menanti

14. ayah terus menanti kita, kesibukannya sering terusik dengan tanya “apa anakku baik2 saja?, segala persiapan digiatkan, uang ditumpuk

15. seringkali di tempat kerja ayah mengikat perutnya, rela tak penuhi hajatnya hanya karena “ini lebih baik disimpan untuk si kecil nanti”

16. bunda yang tak pernah menghitung jasanya, bertambah berat tubuhnya setiap waktu, sementara kita bertambah ringan perhatian padanya

17. walau perutnya tak ajeg dan badannya tak nyaman, namun pikirnya mantap, bacaannya “bagaimana mempersiapkan kedatangan bayi?”

18. dalam mualnya dia bersedekah dengan zikir, memaksa makanan masuk ke perut walau ia tak suka, beginilah #cinta

19. saat hendak bersalin, tegang diri bunda saat terbersit ia dipanggil Allah hingga tak sempat lagi menemani dewasa anaknya

20. cemas bercampur senang, harap berkelindan dengan resah, doa dipanjatkan, sakit tak berbilang membuncah, semua karena #cinta

21. ayah kita yang biasanya kiat pun tak mampu menahan melihat bunda yang menahan sakit, berjudi dengan nyawa diujung derita, semua #cinta

22. ayah berucap “jikalau bisa raga mengganti sakit, biarlah kami yang merasakannya ya Allah!”, namun bunda lebih rela menanggungnya

23. saat bunda hampir kehilangan harap, dan ayah di batas asa, teriakan kita membalik semua sakit jadi tawa, hanya #cinta yg mampu begini

24. masih berlumuran darah, bunda menatap wajah kita dengan senyuman yang paling indah, seolah dia wanita paling bahagia di seluruh semesta

25. lupa sudah sakit, hilang sudah cemas, ayah kita menghambur memeluk, hanyut dalam tangis layaknya bocah, inilah #cinta

26. entah darimana tenaga bunda, yang tadi terkuras dengan teriakan dan tangisan, nyatanya dia tak mau melepaskanmu, ditimang-timang sayang

27. saat balita, entah berapa kali bunda harus bangun, tak pernah penuh lagi rehatnya sejak hari itu, namun semua dia lakukan dengan #cinta

28. kali ini bunda terbangun karena pipis, senandungnya mengiringi kembali tidur kita, tak lama kita bangunkan bunda kembali, kali ini lapar

29. tak sekalipun ia menyebut semua ini, walau saat kita menyakitinya, mengingat hal ini sungguh menghancurkan hatinya

30. saat dewasa, bunda dengarkan semua keluhan dan makian kita, berlagak bodoh demi harga diri anaknya, membela kita tanpa kita ketahui

31. sering dia menyebut kita membanggakan kita dihadapan teman2nya, menyebut kebaikan kita dan menutup rapat durhaka kita

32. suara bentakan kita dibalas dengan nasehat yang tulus, diajarkannya semua hal tentang dunia kepada kita, terkadang bersenandung

33. saat malam kita tertidur pulas, bunda tidak, dia mengangkat tangannya berdoa pada Tuhannya dalam shalat malamnya, yg tak pernah kita tau

34. sampai detik inipun ia masih berdoa.. ”Allah, jadikan putra-putriku sedap dipandang mata, berikanlah mereka hati lembut dan keshalihan”

35. kala kita membentak, bunda hanya bisa menangis, sakit. namun esoknya dia kembali memasak, tersenyum pada kita seolah tak terjadi apapun

36. mari kita putar balik memori kita, tulisnya #cinta yang diberikan ayah-bunda, apakah kita menghargainya? atau bahkan ingat pun tidak?

37. pernahkah kita memberikan hadiah, sekedar sekuntum bunga atau selirik ucapan “terimakasih bunda?” bersujud simpuh dihadapannya?

38. ataukah bunga pertama yang ingin kita berikan padanya tatkala tubuhnya terbaring kaku dan jiwanya telah kembali?

39. ataukah bangga kita padanya baru terucap saat yangan tak tergenggam lagi dan mata tak bertemu selama-lamanya?

40. dalam doa selesai shalat kita, berapa banyak kita menyebut ayah-bunda, ataukah nama yg lebih sering disebut adl pacar? naudzubillah!

41. tengoklah pula Rasulullah saw, yang dengan #cinta dia menyebut kita “ummati, ummati, ummati” mengkhawatirkan kita di ujung maut

42. tak habis siksaan dialami Rasulullah demi ummatnya, lepmparan batu, guyuran kotoran ternak dan pukulan, adalah bukti #cinta Rasulullah

43. #cinta Muhammad pada ummatnya tak lekang waktu, saksikanlah kami bershalawat untuknya duhai Allah, sampaikanlah padanya, kekasih kami

44. #cinta Allah, Rasul-Nya, dan kedua orangtua kita, sungguh mereka telah mendahului memberi #cinta pada kita

45. itulah manusia #cinta didepan mata terbutakan nafsu sesaat, yang disalahartikan sebagai cinta

46. kita lebih cenderung pada ramai kata dunia dibanding keputusan Allah dan Rasulnya, mendurhakai pencipta #cinta atas nama #cinta

47, mungkin tak kita ketahui tanpa sadar bahwa kita telah masuk dalam jebakan yahudi dan nasrani, ditelikung dari titik buta tanpa sadar

48. mereka tau bahwa pemuda adalah tumpuan umat Islam, yang paling peka terhadap cinta, menghancurkan mereka berarti menghancurkan Islam

49. mereka kenalkan kita budaya hedonis, bertuhankan syahwat dan kepuasan nafsu fisik belaka, mereka bungkus dengan kata #cinta

50. laksana racun berbungkus madu, paras #cinta dunia elok berdadandan menutupi kebusukan aqidah, siap membunuh siapa saja yang menelannya

51. jangan kau nodai nama #cinta dengan mengatasnamakannya atas pekerjaan nafsu. Karena #cinta jauh berbeda dengan nafsu

52. #cinta tak akan pernah menginginkan yang dicintai menjadi sengsara dan susah, dan menumpuk kesenangan berdasar ke-egoisan

53. jangan katakan #cinta apabila ia tau perbuatannya akan mengantarkan yang dicintainya pada api neraka sementara ia tetap melakukannya

54. bukan #cinta bila lebih mementingkan ajaran lain selain ajaran nabi Muhammad saw

55. ya Allah, sungguh banyak salah dan khilaf kami pada-Mu. kami tau api neraka itu panas, tetap saja kami melakukan yang dilarang oleh-Mu

56. sungguh lemah kami dari mencinta secara sejati, sungguh pintar kami membuat topeng #cinta untuk syahwat kami

57. karuniakanlah kami #cinta sejati, al-hubbu fillah.. cinta karena Dzat-Mu duhai Allah, pemberi ketentraman hati

58. karuniakan kami keberanian bertemu karena Engkau dan berpisah karena Engkau, duhai Allah Dzat yang menyatukan dan menceraikan

59. karuniakan kami #cinta sejati yang dengannya kami lebih mencintai-Mu, Rasul-Mu dan jihad di jalan-Mu dibanding barang fana apapun

60. Allahuakbar, Masyaa Allah, dan wafatkan kami dalam keadaan berdakwah di jalan-Mu sebagaimana Rasul-Mu (felixsiauw/pahamilah)


Dan Cinta Sejati Yang Terlupakan


Pahamilah.com - 01. #cinta memang kata menarik, tak habis dibedah kata, tak lekang dimakan masa – tak dapat dijangkau mata walau adanya nyata

02. namun dangkal kiranya bila #cinta hanya dianggap urusan fisik, sempit rasanya bila #cinta dimaknai hanya pacaran

03. bila #cinta hanya menyatunya fisik, maka semua hewan pun mampu bercinta, bila #cinta hanya pegangan tangan, aduhai sempitnya #cinta

04. bukan #cinta apabila hanya pentingkan ego pribadi dengan manfaatkan lawan jenis untuk memenuhi syahwat kita

05. bukan #cinta apabila biarkan yang kita cintai melawan Dzat yang menciptakannya dan menciptakan kita, maksiat namanya

06. #cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti

07. #cinta itu berserius dan bersungguh-sungguh, #cinta itu memberikan bukan meminta

08. Allah hiaskan pada diri kita #cinta agar kita dapat tulus menyayangi sesama, memanusiakan manusia dan menyatukannya dalam ukhuwah

09. Allah pun berikan pada kita #cinta untuk saling melengkapi, mengutuhkan diri kita sebagai makhluk Allah

10. sejak awal dunia, #cinta telah berperan, dimulai dari ketiadaan, ruang kosong tanpa waktu, Allah berkehendak jadikan kita dgn #cinta-Nya

11. ditiupkan ruh-Nya kepada kita agar menjadi bagian dari kita #cinta-Nya itu, dan karena itu terizinkan kita mengecap nikmat dunia

12. tengoklah #cinta yang sering terlupakan sampai kubur mengaga dan kafan terbentang, padahal #cinta itu hadir sebelum kita lahir

13. semua diawali oleh janji suci penuh #cinta yang megikatkan diri kita pada rahim (cinta) bunda terkasih, bertumbuh dan menanti

14. ayah terus menanti kita, kesibukannya sering terusik dengan tanya “apa anakku baik2 saja?, segala persiapan digiatkan, uang ditumpuk

15. seringkali di tempat kerja ayah mengikat perutnya, rela tak penuhi hajatnya hanya karena “ini lebih baik disimpan untuk si kecil nanti”

16. bunda yang tak pernah menghitung jasanya, bertambah berat tubuhnya setiap waktu, sementara kita bertambah ringan perhatian padanya

17. walau perutnya tak ajeg dan badannya tak nyaman, namun pikirnya mantap, bacaannya “bagaimana mempersiapkan kedatangan bayi?”

