Sabtu, 16 Agustus 2014

Syafruddin, Menkeu yang tak Mampu Beli Popok

Syafruddin Prawiranegara - (Foto : istimewa)

Pahamilah.com - Generasi pertama pendiri negeri ini memang tokoh-tokoh yang layak diteladani. Mereka terbiasa hidup sederhana, sebagaimana juga diteladankan Sang Maulana, Rasulullah SAW.

Salah satu contoh mudah adalah kehidupan Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara. Sastrawan Ajip Rosidi—yang mengenal dekat almarhum Syafruddin pernah berkisah, pada saat bayi laki-lakinya, Khalid, lahir, Syafruddin dan istri tak punya uang sama sekali untuk pembeli popok dan gurita pembungkus badan bayi mungil itu.

“Ibu Halimah (istri Syafruddin) sampai harus menyobek kain kasur dan menjadikannya sebagai gurita,” ujar Ayip dalam “Syafruddin Prawiranegara Lebih Takut Pada Allah SWT “. Padahal, saat itu Syafruddin Prawiranegara adalah seorang menteri keuangan yang mengurusi keuangan negara.

Sebagaimana mentor yang dihormatinya, H Agus Salim, Syafruddin pun tak memiliki rumah. Bagaikan gipsy, Syaf sekelurga senantiasa berpindah-pindah, tergantung rumah yang bisa mereka kontrak.

Ketika Pemerintah RI terpaksa harus berpindah Ke Yogyakarta, keluarga Syaf pun harus hijrah. Di Yogjakarta, dicarinya kontrakkan, tempat bernaung istri dan buah hati. Namun keadaan di sana penuh sesak pengungsi.

Menteri Syaf pun mencari tempat lain, berpindah ke Magelang. Akhirnya, Dr Soekiman (ketua Masyumi saat itu) memberikan tumpangan di paviliunnya di Pakualaman. Tinggallah Syafruddin sekeluarga di sana, berbagi tempat dengan keluarga Mr. Syamsuddin dan Dr Soekiman sekeluarga. (inilah/pahamilah)