Sabtu, 16 Agustus 2014

Dan Sampai Mati, Bung Hatta tak Bisa Beli Sepatu Bally


Bung Hatta atau Muhammad Hatta - (Foto: istimewa)
 
Pahamilah.com - Para pendiri bangsa iniadalah mereka yang sadar bahwa kesederhanaan akan mengukuhkan jiwa. Muhammad Hatta, hanya satu dari banyak teladan untuk kita hari ini.

Bung Hatta begitu sederhana. Mungkin terlalu sederhana, untuk ukuran para pejabat kita saat ini. Bayangkan, pria yang pernah menjadi wakil presiden RI itu, hingga akhir hayatnya tak pernah mampu membeli sepatu Bally yang sangat ia impikan.

Sekretaris pribadi Bung Hatta, Iding Wangsa Widjaja, pernah bercerita. Suatu masa Bung Hatta pernah berjalan-jalan, cuci mata melewati etalase pertokoan di luar negeri. Saat itu Bung Hatta melihat sepasang sepatu Bally, gagah terpajang di kaca etalase.

Bung Hatta disebutkan sangat terkesima, dan ingin memiliki sepatu Bally yang menarik hatinya itu. Sampai-sampai, kata iding, guntingan iklan sepatu Bally itu disimpannya terus di dalam dompet. Ia berharap, pada saatnya akan mampu membeli.

Tetapi harapan itu tak pernah terpenuhi. Tabungan Sang Proklamator tak pernah cukup karena selalu diambil untuk membiayai keperluan rumah tangga, atau membantu saudara dan kerabatnya. Hingga maut menjemput pada 14 Maret 1980.

Sungguh wajar bila Iwan Fals terketuk dan mencipta lagu yang hingga kini bisa menggedor simpati kita pada si Bung.

“Jujur, lugu dan bijaksana. Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa rakyat Indonesia.Hujan air mata dari pelosok negeri. Saat melepas engkau pergi. Berjuta kepala tertunduk haru...” –‘Hatta’, Iwan Fals.. (inilah/pahamilah)