18. dalam mualnya dia bersedekah dengan zikir, memaksa makanan masuk ke perut walau ia tak suka, beginilah #cinta

19. saat hendak bersalin, tegang diri bunda saat terbersit ia dipanggil Allah hingga tak sempat lagi menemani dewasa anaknya

20. cemas bercampur senang, harap berkelindan dengan resah, doa dipanjatkan, sakit tak berbilang membuncah, semua karena #cinta

21. ayah kita yang biasanya kiat pun tak mampu menahan melihat bunda yang menahan sakit, berjudi dengan nyawa diujung derita, semua #cinta

22. ayah berucap “jikalau bisa raga mengganti sakit, biarlah kami yang merasakannya ya Allah!”, namun bunda lebih rela menanggungnya

23. saat bunda hampir kehilangan harap, dan ayah di batas asa, teriakan kita membalik semua sakit jadi tawa, hanya #cinta yg mampu begini

24. masih berlumuran darah, bunda menatap wajah kita dengan senyuman yang paling indah, seolah dia wanita paling bahagia di seluruh semesta

25. lupa sudah sakit, hilang sudah cemas, ayah kita menghambur memeluk, hanyut dalam tangis layaknya bocah, inilah #cinta

26. entah darimana tenaga bunda, yang tadi terkuras dengan teriakan dan tangisan, nyatanya dia tak mau melepaskanmu, ditimang-timang sayang

27. saat balita, entah berapa kali bunda harus bangun, tak pernah penuh lagi rehatnya sejak hari itu, namun semua dia lakukan dengan #cinta

28. kali ini bunda terbangun karena pipis, senandungnya mengiringi kembali tidur kita, tak lama kita bangunkan bunda kembali, kali ini lapar

29. tak sekalipun ia menyebut semua ini, walau saat kita menyakitinya, mengingat hal ini sungguh menghancurkan hatinya

30. saat dewasa, bunda dengarkan semua keluhan dan makian kita, berlagak bodoh demi harga diri anaknya, membela kita tanpa kita ketahui

31. sering dia menyebut kita membanggakan kita dihadapan teman2nya, menyebut kebaikan kita dan menutup rapat durhaka kita

32. suara bentakan kita dibalas dengan nasehat yang tulus, diajarkannya semua hal tentang dunia kepada kita, terkadang bersenandung

33. saat malam kita tertidur pulas, bunda tidak, dia mengangkat tangannya berdoa pada Tuhannya dalam shalat malamnya, yg tak pernah kita tau

34. sampai detik inipun ia masih berdoa.. ”Allah, jadikan putra-putriku sedap dipandang mata, berikanlah mereka hati lembut dan keshalihan”

35. kala kita membentak, bunda hanya bisa menangis, sakit. namun esoknya dia kembali memasak, tersenyum pada kita seolah tak terjadi apapun

36. mari kita putar balik memori kita, tulisnya #cinta yang diberikan ayah-bunda, apakah kita menghargainya? atau bahkan ingat pun tidak?

37. pernahkah kita memberikan hadiah, sekedar sekuntum bunga atau selirik ucapan “terimakasih bunda?” bersujud simpuh dihadapannya?

38. ataukah bunga pertama yang ingin kita berikan padanya tatkala tubuhnya terbaring kaku dan jiwanya telah kembali?

39. ataukah bangga kita padanya baru terucap saat yangan tak tergenggam lagi dan mata tak bertemu selama-lamanya?

40. dalam doa selesai shalat kita, berapa banyak kita menyebut ayah-bunda, ataukah nama yg lebih sering disebut adl pacar? naudzubillah!

41. tengoklah pula Rasulullah saw, yang dengan #cinta dia menyebut kita “ummati, ummati, ummati” mengkhawatirkan kita di ujung maut

42. tak habis siksaan dialami Rasulullah demi ummatnya, lepmparan batu, guyuran kotoran ternak dan pukulan, adalah bukti #cinta Rasulullah

43. #cinta Muhammad pada ummatnya tak lekang waktu, saksikanlah kami bershalawat untuknya duhai Allah, sampaikanlah padanya, kekasih kami

44. #cinta Allah, Rasul-Nya, dan kedua orangtua kita, sungguh mereka telah mendahului memberi #cinta pada kita

45. itulah manusia #cinta didepan mata terbutakan nafsu sesaat, yang disalahartikan sebagai cinta

46. kita lebih cenderung pada ramai kata dunia dibanding keputusan Allah dan Rasulnya, mendurhakai pencipta #cinta atas nama #cinta

47, mungkin tak kita ketahui tanpa sadar bahwa kita telah masuk dalam jebakan yahudi dan nasrani, ditelikung dari titik buta tanpa sadar

48. mereka tau bahwa pemuda adalah tumpuan umat Islam, yang paling peka terhadap cinta, menghancurkan mereka berarti menghancurkan Islam

49. mereka kenalkan kita budaya hedonis, bertuhankan syahwat dan kepuasan nafsu fisik belaka, mereka bungkus dengan kata #cinta

50. laksana racun berbungkus madu, paras #cinta dunia elok berdadandan menutupi kebusukan aqidah, siap membunuh siapa saja yang menelannya

51. jangan kau nodai nama #cinta dengan mengatasnamakannya atas pekerjaan nafsu. Karena #cinta jauh berbeda dengan nafsu

52. #cinta tak akan pernah menginginkan yang dicintai menjadi sengsara dan susah, dan menumpuk kesenangan berdasar ke-egoisan

53. jangan katakan #cinta apabila ia tau perbuatannya akan mengantarkan yang dicintainya pada api neraka sementara ia tetap melakukannya

54. bukan #cinta bila lebih mementingkan ajaran lain selain ajaran nabi Muhammad saw

55. ya Allah, sungguh banyak salah dan khilaf kami pada-Mu. kami tau api neraka itu panas, tetap saja kami melakukan yang dilarang oleh-Mu

56. sungguh lemah kami dari mencinta secara sejati, sungguh pintar kami membuat topeng #cinta untuk syahwat kami

57. karuniakanlah kami #cinta sejati, al-hubbu fillah.. cinta karena Dzat-Mu duhai Allah, pemberi ketentraman hati

58. karuniakan kami keberanian bertemu karena Engkau dan berpisah karena Engkau, duhai Allah Dzat yang menyatukan dan menceraikan

59. karuniakan kami #cinta sejati yang dengannya kami lebih mencintai-Mu, Rasul-Mu dan jihad di jalan-Mu dibanding barang fana apapun

60. Allahuakbar, Masyaa Allah, dan wafatkan kami dalam keadaan berdakwah di jalan-Mu sebagaimana Rasul-Mu (felixsiauw/pahamilah)




Pahamilah.com - 1. sepemahaman saya, yang Allah wajibkan atas kaum Muslim itu melaksanakan prosesnya | adapun hasilnya, lebih tergantung pada prosesnya

2. misalnya dalam tiap amal, ada 2 hal yang diperhatikan syariat | yaitu niat ikhlas karena Allah dan cara yang benar sesuai Nabi

3. karenanya Allah tidak mewajibkan kita untuk kaya, tidak pula mewajibkan miskin | tapi mewajibkan kita agar halal dalam mencari nafkah

4. Allah pun tidak mewajibkan menikah, juga tidak mewajibkan membujang | yang Allah wajibkan menjaga diri dari maksiat dalam prosesnya

5. karenanya penting sekali menjaga kemurnian proses ini, menjaga niat dan cara | karena tiada berguna hasil bila niat dan prosesnya salah

6. kaya sih iya, tapi dari menipu, dari riba | menikah sih, tapi diawali bertubi maksiat saat pacaran | apa yang kita cari sebenarnya?

7. nikmati saja prosesnya, disitu letak nikmatnya | bersabar dalam prosesnya, disitu adanya pahala

8. yang lebih parah lagi, sudahlah prosesnya salah, tak dapat hasil pula | ini betul-betul rugi dunia-akhirat, pacaran itu seringnya begitu

9. sudahlah hilang waktu, uang, korban perasaan dan kehormatan | nikahnya nggak, makan janji manis sama harapan palsu aja.. duh!

10. beda dengan yang niatnya ikhlas dan caranya benar | walau nggak dapat hasil, tetep ada pahala, karena niat dan cara udah betul

11. jangan sampe, udah salah niatnya, salah cara pula, hasil nggak ada | udah dinikmati, nyesek, nggak tanggung jawab pula #UdahPutusinAja (UstadzFelixSiauw/pahamilah)


----------------
info pemesanan:
+6221 5130 1395
+62818 0622 8178
alfatihbookstore.com

info agen:
PIN BB 7489B50C
SMS/WA +62878 7781 5979


Udah Putusin Aja II



Pahamilah.com - 1. sepemahaman saya, yang Allah wajibkan atas kaum Muslim itu melaksanakan prosesnya | adapun hasilnya, lebih tergantung pada prosesnya

2. misalnya dalam tiap amal, ada 2 hal yang diperhatikan syariat | yaitu niat ikhlas karena Allah dan cara yang benar sesuai Nabi

3. karenanya Allah tidak mewajibkan kita untuk kaya, tidak pula mewajibkan miskin | tapi mewajibkan kita agar halal dalam mencari nafkah

4. Allah pun tidak mewajibkan menikah, juga tidak mewajibkan membujang | yang Allah wajibkan menjaga diri dari maksiat dalam prosesnya

5. karenanya penting sekali menjaga kemurnian proses ini, menjaga niat dan cara | karena tiada berguna hasil bila niat dan prosesnya salah

6. kaya sih iya, tapi dari menipu, dari riba | menikah sih, tapi diawali bertubi maksiat saat pacaran | apa yang kita cari sebenarnya?

7. nikmati saja prosesnya, disitu letak nikmatnya | bersabar dalam prosesnya, disitu adanya pahala

8. yang lebih parah lagi, sudahlah prosesnya salah, tak dapat hasil pula | ini betul-betul rugi dunia-akhirat, pacaran itu seringnya begitu

9. sudahlah hilang waktu, uang, korban perasaan dan kehormatan | nikahnya nggak, makan janji manis sama harapan palsu aja.. duh!

