Senin, 18 Mei 2015

Sewa Pacar Cantik, Tarif Rp75 Ribu per Jam


Pahamilah.com - Bagi para jomblo yang tidak ingin malu saat bertemu dengan rekan-rekannya, memanfaatkan jasa penyedia pacar sewaan adalah solusinya. Bisnis yang digagas oleh muda-mudi asal Surabaya yakni EN dan BU ini, kian digemari. Salah satunya karena tarif pacar sewaan ini cukup bersahabat dengan kantong para remaja.

Saat ditemui BU mengatakan usaha yang dirintis semula hanya iseng. Usaha tersebut terinspirasi dari gaya hidup remaja di Surabaya. Mereka ingin tampil di hadapan teman-temannya dengan menggandeng pasangan.

"Semula banyak yang mengeluhkan tidak punya gandengan saat datang ke acara ulang tahun atau yang lain. Makanya, kami membuka jasa pacar sewaan. Kebetulan EN ini kan mantan SPG rokok dan memiliki banyak teman-teman cewek seusia mahasiswi," ujar BU.

Bisnis penyedia jasa pacar sewaan ini dirintis sejak lima bulan lalu. Dua muda-mudi tersebut berbagi peran. EN bertugas menghubungi teman-temannya yang seusia mahasiswi, sedangkan BU berperan sebagai pencari pelanggan.

Hasilnya, saat ini sudah ada tujuh mahasiswi yang bersedia terlibat dalam bisnis jasa pacar sewaan ini. BU mengutarakan, dalam menjalankan bisnis ini memang harus berhati-hati, baik pelanggan maupun si pacar yang disewakan harus menaati aturan yang sudah ditetapkan.

"Promosinya selama ini masih dari mulut ke mulut. Kadang-kadang kami juga takut terkena trafficking, tapi semua jelas. Kita juga memilih pelanggan berdasarkan rekomendasi yang kita kenal. Tidak semua boleh yang penting ada jaminan," jelas pria berambut gondrong itu.

Alhasil, bisnis jasa tersebut laris manis dan banyak digemari remaja Surabaya. "Rupanya banyak yang minat. Kami tetap menggunakan aturan tidak sembarang memilih pelanggan karena demi keamanan dan kenyamanan bersama," pungkas BU. 
Untuk sekali sewa, EN dan BU mematok tarif Rp75 ribu per jam. Dan yang terjadi, para penyewa tidak akan menyewa selama 1 jam. Biasanya menyewa antara 3 jam hingga 4 jam.

"Per Jam Rp75 ribu. Pelanggan harus menaati aturan dari kami. Dan kami ketika menerima pelanggan juga berdasarkan rekomendasi orang-orang yang kita kenal," kata BU kepada Okezone, Senin (18/5/2015).

Ia juga menjelaskan, dari tarif tersebut tentunya ada pembagian dengan pihak manajemen. Tarif tersebut juga telah disepakati antara BU, EN dan si cewek yang menjadi pacar sewaan.

Pembagiannya 40 persen untuk manajeman dan sisanya untuk perempuan yang menjadi pacar sewaan. Tentunya, pelanggan biasanya memberikan uang tips kepada cewek tersebut. Sedangkan untuk makan dan minum si cewek ditanggung oleh si penyewa. "Lagian enggak ada salahnya mentraktir cewek untuk sekedar makan dan minum," ujarnya.

Saat ini, BU dan EN mempekerjakan tujuh mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya. BU menjelaskan, dalam mencarikan pasangan untuk sang pelanggan juga harus memahami karakter pelanggan tersebut.

Ketika sudah paham, maka sang pelanggan akan direkomendasikan kepada salah satu cewek untuk dijadikan pacar sewaan. "Misalnya, kita punya pelanggan yang memiliki karakter pendiam tidak mungkin kita beri cewek yang pendiam pula. Tapi semua terserah pelanggan kita hanya merekomendasikan," ujar BU.

Pun demikian dengan pelanggan pihaknya juga sangat selektif. BU dan EN tidak akan melepas anak buahnya kepada orang-orang tidak kenal. Misalnya, ada pelanggan yang ingin menyewa pun harus mendapatkan rekomendasi dari orang yang dikenal oleh BU dan EN.

Ia merinci, seorang pelanggan biasanya menyewa empat jam per hari. Total biaya yang dikeluarkan Rp300 ribu. Jika dalam sehari ada tujuh penyewa, maka uang yang dikumpulkan sebesar Rp2.100.000,-. Jumlah tersebut sebanyak 40 persen masuk ke manajeman. "Biasanya acara long weekend ini laris manis. Kadang juga untuk acara ulang tahun atau momen pernikahan," ungkapnya. (okezone/pahamilah)