Sabtu, 16 Agustus 2014

Ibu Menteri Pun Berjualan Gorengan

Syafruddin Prawiranegara - (Foto : istimewa)

Pahamilah.com - Pada saat menjadi ketua Pemerintahan darurat republik Indonesia sekaligus ‘presiden’ RI menggantikan Soekarno yang ditawan Belanda, ia memerintah di hutan-hutan Sumatra. Syafruddin harus meninggalkan istrinya, Teuku Siti Halimah bersama anak-anak yang masih kecil di Yogyakarta.

Untuk menghidupi keluarga Halimah harus berjualan sukun goreng untuk menghidupi anak-anaknya. Halimah tak pernah meminta-minta untuk dapat layanan dari para bawahan suaminya.

Pada saatnya, setelah masa-masa pergolakan usai, masyarakat layak mendecakkan lidah, kagum. Pada 1962, Syafruddin Prawiranegara mengembalikan 29 kilogram emas kepada negara, yang dipendamnya sebagai cadangan untuk perjuangan PRRI di Sumatra. Emas, yang tak segram pun diambilnya, sementara keluarganya kesulitan hanya untuk makan.

“...semuanya ada 29 kilogram. Emas itu secara resmi diserahkan Syafruddin kepada Pejabat Presiden Djuanda pada bulan Maret 1962, yang kemudian meneruskannya kepada Menteri/Gubernur Bank Indonesia Sumarno, SH sebagai kekayaan Negara,” tulis Ajip Rosidi dalam bukunya, “Syafruddin Prawiranegara Lebih Takut Pada Allah SWT “. (inilah/pahamilah)