10. beda dengan yang niatnya ikhlas dan caranya benar | walau nggak dapat hasil, tetep ada pahala, karena niat dan cara udah betul

11. jangan sampe, udah salah niatnya, salah cara pula, hasil nggak ada | udah dinikmati, nyesek, nggak tanggung jawab pula #UdahPutusinAja (UstadzFelixSiauw/pahamilah)


----------------
info pemesanan:
+6221 5130 1395
+62818 0622 8178
alfatihbookstore.com

info agen:
PIN BB 7489B50C
SMS/WA +62878 7781 5979




Pahamilah.com - banyak yang takut dapet suami yang nggak bener | tapi nyari suami dengan cara yang nggak bener

seperti banyak yang takut masuk neraka | tapi beramal dengan amalan ahli neraka

nyari suami pake pacaran, ya dapetnya yang nggak serius | kan pacaran nggak perlu komitmen dan tanggung jawab

mau suami yang bisa jadi imam yang baik tapi pake pacaran | yang pacaran itu ya yang nggak ngerti agama, maksiat gitu loh..

pacaran itu ibarat, cewek ngempanin diri ke cowok buat dimaksiatin | lalu ceweknya berharap cowoknya tanggung jawab.. lha..!!??

di dalam Islam, jangankan pacaran, khalwat (berdua-duaan) cowok-cewek bukan mahram aja dilarang | kehormatan cewek bener-bener dijaga

nah, kalo kehormatan dan kemuliaan cewek dijaga sama Islam | tentu pernikahan itu adalah cara mengambil cinta dengan terhormat bagi cowok

nggak sembarang cowok yang berani ngelamar cewek ke bapaknya | yang jelas harus yang berani, tanggung jawab, dewasa, dan tentu karena Allah

nggak sembarang juga cowok yang diterima lamarannya | yang pasti yang mampu ngasi yang baik, kayak bapaknya ngasi baik ke anak ceweknya

prosesnya pun bukan pacaran, tapi ta'aruf, dijaga tetep syar'i | nggak pake khalwat, nggak pake sayang-sayangan, nggak pake nafsu

yang dijaga syar'i begini, masyaAllah, cintanya karena Allah, dengan izin Allah, dengan cara Allah | rahmat, barakah, ridha Allah

betul, yang ta'aruf juga nggak jamin nikahnya langgeng, setidaknya awalnya udah baik | itu aja belum tentu, apalagi yang awalnya maksiat?

dan alhamdulillah, setau saya, semua yang ta'aruf dan menikah karena Allah | rumah tangganya bahagia sempurna, indah dan apik

tapi inget juga, ta'aruf bukan modus pacaran syariah, jangan disamain | lebih lengkapnya, baca deh buku >> #UdahPutusinAja, promo hehehe..

jangan berharap indah kalo dijalani dengan maksiat | jangan berharap berkah kalo diawali dosa #UdahPutusinAja (UstadzFelixSiauw/pahamilah)

----------------
info pemesanan:
+6221 5130 1395
+62818 0622 8178
alfatihbookstore.com

info agen:
PIN BB 7489B50C
SMS/WA +62878 7781 5979
penjualanalfatihbookstore@gmail.com

Udah Putusin Aja I



Pahamilah.com - banyak yang takut dapet suami yang nggak bener | tapi nyari suami dengan cara yang nggak bener

seperti banyak yang takut masuk neraka | tapi beramal dengan amalan ahli neraka

nyari suami pake pacaran, ya dapetnya yang nggak serius | kan pacaran nggak perlu komitmen dan tanggung jawab

mau suami yang bisa jadi imam yang baik tapi pake pacaran | yang pacaran itu ya yang nggak ngerti agama, maksiat gitu loh..

pacaran itu ibarat, cewek ngempanin diri ke cowok buat dimaksiatin | lalu ceweknya berharap cowoknya tanggung jawab.. lha..!!??

di dalam Islam, jangankan pacaran, khalwat (berdua-duaan) cowok-cewek bukan mahram aja dilarang | kehormatan cewek bener-bener dijaga

nah, kalo kehormatan dan kemuliaan cewek dijaga sama Islam | tentu pernikahan itu adalah cara mengambil cinta dengan terhormat bagi cowok

nggak sembarang cowok yang berani ngelamar cewek ke bapaknya | yang jelas harus yang berani, tanggung jawab, dewasa, dan tentu karena Allah

nggak sembarang juga cowok yang diterima lamarannya | yang pasti yang mampu ngasi yang baik, kayak bapaknya ngasi baik ke anak ceweknya

prosesnya pun bukan pacaran, tapi ta'aruf, dijaga tetep syar'i | nggak pake khalwat, nggak pake sayang-sayangan, nggak pake nafsu

yang dijaga syar'i begini, masyaAllah, cintanya karena Allah, dengan izin Allah, dengan cara Allah | rahmat, barakah, ridha Allah

betul, yang ta'aruf juga nggak jamin nikahnya langgeng, setidaknya awalnya udah baik | itu aja belum tentu, apalagi yang awalnya maksiat?

dan alhamdulillah, setau saya, semua yang ta'aruf dan menikah karena Allah | rumah tangganya bahagia sempurna, indah dan apik

tapi inget juga, ta'aruf bukan modus pacaran syariah, jangan disamain | lebih lengkapnya, baca deh buku >> #UdahPutusinAja, promo hehehe..

jangan berharap indah kalo dijalani dengan maksiat | jangan berharap berkah kalo diawali dosa #UdahPutusinAja (UstadzFelixSiauw/pahamilah)

----------------
info pemesanan:
+6221 5130 1395
+62818 0622 8178
alfatihbookstore.com

info agen:
PIN BB 7489B50C
SMS/WA +62878 7781 5979
penjualanalfatihbookstore@gmail.com

Oleh: Ust. Felix Siauw


01. ada satu waktu saat Islam terbentang dari timur-barat tak kurang dari 20 juta km2, dari spanyol sampai indonesia

02. dimasa itu ilmuwan ternama di dunia adl Muslim, dan tanah kaum Muslim adl tanah subur yang menumbuhkan ilmu bagi dunia

03. saat newton belum dikenal dengan teori optiknya, ibnu al-haitsami telah menulis kitab al-manazhir (buku optik) yg menginspirasi newton

04. al-khawarizm ilmuwan Muslim menulis kitab al-jabar wal muqabala, memperkenalkan angka 0 bagi dunia, dan memperkenalkan trigonometri

05. ibnu sina menjadikan bukunya kitab al-qanun fi thibb, hukum pengobatan, yang menjadi text book wajib fak. kedokteran di slrh penjuru alam

06. saat itu cordoba di andalusia memiliki 70 perpus umum, 900 pemandian umum, dan pada abad-11 sudah memiliki gorong-gorong

07. kala itu, walau Muslim luas wilayahnya, namun mereka diatur dengan aturan yang padu, Al-Qur'an dan As-Sunnah, 1 aturan untuk 1 ummat

08. saat itu bendera hanya 1, hitam/putih bertahtakan kalimat syahadat, sebagaimana "panji Rasulullah warnanya hitam dan benderanya putih"

09. di waktu itu blm ada indonesia, blm juga mesir, arab, turki, libya, nigeria, india dan lainnya, mereka hanya 1 nama, Khilafah Islam

10. Khilafah adalah sistem pemerintahan warisan Rasulullah lewat hadits beliau, dan pemimpin khilafah ini beliau panggil sebagai Khalifah

11. Abu Bakar adalah Khalifah (pengganti) Rasulullah pertama yang diserahi pengurusan ummat, Umar penerusnya, Utsman dan Ali selanjutnya

12. Khilafah ini berlangsung selama hampir 13 abad, hingga terakhir dilumatkan makar Inggris dan Israel pasca PD1 di tahun 1924 tepatnya

13. secara historis, pasca kehilangan kepemimpinan khilafah, musibah mulai tumbuh subur pada ummat laksana jamur di musim hujan

14. wilayah Islam yang padu tersebut dikerat oleh penjajah Inggris dan Prancis lewat perjanjian sykes-picot pada 1917, memecah persatuan

15. masing-masing wilayah Islam 'dimerdekakan' (baca: dijadikan negara boneka), ditanamkan nasionalisme, agar tak lagi menyatu dlm akidah

16. saat itu kelu getir mulai mendera, lewat deklarasi balfour, inggris menjual tanah palestina kepada yahudi lord rothchlilds pada 1917

17. saat itu yahudi mulai berimigrasi menuju tanah haram kaum Muslim, LBB melegalisasinya pada 1922, mulailah pembantaian di palestina

18. pasca PD2, thn 1948, AS dibidani PBB melahirkan negara israel, yg otomatis membuat Muslim palestina stateless (tak dianggap manusia)

19. saat itu palestina tak ada yg membela kecuali sedikit, berbeda ketika Khilafah masih ada, saat telunjuk Khalifah dapat mengerahkan jihad

20. tak hanya palestina, pembantaian di india, serbia, cechnya, ethiopia, dan lainnya mulai, anjing2 itu tahu pelindung Muslim telah hilang

21. setelah dikerat dengan nasionalisme, kaum Muslim pun dipisahkan dengan Al-Qur'an dengan demokrasi, dan dilumatkan dgn liberalisme

22. ulama-ulama dunia Islam sangat menyadari, bahwa absennya khilafah sebagai pelindung membuat masalah besar pada Muslim, mereka bertindak!

23. di india, gelombang penolakan dimakzulkannya Khalifah digalang dalam "khilafah movement" thn 1924, namun gerakan ini disusupi inggris

24. di mesir, Hasan Al-Banna di mesir 1926, mempelopori gerakan ikhwanul muslimin, menggedor kesadaran kaum Muslim akan pentingnya khilafah

25. gelombang perlawanan atas hegemoni barat berlangsung termasuk di tanah air, pada tahun 1925 dilaksanakan muktamar khalifah di kairo

26. wakil dr nusantara ke kairo ialah h. fachroeddin (muhammadiyah), soerjopranoto (si) h. wahab chasboellah (organisasi ulama surabaya)

27. namun konggres inipun digagalkan inggris, sebagai lanjutan pada 1926 diadakan muktamar al-Islam sedunia di Makkah, utk bicara khilafah

28. dari indonesia dikirimkan hos tjokroaminoto (si) dan mas mansoer (muhammadiyah), dan krn keterbatasan tak menyertakan wahab chasboellah

29. dikarenakan semangat ulama2 surabaya dalam memperjuangkan Islam, yg tak berangkat ke muktamar khilafah akhirnya dirikan nahdhatul ulama

30. tak heran indoensia merdeka bukan karena teriakan "merdeka" semata, namun lebih ramai dengan teriakan "Allahu Akbar!"

31. satu demi satu kelompok semakin menyadari perlunya khilafah, dan khalifah yg Nabi katakan "Imam layaknya tameng" yg lindungi ummat

32. pada 1954 taqiyuddin an-nabhani juga mendirikan hizbut tahrir, menyeru untuk melanjutkan kehidupan Islam dgn khilafah

33. begitu pula hizbullah yang membela irak mengumumkan bahwa mereka siap menegakkan khilafah apabila dapat mengusir as dari tanah mereka

34. kesadaran ummat Islam tentang pentingnya pelindung mereka, khilafah semakin besar, dan tak hanya mereka yg sadar, kaum kufur pun sadar

35. berkali2 dari mulut bush, cheney, blair, dan lainnya muncul kekhawatiran mereka akan khilafah, yang dapat menggeser dominasi as

36. amsterdam, berlin, dan moskow pun telah membicarakan khilafah, khilafah pada abad 21 ini jadi buah bibir pembicaraan

37. kebakaran jenggot, biang liberal dunia AS, segera tugaskan kroconya di indonesia untuk halangi ummat paham khilafah, lewat kaum liberal

38. tak apa kawan, semakin ia dibicarakan maka ia semakin lepas, semakin angin dilawan ia semakin keras menghempas, begitulah Islam

39. Allah peringatkan kita "mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka.. >>

40. ..dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (QS 9:32)

demikian sedikit kicauan tentang sejarah singkat (sekali) tentang Islam, kita sambung dan perlengkap lain waktu :)

Sejarah Islam Singkat (Sekali)


Oleh: Ust. Felix Siauw


01. ada satu waktu saat Islam terbentang dari timur-barat tak kurang dari 20 juta km2, dari spanyol sampai indonesia

02. dimasa itu ilmuwan ternama di dunia adl Muslim, dan tanah kaum Muslim adl tanah subur yang menumbuhkan ilmu bagi dunia

03. saat newton belum dikenal dengan teori optiknya, ibnu al-haitsami telah menulis kitab al-manazhir (buku optik) yg menginspirasi newton

04. al-khawarizm ilmuwan Muslim menulis kitab al-jabar wal muqabala, memperkenalkan angka 0 bagi dunia, dan memperkenalkan trigonometri

05. ibnu sina menjadikan bukunya kitab al-qanun fi thibb, hukum pengobatan, yang menjadi text book wajib fak. kedokteran di slrh penjuru alam

06. saat itu cordoba di andalusia memiliki 70 perpus umum, 900 pemandian umum, dan pada abad-11 sudah memiliki gorong-gorong

07. kala itu, walau Muslim luas wilayahnya, namun mereka diatur dengan aturan yang padu, Al-Qur'an dan As-Sunnah, 1 aturan untuk 1 ummat

08. saat itu bendera hanya 1, hitam/putih bertahtakan kalimat syahadat, sebagaimana "panji Rasulullah warnanya hitam dan benderanya putih"

09. di waktu itu blm ada indonesia, blm juga mesir, arab, turki, libya, nigeria, india dan lainnya, mereka hanya 1 nama, Khilafah Islam

10. Khilafah adalah sistem pemerintahan warisan Rasulullah lewat hadits beliau, dan pemimpin khilafah ini beliau panggil sebagai Khalifah

11. Abu Bakar adalah Khalifah (pengganti) Rasulullah pertama yang diserahi pengurusan ummat, Umar penerusnya, Utsman dan Ali selanjutnya

12. Khilafah ini berlangsung selama hampir 13 abad, hingga terakhir dilumatkan makar Inggris dan Israel pasca PD1 di tahun 1924 tepatnya

13. secara historis, pasca kehilangan kepemimpinan khilafah, musibah mulai tumbuh subur pada ummat laksana jamur di musim hujan

14. wilayah Islam yang padu tersebut dikerat oleh penjajah Inggris dan Prancis lewat perjanjian sykes-picot pada 1917, memecah persatuan

15. masing-masing wilayah Islam 'dimerdekakan' (baca: dijadikan negara boneka), ditanamkan nasionalisme, agar tak lagi menyatu dlm akidah

16. saat itu kelu getir mulai mendera, lewat deklarasi balfour, inggris menjual tanah palestina kepada yahudi lord rothchlilds pada 1917

17. saat itu yahudi mulai berimigrasi menuju tanah haram kaum Muslim, LBB melegalisasinya pada 1922, mulailah pembantaian di palestina

18. pasca PD2, thn 1948, AS dibidani PBB melahirkan negara israel, yg otomatis membuat Muslim palestina stateless (tak dianggap manusia)

19. saat itu palestina tak ada yg membela kecuali sedikit, berbeda ketika Khilafah masih ada, saat telunjuk Khalifah dapat mengerahkan jihad

20. tak hanya palestina, pembantaian di india, serbia, cechnya, ethiopia, dan lainnya mulai, anjing2 itu tahu pelindung Muslim telah hilang

21. setelah dikerat dengan nasionalisme, kaum Muslim pun dipisahkan dengan Al-Qur'an dengan demokrasi, dan dilumatkan dgn liberalisme

22. ulama-ulama dunia Islam sangat menyadari, bahwa absennya khilafah sebagai pelindung membuat masalah besar pada Muslim, mereka bertindak!

23. di india, gelombang penolakan dimakzulkannya Khalifah digalang dalam "khilafah movement" thn 1924, namun gerakan ini disusupi inggris

24. di mesir, Hasan Al-Banna di mesir 1926, mempelopori gerakan ikhwanul muslimin, menggedor kesadaran kaum Muslim akan pentingnya khilafah

25. gelombang perlawanan atas hegemoni barat berlangsung termasuk di tanah air, pada tahun 1925 dilaksanakan muktamar khalifah di kairo

26. wakil dr nusantara ke kairo ialah h. fachroeddin (muhammadiyah), soerjopranoto (si) h. wahab chasboellah (organisasi ulama surabaya)

27. namun konggres inipun digagalkan inggris, sebagai lanjutan pada 1926 diadakan muktamar al-Islam sedunia di Makkah, utk bicara khilafah

28. dari indonesia dikirimkan hos tjokroaminoto (si) dan mas mansoer (muhammadiyah), dan krn keterbatasan tak menyertakan wahab chasboellah

29. dikarenakan semangat ulama2 surabaya dalam memperjuangkan Islam, yg tak berangkat ke muktamar khilafah akhirnya dirikan nahdhatul ulama

30. tak heran indoensia merdeka bukan karena teriakan "merdeka" semata, namun lebih ramai dengan teriakan "Allahu Akbar!"

31. satu demi satu kelompok semakin menyadari perlunya khilafah, dan khalifah yg Nabi katakan "Imam layaknya tameng" yg lindungi ummat

32. pada 1954 taqiyuddin an-nabhani juga mendirikan hizbut tahrir, menyeru untuk melanjutkan kehidupan Islam dgn khilafah

33. begitu pula hizbullah yang membela irak mengumumkan bahwa mereka siap menegakkan khilafah apabila dapat mengusir as dari tanah mereka

34. kesadaran ummat Islam tentang pentingnya pelindung mereka, khilafah semakin besar, dan tak hanya mereka yg sadar, kaum kufur pun sadar

35. berkali2 dari mulut bush, cheney, blair, dan lainnya muncul kekhawatiran mereka akan khilafah, yang dapat menggeser dominasi as

36. amsterdam, berlin, dan moskow pun telah membicarakan khilafah, khilafah pada abad 21 ini jadi buah bibir pembicaraan

37. kebakaran jenggot, biang liberal dunia AS, segera tugaskan kroconya di indonesia untuk halangi ummat paham khilafah, lewat kaum liberal

38. tak apa kawan, semakin ia dibicarakan maka ia semakin lepas, semakin angin dilawan ia semakin keras menghempas, begitulah Islam

39. Allah peringatkan kita "mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka.. >>

40. ..dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (QS 9:32)

demikian sedikit kicauan tentang sejarah singkat (sekali) tentang Islam, kita sambung dan perlengkap lain waktu :)

Oleh: Ust. Felix Siauw

Pahamilah.com - Belum juga jadi suami, tapi minta diperlakukan kayak suami | tanggung jawab nggak mau, tanggal nikah nggak punya

Belum juga jadi istri, mau-maunya dipelakukan kayak istri | dilihat, diraba, diterawang, rugi deh..

Temen bukan, suami-istri masih jauh, hubungan berdasar janji nggak pasti | besok pas udah diputusin, dikasi gelar "bekas gue", waduh

Dosa udah pasti dapet, susah juga iya, sakit ati sering, mau-maunya makan harapan palsu | masa lalu kelam, masa depan suram, kini seram..

Cowok sih enak, dia kan subjek pelaku, lha ini cewek, objek penderita euy | mau-maunya, di-PHP

Cowok mah nggak ilang apa-apa, makanya gampang move-on | lha cewek? udah ngasi segala, sayangnya ngasinya ke pelaku maksiat, begitu deh..

Udah maksiat, maksa lagi, udah dosa, susah pulak, cocok lah | susah demi pahala malah enak, ujungnya nikmat, nikah tuh..

Abis putus ama ini, jadian ama itu, abis ama itu sama yang sana | kamu jadi nggak ada beda kayak piala bergilir

Semakin banyak pengalaman pacaran, semakin sulit pernikahan kelak | karena kamu banyak latihan maksiat, tapi nggak melatih taat

'Fun' memang bisa didapat dengan maksiat | tapi 'tanggungjawab', 'romantisme', 'imam keluarga' itu hanya dari menaati Allah, mengkaji ilmu

Liat lelaki dan wanita yang sedari muda nggak sibuk maksiat pacaran | mengkaji Al-Qur'an dan As-Sunnah jadi bekal, itu baru..

Baca-baca deh kisah Maryam, bunda Nabi Isa yang digelari wanita terbaik di dunia | karena bisa menjaga kehormatan dan kemuliaannya di dunia

Baca-baca juga kisah Khadijah, istri Nabi Muhammad yang digelari wanita terbaik di surga | tersebab ia istri berbakti pada suaminya

Ketenangan dan kebahagiaan takkan bisa didapat dengan maksiat | tapi jalan ketaatan bisa menemui keduanya, walau awalnya perlu kesabaran

Tapi kalo kamu tetep nekad nabrak syariat Nabi Muhammad, lalu pacaran | ya jangan salahin siapapun kalo kamu galau melulu, dan nggak tenang

Pasti ada kebaikan dari bersabar dalam ketaatan | sedang maksiat hanya menghantar pada penyesalan.


Pahamilah "Surga Dosa"


Oleh: Ust. Felix Siauw

Pahamilah.com - Belum juga jadi suami, tapi minta diperlakukan kayak suami | tanggung jawab nggak mau, tanggal nikah nggak punya

Belum juga jadi istri, mau-maunya dipelakukan kayak istri | dilihat, diraba, diterawang, rugi deh..

Temen bukan, suami-istri masih jauh, hubungan berdasar janji nggak pasti | besok pas udah diputusin, dikasi gelar "bekas gue", waduh

Dosa udah pasti dapet, susah juga iya, sakit ati sering, mau-maunya makan harapan palsu | masa lalu kelam, masa depan suram, kini seram..

Cowok sih enak, dia kan subjek pelaku, lha ini cewek, objek penderita euy | mau-maunya, di-PHP

Cowok mah nggak ilang apa-apa, makanya gampang move-on | lha cewek? udah ngasi segala, sayangnya ngasinya ke pelaku maksiat, begitu deh..

Udah maksiat, maksa lagi, udah dosa, susah pulak, cocok lah | susah demi pahala malah enak, ujungnya nikmat, nikah tuh..

Abis putus ama ini, jadian ama itu, abis ama itu sama yang sana | kamu jadi nggak ada beda kayak piala bergilir

Semakin banyak pengalaman pacaran, semakin sulit pernikahan kelak | karena kamu banyak latihan maksiat, tapi nggak melatih taat

'Fun' memang bisa didapat dengan maksiat | tapi 'tanggungjawab', 'romantisme', 'imam keluarga' itu hanya dari menaati Allah, mengkaji ilmu

Liat lelaki dan wanita yang sedari muda nggak sibuk maksiat pacaran | mengkaji Al-Qur'an dan As-Sunnah jadi bekal, itu baru..

Baca-baca deh kisah Maryam, bunda Nabi Isa yang digelari wanita terbaik di dunia | karena bisa menjaga kehormatan dan kemuliaannya di dunia

Baca-baca juga kisah Khadijah, istri Nabi Muhammad yang digelari wanita terbaik di surga | tersebab ia istri berbakti pada suaminya

Ketenangan dan kebahagiaan takkan bisa didapat dengan maksiat | tapi jalan ketaatan bisa menemui keduanya, walau awalnya perlu kesabaran

Tapi kalo kamu tetep nekad nabrak syariat Nabi Muhammad, lalu pacaran | ya jangan salahin siapapun kalo kamu galau melulu, dan nggak tenang

Pasti ada kebaikan dari bersabar dalam ketaatan | sedang maksiat hanya menghantar pada penyesalan.



Sangat sedikit manusia yang menggunakan akalnya untuk menemukan Tuhannya dan jati dirinya. Padahal kalau mau jujur dan jernih berpikir siapapun akan menemukan kebenaran Islam. Pengalaman Felix Siauw -ustadz muda yang kini juga aktif di sosial media- bisa menjadi pelajaran. Berikut kisahnya.

Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira pernyataan yang akan selalu aku ingat di dalam hidup ini.

Waktu itu aku masih seorang penganut Kristen Katolik. Di usiaku yang masih 12 tahun, banyak pertanyaan tentang kehidupan yang belum terjawab. Ada tiga pertanyaan yang paling besar yang muncul dalam benakku, yaitu darimana asal kehidupan ini, untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir kehidupan ini. Lalu, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada tiga, yakni ada tuhan bapa, tuhan putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Aku diskusikan itu dengan orang tuaku atau dengan rohaniawan, tapi jawabannya mengambang dan tak memuaskan.

Ketidakpuasan itu lalu mendorongku untuk mencari jawaban langsung dari Alkitab yang katanya datang dari tuhan. Betapa terkejutnya aku, aku baru tahu jika 14 dari 27 surat di Injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia yang dibuat setelah wafatnya Yesus. Konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M.

Setelah mengetahui itu, kuputuskan bahwa agama yang kuanut tidaklah pantas untuk dipertahankan. Aku pun memutuskan untuk menjadi seorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Aku berkesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya. Tanpa sadar waktu itu aku sudah menjadi manusia yang sinkretis dan pluralis.

Bertemu Ustad Muda

Waktu terus bergulir. Ketika aku kuliah di IPB memasuki semester ketiga, pemahamanku mulai berubah. Itu bermula dari perdebatanku dengan seorang teman tentang kebenaran. Syamsul Hadi, demikian nama temanku itu, mengatakan bahwa kebenaran hanya akan ditemukan di dalam Al-Qur’an. Aku pun berusaha mencarinya. Aku lalu dipertemukan dengan Ustadz Fatih Karim, aktivis Islam. Lewat pertemuanku dengannya di Masjid Kampus itulah, perkenalanku dengan Al-Qur’an dimulai.

Kepadanya, aku menceritakan tentang pengalaman hidupku termasuk berbagai pertanyaan besar yang belum terjawab tentang kehidupan. Kami lalu berdiskusi hingga mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Aku pun akhirnya paham bahwa adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita.

“Tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?” tanyaku saat itu.

“Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja,” jawab Ustadz Fatih. Lalu ia menambahkan, “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa?” Lalu dibacakanlah ayat dalam Al-Qur’an: ”Kitab (Al-Qur’an) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS. al-Baqarah [2] : 2).

Mendengar ayat itu, aku terpesona dengan ketegasan, kejelasan serta ketinggian maknanya. ”Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?” pikirku.

Seolah membaca pikiranku, Ustadz Fatih melanjutkan, “Kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan Al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

Pikiranku saat itu bergejolak. Dalam hatiku berkata, “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini aku cari!”. Tetapi ada beberapa keraguan di benakku. ”Mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?” tanyaku.

Ustadz itu menjelaskan bahwa Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satu pun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Islam adalah sistem kehidupan. Sangat luar biasa penjelasannya. Sesuatu yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku pun mulai sadar akan kelebihan dan kebenaran Islam. Keraguanku mulai luntur.

Masuk Islam


Aku pun akhirnya bisa menemukan jawaban sempurna atas ketiga pertanyaan besarku. Ternyata aku ini berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Aku hidup untuk beribadah kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an itu dijamin datang dari-Nya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah lah aku akan kembali dengan membawa amal ibadah selama hidup untuk dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiranku ini, maka aku memutuskan, ”Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

Banyak tantangan setelah itu. Maklum aku hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat tendensius kepada Islam. Di mata mereka orang Islam itu jahat dan jorok. Orang tuaku bilang aku sinting dan kerasukan setan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak akan mengorbankan kebenaran yang kucari selama ini. “Tidak, sama sekali tidak,” pikirku. Aku yakin bahwa Allah lah yang harus didahulukan. Kini orang tuaku bangga kepadaku.

Setelah masuk Islam, aku menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Aku bangga kepada Islam. Mudah-mudahan, sampai akhir hidup, aku dan keluargaku, tetap berada di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahu Akbar![]

=============================

Iin, Istri Felix Siauw

Mudah-mudahan Tetap Istiqamah

Tidaklah mudah mempunyai seorang suami pengemban dakwah. Hampir tiap hari ditinggal pergi. Keyakinannya terhadap janji Allah sungguhlah membuat saya iri. Meski belum lama masuk Islam, tapi semangatnya memperjuangkan syariat-Nya mampu mengalahkan kebanyakan orang yang sudah mengenal Islam lebih lama. Subhanallah. Mudah-mudahan tetap istiqamah dan selalu ikhlas. Ummi dan Alila selalu berdoa untuk Abi.

Ust. Fatih Karim, Pembimbing Felix Siauw pertama kali

Sudah Jauh Berubah

Subhanallah Walhamdulillah Allahu Akbar. Felix sekarang jauh banyak berubah dibanding waktu pertama saya jumpa. Visi hidupnya, semangat, juga sikapnya telah diformat ulang oleh Islam ideologis. Semangatnya dalam mengkaji Islam, luar biasa! Semoga Felix tetap istiqamah dalam dakwah, tawadhu, dan senantiasa menjadikan Islam sebagai poros hidupnya. (detikislam/pahamilah)


Pahamilah Kisah Felix Siauw Mencari Tuhan


Sangat sedikit manusia yang menggunakan akalnya untuk menemukan Tuhannya dan jati dirinya. Padahal kalau mau jujur dan jernih berpikir siapapun akan menemukan kebenaran Islam. Pengalaman Felix Siauw -ustadz muda yang kini juga aktif di sosial media- bisa menjadi pelajaran. Berikut kisahnya.

Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira pernyataan yang akan selalu aku ingat di dalam hidup ini.

Waktu itu aku masih seorang penganut Kristen Katolik. Di usiaku yang masih 12 tahun, banyak pertanyaan tentang kehidupan yang belum terjawab. Ada tiga pertanyaan yang paling besar yang muncul dalam benakku, yaitu darimana asal kehidupan ini, untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir kehidupan ini. Lalu, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada tiga, yakni ada tuhan bapa, tuhan putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Aku diskusikan itu dengan orang tuaku atau dengan rohaniawan, tapi jawabannya mengambang dan tak memuaskan.

Ketidakpuasan itu lalu mendorongku untuk mencari jawaban langsung dari Alkitab yang katanya datang dari tuhan. Betapa terkejutnya aku, aku baru tahu jika 14 dari 27 surat di Injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia yang dibuat setelah wafatnya Yesus. Konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M.

Setelah mengetahui itu, kuputuskan bahwa agama yang kuanut tidaklah pantas untuk dipertahankan. Aku pun memutuskan untuk menjadi seorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Aku berkesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya. Tanpa sadar waktu itu aku sudah menjadi manusia yang sinkretis dan pluralis.

Bertemu Ustad Muda

Waktu terus bergulir. Ketika aku kuliah di IPB memasuki semester ketiga, pemahamanku mulai berubah. Itu bermula dari perdebatanku dengan seorang teman tentang kebenaran. Syamsul Hadi, demikian nama temanku itu, mengatakan bahwa kebenaran hanya akan ditemukan di dalam Al-Qur’an. Aku pun berusaha mencarinya. Aku lalu dipertemukan dengan Ustadz Fatih Karim, aktivis Islam. Lewat pertemuanku dengannya di Masjid Kampus itulah, perkenalanku dengan Al-Qur’an dimulai.

Kepadanya, aku menceritakan tentang pengalaman hidupku termasuk berbagai pertanyaan besar yang belum terjawab tentang kehidupan. Kami lalu berdiskusi hingga mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Aku pun akhirnya paham bahwa adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita.

“Tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah yang bisa kita percaya?” tanyaku saat itu.

“Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja,” jawab Ustadz Fatih. Lalu ia menambahkan, “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa?” Lalu dibacakanlah ayat dalam Al-Qur’an: ”Kitab (Al-Qur’an) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS. al-Baqarah [2] : 2).

Mendengar ayat itu, aku terpesona dengan ketegasan, kejelasan serta ketinggian maknanya. ”Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?” pikirku.

Seolah membaca pikiranku, Ustadz Fatih melanjutkan, “Kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan Al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

Pikiranku saat itu bergejolak. Dalam hatiku berkata, “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini aku cari!”. Tetapi ada beberapa keraguan di benakku. ”Mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?” tanyaku.

Ustadz itu menjelaskan bahwa Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satu pun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Islam adalah sistem kehidupan. Sangat luar biasa penjelasannya. Sesuatu yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku pun mulai sadar akan kelebihan dan kebenaran Islam. Keraguanku mulai luntur.

Masuk Islam


Aku pun akhirnya bisa menemukan jawaban sempurna atas ketiga pertanyaan besarku. Ternyata aku ini berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Aku hidup untuk beribadah kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an itu dijamin datang dari-Nya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah lah aku akan kembali dengan membawa amal ibadah selama hidup untuk dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiranku ini, maka aku memutuskan, ”Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

Banyak tantangan setelah itu. Maklum aku hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat tendensius kepada Islam. Di mata mereka orang Islam itu jahat dan jorok. Orang tuaku bilang aku sinting dan kerasukan setan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak akan mengorbankan kebenaran yang kucari selama ini. “Tidak, sama sekali tidak,” pikirku. Aku yakin bahwa Allah lah yang harus didahulukan. Kini orang tuaku bangga kepadaku.

Setelah masuk Islam, aku menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Aku bangga kepada Islam. Mudah-mudahan, sampai akhir hidup, aku dan keluargaku, tetap berada di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahu Akbar![]

=============================

Iin, Istri Felix Siauw

Mudah-mudahan Tetap Istiqamah

Tidaklah mudah mempunyai seorang suami pengemban dakwah. Hampir tiap hari ditinggal pergi. Keyakinannya terhadap janji Allah sungguhlah membuat saya iri. Meski belum lama masuk Islam, tapi semangatnya memperjuangkan syariat-Nya mampu mengalahkan kebanyakan orang yang sudah mengenal Islam lebih lama. Subhanallah. Mudah-mudahan tetap istiqamah dan selalu ikhlas. Ummi dan Alila selalu berdoa untuk Abi.

Ust. Fatih Karim, Pembimbing Felix Siauw pertama kali

Sudah Jauh Berubah

Subhanallah Walhamdulillah Allahu Akbar. Felix sekarang jauh banyak berubah dibanding waktu pertama saya jumpa. Visi hidupnya, semangat, juga sikapnya telah diformat ulang oleh Islam ideologis. Semangatnya dalam mengkaji Islam, luar biasa! Semoga Felix tetap istiqamah dalam dakwah, tawadhu, dan senantiasa menjadikan Islam sebagai poros hidupnya. (detikislam/pahamilah)


Oleh : Ustad Felix Siauw



1. kaum liberalisme pny bnyk racun pemikiran untuk umat Muslim, yg paling sering diangkat adl pluralism, demokrasi, kesetaraan #gender dll

2. lihat aja daftar LSM yg dibiayai ford foundation, USAID, AUSAID, dll, semua isu yang diangkat adalah isu yang serupa

3. khusus akhir2 ini, isu kesetaraan #gender hendak diangkat menjadi UU, lewat RUU KKG (keadilan dan kesetraan gender)

4. dengan UU KKG ini, kaum liberalis mencoba meliberalkan perempuan dari hukum Allah, mensekulerisasi perempuan Muslim, atas nama #gender

5. pada intinya RUU KKG ini berniat menyamakan hak dan kewajiban antara lelaki dan wanita, membuat semua sama antara lelaki dan wanita

6. dan isu #gender ini pernah diusung pentolan JIL, musdah mulia, dlm FLA (fikih lintas agama) yg mengusulkan kesetaraan dalam agama Islam

7. kaum liberalis ini menganggap bahwa Al-Qur’an dan syariat Islam adl sumber bias #gender (perlakuan tak setara thd perempuan)

8. misal, kaum liberalis mengguggat hak bagi waris lelaki yg 2x lipat wanita, talaq yg ada di tangan lelaki, poligami

9. juga menggugat kiprah politik perempuan, bolehnya memukul istri dalam syariat Islam, dan mengusulkan aturan2 itu dicabut

10. inilah semangat yang juga ditanamkan di dalam RUU KK #gender, intinya membebaskan wanita agar berpikir seperti wanita2 barat kapitalis

11. karena itu perlu sy sedikit share tentang sejarah kemunculan isu feminisme / kesetaraan #gender, supaya jelas bagi kita sikapinya

12. jauh sebelum hari ini, bias #gender sebenarnya sudah terjadi ketika masa dark ages di eropa, abad petengahan, yaitu 5 – 15 M

13. saat itu gereja menjadi badan terkuat setelah landlord, agama katolik menjadi agama negara, dan aturan gereja adl mutlak

14. termasuk anggapan gereja saat itu adl menganggap #gender wanita sbg aib, penyebab adam diusir dari surga, container of satan kata mereka

15. maka mulai #gender wanita diperlakukan berbeda, masyarakat mengadopsi anggapan katolik, lalu anggap wanita warga kelas dua, dbwh laki2

16. begitulah dalam sejarah yunani, romawi, lalu kristen katolik, wanita tak berhenti dianggap sebagai bawahan pria, sub-ordinat

17. #gender wanita dieksploitasi secara seksual di patung2, lukisan2, dan menjadi objek nafsu pria, tidak lebih dari itu

18. #gender wanita dianggap beban karena tak mampu mencari nafkah, dikuasai laki2, dan boleh diperlakukan semena-mena

19. bahkan di eropa, penyihir wanita dinamai witches, makna konotatif yg kasar dibanding wizard atau magician yg merupakan penyihir laki2

20. wanita tak diperbolehkan belajar, ahli2 kimia wanita dianugrahi gelar witches dan dihukum bakar, tidak dengan pria

21. singkat cerita, #gender wanita betul2 menderita, dosa sejak lahir, karena kristen menganggap merekalah sebab keluar dari surga

22. ditambah sekulerisasi barat yang akhirnya menjadikan standar kebahagiaan terletak pada harta, jabatan dan kenikmatan dunia

23. maka lahirlah gerakan feminisme di barat, sekali lagi, lahirlah feminisme di dunia barat, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil

24. mereka mendesak bahwa #gender laki2 dan #gender wanita harusnya punya akses yg sama terhadap harta, kerja dan semua kebebasan lainnya

25. bila laki2 blh kerja mk wanita jg, laki2 blh berpolitik mk wanita jg, laki2 blh senang2 bercinta, wanita jg, bgt isu setara #gender

26. hasilnya setara #gender?, rusaklah tatanan hidup, angka perceraian meningkat, AS kampiun dlm hal perceraian, single parent meroket

27. gara2 setara #gender, anak broken home menjamur, incest (seks antarkeluarga) bermunculan, depresi dan stress perempuan meningkat

28. mengapa itu terjadi? karena kesetraan #gender menyamakan antara lelaki dan wanita, padahal keduanya berbeda, punya jalur masing2

29. cacatnya kapitalis adalah menganggap pria dan wanita sama, padahal sudah jelas2 tak bisa disamakan secara #gender

30. cacatnya kapitalis adalah menjadikan standar kebahagiaan ada pada materi, dan ini tidak menguntungkan bagi #gender wanita

31. tapi inilah yg diinginkan kaum liberalis kapitalis, merusak tatanan masyarakat hingga mereka mengambil keuntungan, dan menjauhkan Islam

32. jadi perlu dipertegas, bahwa masalah #gender ini berasal dari tatanan hidup barat sekuler, bukan berasal dari Islam samasekali

33. dalam Islam, justru ketika Islam datang, perempuan jauh dimuliakan dibanding hidupnya pada masa yang lalu, diangkat derajatnya

34. Islam memandang pria dan wanita berbeda scr #gender, namun mendapatkan akses yang sama terhadap kebahagiaan, yaitu ridha Allah Swt

35. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.. (QS9:71)

36. itulah bedanya, kapitalis menjadikan kebahagiaan pada materi, ini merugikan wanita | dalam Islam kebahagiaan adl ridha Allah semata

37. maka dalam Islam, perempuan bisa sama bahagia dengan laki2, tak perlu isu kesetaraan #gender yg menyesatkan

38. lelaki berlomba shaf paling depan, perempuan berlomba shaf dibelakang, keduanya mendapat ridha Allah, jalur masing2 sudah tetap

39. lelaki berlomba syahid di medan jihad, perempuan berumrah mendapat pahala yang sama, jalurnya sudah ada, tak perlu disetarakan #gender

40. lelaki mencari nafkah untuk keluarga, perempuan mengurus rumah dan keluarganya, semua dapat ridha, tak perlu berlomba di jalur yang sama

41. subhanallah, itulah Islam, menggariskan untuk perempuan dan laki2 ada jalur lomba sendiri2, nggak berantem, salah satu keadilan Allah

42. dan malahan, bila ingin disetarakan #gender, hasilnya jadi hancur | pria cari nafkah angkat2 barang, perempuan bisa menyamai? tidak

43. perempuan melahirkan, laki2 bisa menyamai? tidak | laki2 memimpin kaumnya, bila wanita yg memimpin? stress dia

44. jadi kerusakan tatanan hidup adl bila perempuan diminta masuk ke jalur yg gak cocok dengan default setting-nya, dan sebaliknya

45. tak perlu kesetaraan #gender, Allah yang lebih tahu tentang jalur perlombaan kebaikan bagi wanita/pria, bukan manusia yg mengetahui

46. Allah yang menciptakan manusia termasuk perempuan, dan Allah yg lebih tau yg mana yg pantas bagi perempuan dan yg mana yg tidak

47. beginilah sistem taghut, maunya mengganti aturan Allah dengan aturan manusia, setara #gender, yg hasilnya malah merusak tatanan hidup

48. Islam memliakan wanita, tak ada yang lebih memuliakan wanita selain aturan Islam, yakin deh | yg lain kyk kesetaraan #gender merusak aja

49. Islam memerintahkan wanita menutup aurat, dan tak banyak menampakkan dirinya, karena yg berharga memang harus dilindungi dan dijaga

50. Islam menggariskan aktivitas wanita bersama2 dengan jamaah wanita, karena Islam menghormati wanita, dia tak dikumpulkan dgn pria :)

51. Islam menaruh posisi ibu 3x lipat lebih dari posisi ayah, siapa yang harus ditaati ya Rasul? “ibumu!” ibumu!” “ibumu!” “lalu ayahmu!”

52. Rasul katakan “dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan wanita shalihah” (HR Muslim) | wee subhanAllah :)

53. Rasul ucapkan “Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR Ahmad) | wee masyaAllah :D

54. tak seperti kapitalis liberal yg mengukur kecantikan dari lekuk tubuh, Islam mengukur lewat ketakwaannya, amal ibadahnya

55. dan Islam menunjukkan pula bahwa pendukung pertama Rasul adl wanita, syahidah pertama jg wanita, Rasul wafat jg di pelukan wanita :)

56. lalu mengapa poligami cm laki2 yg blh? >> emang perempuan mau punya dikelilingi cowok banyak? fitrahnya nggak kan (emang gw cewek apaan)

57. begitu jg waris lebih banyak laki2, krn harta itu dipake untuk keluarganya, sedang warisan bagian wanita untuknya semata, adil kan :)

58. begitu juga pemukulan tehadap wanita bukan untuk kekerasan, tapi untuk ta’dib (mendidik) dan pukulan itu jg ada etikanya

59. laki2 baru boleh memukul bila istri maksiat dan 1) sudah dinasehati, 2) sudah didiamkan 3) sudah dipisah ranjang, tapi istri gak taubat

60. memukul istri jg nggak boleh di kepala, nggak boleh berbekas, dan nggak menyakitkan, masyaAllah, nah nah nah.. itulah Islam :)

61. karena suami adl pemimpin istri, dia diserahkan wewenang oleh Allah agar suami menuntun istri ke surga Allah, menjaganya dr maksiat

62. kesimpulannya, tak ada negara yg menerapkan kesetaraan #gender lalu bener, yang ada tatanan hidupnya rusak, liat aja AS bosnya feminis

63. justru harkat martabat wanita diangkat dengan Islam, dengan penerapan syariat Islam dalam masa Khilafah Islam, wanita mulia

64. setidaknya itulah yang bisa kita lihat di sejarah dan juga fakta saat ini, so go away kesetaraan #gender, Islam tak perlu! :)


Footenote___________________________________________
Judul : Liberalis Dibalik RUU Kesetaraan Gender
Oleh: Ustad Felix Siauw
Website: felixsiauw.com

Liberalis Dibalik RUU Kesetaraan Gender

Oleh : Ustad Felix Siauw



1. kaum liberalisme pny bnyk racun pemikiran untuk umat Muslim, yg paling sering diangkat adl pluralism, demokrasi, kesetaraan #gender dll

2. lihat aja daftar LSM yg dibiayai ford foundation, USAID, AUSAID, dll, semua isu yang diangkat adalah isu yang serupa

3. khusus akhir2 ini, isu kesetaraan #gender hendak diangkat menjadi UU, lewat RUU KKG (keadilan dan kesetraan gender)

4. dengan UU KKG ini, kaum liberalis mencoba meliberalkan perempuan dari hukum Allah, mensekulerisasi perempuan Muslim, atas nama #gender

5. pada intinya RUU KKG ini berniat menyamakan hak dan kewajiban antara lelaki dan wanita, membuat semua sama antara lelaki dan wanita

6. dan isu #gender ini pernah diusung pentolan JIL, musdah mulia, dlm FLA (fikih lintas agama) yg mengusulkan kesetaraan dalam agama Islam

7. kaum liberalis ini menganggap bahwa Al-Qur’an dan syariat Islam adl sumber bias #gender (perlakuan tak setara thd perempuan)

8. misal, kaum liberalis mengguggat hak bagi waris lelaki yg 2x lipat wanita, talaq yg ada di tangan lelaki, poligami

9. juga menggugat kiprah politik perempuan, bolehnya memukul istri dalam syariat Islam, dan mengusulkan aturan2 itu dicabut

10. inilah semangat yang juga ditanamkan di dalam RUU KK #gender, intinya membebaskan wanita agar berpikir seperti wanita2 barat kapitalis

11. karena itu perlu sy sedikit share tentang sejarah kemunculan isu feminisme / kesetaraan #gender, supaya jelas bagi kita sikapinya

12. jauh sebelum hari ini, bias #gender sebenarnya sudah terjadi ketika masa dark ages di eropa, abad petengahan, yaitu 5 – 15 M

13. saat itu gereja menjadi badan terkuat setelah landlord, agama katolik menjadi agama negara, dan aturan gereja adl mutlak

14. termasuk anggapan gereja saat itu adl menganggap #gender wanita sbg aib, penyebab adam diusir dari surga, container of satan kata mereka

15. maka mulai #gender wanita diperlakukan berbeda, masyarakat mengadopsi anggapan katolik, lalu anggap wanita warga kelas dua, dbwh laki2

16. begitulah dalam sejarah yunani, romawi, lalu kristen katolik, wanita tak berhenti dianggap sebagai bawahan pria, sub-ordinat

17. #gender wanita dieksploitasi secara seksual di patung2, lukisan2, dan menjadi objek nafsu pria, tidak lebih dari itu

18. #gender wanita dianggap beban karena tak mampu mencari nafkah, dikuasai laki2, dan boleh diperlakukan semena-mena

19. bahkan di eropa, penyihir wanita dinamai witches, makna konotatif yg kasar dibanding wizard atau magician yg merupakan penyihir laki2

20. wanita tak diperbolehkan belajar, ahli2 kimia wanita dianugrahi gelar witches dan dihukum bakar, tidak dengan pria

21. singkat cerita, #gender wanita betul2 menderita, dosa sejak lahir, karena kristen menganggap merekalah sebab keluar dari surga

22. ditambah sekulerisasi barat yang akhirnya menjadikan standar kebahagiaan terletak pada harta, jabatan dan kenikmatan dunia

23. maka lahirlah gerakan feminisme di barat, sekali lagi, lahirlah feminisme di dunia barat, karena mereka merasa diperlakukan tidak adil

24. mereka mendesak bahwa #gender laki2 dan #gender wanita harusnya punya akses yg sama terhadap harta, kerja dan semua kebebasan lainnya

25. bila laki2 blh kerja mk wanita jg, laki2 blh berpolitik mk wanita jg, laki2 blh senang2 bercinta, wanita jg, bgt isu setara #gender

26. hasilnya setara #gender?, rusaklah tatanan hidup, angka perceraian meningkat, AS kampiun dlm hal perceraian, single parent meroket

27. gara2 setara #gender, anak broken home menjamur, incest (seks antarkeluarga) bermunculan, depresi dan stress perempuan meningkat

28. mengapa itu terjadi? karena kesetraan #gender menyamakan antara lelaki dan wanita, padahal keduanya berbeda, punya jalur masing2

29. cacatnya kapitalis adalah menganggap pria dan wanita sama, padahal sudah jelas2 tak bisa disamakan secara #gender

30. cacatnya kapitalis adalah menjadikan standar kebahagiaan ada pada materi, dan ini tidak menguntungkan bagi #gender wanita

31. tapi inilah yg diinginkan kaum liberalis kapitalis, merusak tatanan masyarakat hingga mereka mengambil keuntungan, dan menjauhkan Islam

32. jadi perlu dipertegas, bahwa masalah #gender ini berasal dari tatanan hidup barat sekuler, bukan berasal dari Islam samasekali

33. dalam Islam, justru ketika Islam datang, perempuan jauh dimuliakan dibanding hidupnya pada masa yang lalu, diangkat derajatnya

34. Islam memandang pria dan wanita berbeda scr #gender, namun mendapatkan akses yang sama terhadap kebahagiaan, yaitu ridha Allah Swt

35. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.. (QS9:71)

36. itulah bedanya, kapitalis menjadikan kebahagiaan pada materi, ini merugikan wanita | dalam Islam kebahagiaan adl ridha Allah semata

37. maka dalam Islam, perempuan bisa sama bahagia dengan laki2, tak perlu isu kesetaraan #gender yg menyesatkan

38. lelaki berlomba shaf paling depan, perempuan berlomba shaf dibelakang, keduanya mendapat ridha Allah, jalur masing2 sudah tetap

39. lelaki berlomba syahid di medan jihad, perempuan berumrah mendapat pahala yang sama, jalurnya sudah ada, tak perlu disetarakan #gender

40. lelaki mencari nafkah untuk keluarga, perempuan mengurus rumah dan keluarganya, semua dapat ridha, tak perlu berlomba di jalur yang sama

41. subhanallah, itulah Islam, menggariskan untuk perempuan dan laki2 ada jalur lomba sendiri2, nggak berantem, salah satu keadilan Allah

42. dan malahan, bila ingin disetarakan #gender, hasilnya jadi hancur | pria cari nafkah angkat2 barang, perempuan bisa menyamai? tidak

43. perempuan melahirkan, laki2 bisa menyamai? tidak | laki2 memimpin kaumnya, bila wanita yg memimpin? stress dia

44. jadi kerusakan tatanan hidup adl bila perempuan diminta masuk ke jalur yg gak cocok dengan default setting-nya, dan sebaliknya

45. tak perlu kesetaraan #gender, Allah yang lebih tahu tentang jalur perlombaan kebaikan bagi wanita/pria, bukan manusia yg mengetahui

46. Allah yang menciptakan manusia termasuk perempuan, dan Allah yg lebih tau yg mana yg pantas bagi perempuan dan yg mana yg tidak

47. beginilah sistem taghut, maunya mengganti aturan Allah dengan aturan manusia, setara #gender, yg hasilnya malah merusak tatanan hidup

48. Islam memliakan wanita, tak ada yang lebih memuliakan wanita selain aturan Islam, yakin deh | yg lain kyk kesetaraan #gender merusak aja

49. Islam memerintahkan wanita menutup aurat, dan tak banyak menampakkan dirinya, karena yg berharga memang harus dilindungi dan dijaga

50. Islam menggariskan aktivitas wanita bersama2 dengan jamaah wanita, karena Islam menghormati wanita, dia tak dikumpulkan dgn pria :)

51. Islam menaruh posisi ibu 3x lipat lebih dari posisi ayah, siapa yang harus ditaati ya Rasul? “ibumu!” ibumu!” “ibumu!” “lalu ayahmu!”

52. Rasul katakan “dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan wanita shalihah” (HR Muslim) | wee subhanAllah :)

53. Rasul ucapkan “Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” (HR Ahmad) | wee masyaAllah :D

54. tak seperti kapitalis liberal yg mengukur kecantikan dari lekuk tubuh, Islam mengukur lewat ketakwaannya, amal ibadahnya

55. dan Islam menunjukkan pula bahwa pendukung pertama Rasul adl wanita, syahidah pertama jg wanita, Rasul wafat jg di pelukan wanita :)

56. lalu mengapa poligami cm laki2 yg blh? >> emang perempuan mau punya dikelilingi cowok banyak? fitrahnya nggak kan (emang gw cewek apaan)

57. begitu jg waris lebih banyak laki2, krn harta itu dipake untuk keluarganya, sedang warisan bagian wanita untuknya semata, adil kan :)

58. begitu juga pemukulan tehadap wanita bukan untuk kekerasan, tapi untuk ta’dib (mendidik) dan pukulan itu jg ada etikanya

59. laki2 baru boleh memukul bila istri maksiat dan 1) sudah dinasehati, 2) sudah didiamkan 3) sudah dipisah ranjang, tapi istri gak taubat

60. memukul istri jg nggak boleh di kepala, nggak boleh berbekas, dan nggak menyakitkan, masyaAllah, nah nah nah.. itulah Islam :)

61. karena suami adl pemimpin istri, dia diserahkan wewenang oleh Allah agar suami menuntun istri ke surga Allah, menjaganya dr maksiat

62. kesimpulannya, tak ada negara yg menerapkan kesetaraan #gender lalu bener, yang ada tatanan hidupnya rusak, liat aja AS bosnya feminis

63. justru harkat martabat wanita diangkat dengan Islam, dengan penerapan syariat Islam dalam masa Khilafah Islam, wanita mulia

64. setidaknya itulah yang bisa kita lihat di sejarah dan juga fakta saat ini, so go away kesetaraan #gender, Islam tak perlu! :)


Footenote___________________________________________
Judul : Liberalis Dibalik RUU Kesetaraan Gender
Oleh: Ustad Felix Siauw
Website: felixsiauw.com
 Oleh : Ustad Felix Siauw

Lebih dari ratusan kali saya ditanya tentang perkara ini, berkaitan dengan penulisan transliterasi bahasa Arab, mudah-mudahan status ini jadi penjelas sebagaimana seharusnya.

Pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.

Perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi

Bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda :)

By the way, bahkan kalo orang nulis Allah dengan huruf kecil juga nggak dosa, karena dalam bahasa Arab aslinya الله pun nggak ada huruf besar dan huruf kecil :D

Hanya kembali lagi, karena transliterasi dan penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan “Allah”

Ok, sekarang, Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله hehe..

Jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah

Jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak

Nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,

Kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”
masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..
saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia :)

Nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…

Karena yang satu ini beda lagi masalahnya :)
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Kesimpulannya? :)

Jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya :)
yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)
إن شاء الله :)



Footenote___________________________________________
Judul Asli : Insya Allah atau In Shaa Allah?
Oleh: Ustad Felix Siauw
Website: felixsiauw.com

Yang Benar Insya Allah atau In Shaa Allah?

 Oleh : Ustad Felix Siauw

Lebih dari ratusan kali saya ditanya tentang perkara ini, berkaitan dengan penulisan transliterasi bahasa Arab, mudah-mudahan status ini jadi penjelas sebagaimana seharusnya.

Pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.

Perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi

Bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda :)

By the way, bahkan kalo orang nulis Allah dengan huruf kecil juga nggak dosa, karena dalam bahasa Arab aslinya الله pun nggak ada huruf besar dan huruf kecil :D

Hanya kembali lagi, karena transliterasi dan penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan “Allah”

Ok, sekarang, Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله hehe..

Jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah

Jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak

Nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,

Kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”
masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..
saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia :)

Nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…

Karena yang satu ini beda lagi masalahnya :)
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Kesimpulannya? :)

Jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya :)
yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)
إن شاء الله :)



Footenote___________________________________________
Judul Asli : Insya Allah atau In Shaa Allah?
Oleh: Ustad Felix Siauw
Website: felixsiauw.com
Dakwah agama di jejaring media sosial kini kian lazim saja. Salah satu yang memanfaatkan teknologi ini adalah Ustad Felix Siauw. Ulama keturunan Tionghoa ini sudah memiliki 417.532 followers untuk akun Twitter-nya @felixsiauw.

Dua hari terakhir ini, Ustad Felix rajin kultwit membahas kedudukan wanita dan gerakan feminisme lewat kacamata Islam.

"Itulah keadilan | karena wanita dipersepsikan lembut, dilindungi, dimaklumi, indah, dan dijaga | seorang ibu," demikian salah satu kicaunya di Twitter.

"Feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses. Feminisme menganggap wanita modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan."

Dia juga berkicau, "Feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai tujuan | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat. Wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme, wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak."

"Menurut pandangan feminis, menjadi Ibu Rumah Tangga itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita. Karena itu, wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga."

Berbagai tweet-nya menuai komentar dari berbagai pihak. Ada yang setuju, ada yang balik menyerang.

"Gw nggak seneng aja dia maksain wanita how to behave," kicau salah satu akun yang berkomentar sinis. Berbagai komentar pun ramai bermunculan. "Wanita itu harus kuat, mandiri, nggak bergantung yang lain,” kicau akun lain.

Semua komentar itu dibalas Felix dengan cepat. Kadang jawabannya mengundang percakapan jadi lebih sengit.

“Ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe..” cuit sang ustad santai.



Footenote___________________________________________
Judul Asli: Kicau Ustad Felix Siauw Ramai di Twitter
Oleh: Tempo.com
 

Ustad Felix Siauw Berkicau, Twitter pun Heboh

Dakwah agama di jejaring media sosial kini kian lazim saja. Salah satu yang memanfaatkan teknologi ini adalah Ustad Felix Siauw. Ulama keturunan Tionghoa ini sudah memiliki 417.532 followers untuk akun Twitter-nya @felixsiauw.

Dua hari terakhir ini, Ustad Felix rajin kultwit membahas kedudukan wanita dan gerakan feminisme lewat kacamata Islam.

"Itulah keadilan | karena wanita dipersepsikan lembut, dilindungi, dimaklumi, indah, dan dijaga | seorang ibu," demikian salah satu kicaunya di Twitter.

"Feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses. Feminisme menganggap wanita modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan."

Dia juga berkicau, "Feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai tujuan | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat. Wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme, wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak."

"Menurut pandangan feminis, menjadi Ibu Rumah Tangga itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita. Karena itu, wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga."

Berbagai tweet-nya menuai komentar dari berbagai pihak. Ada yang setuju, ada yang balik menyerang.

"Gw nggak seneng aja dia maksain wanita how to behave," kicau salah satu akun yang berkomentar sinis. Berbagai komentar pun ramai bermunculan. "Wanita itu harus kuat, mandiri, nggak bergantung yang lain,” kicau akun lain.

Semua komentar itu dibalas Felix dengan cepat. Kadang jawabannya mengundang percakapan jadi lebih sengit.

“Ya udah, itu pilihanmu, jarang lelaki yang mau wanita seserem itu hehe..” cuit sang ustad santai.



Footenote___________________________________________
Judul Asli: Kicau Ustad Felix Siauw Ramai di Twitter
Oleh: Tempo.com