Rabu, 15 Mei 2013

Jangan engkau tanya siapa Tuhan dan Nabiku, sungguh aku malu

Wahai sang makhluk penjaga dunia lain, dua malaikat sang penjaga dimana batas kefanaan telah ditutup dan barzah-pun mulai terbuka, andai aku bisa menyampaikan pesan ini padamu, andai lidahku bisa engkau dengar dan andai suaraku bisa engkau perhatikan, dan andai tulisan ini bisa berada ditanganmu lewat paket pos maupun titipan kilat, aku ingin berpesan kepadamu;

Jangan engkau tanya siapa Tuhanku dan jangan pula engkau tanya siapakah Nabiku sebagaimana tugas yang telah di titahkan oleh sang kholiq kepadamu, sebab "AKU MALU"

"Aku malu", sebab ketika lima waktu tiba aku pasti menyebut-NYA dalam sujud dan dzikirku, "aku malu" mengucapkan siapa nama sang Utusan sebab setiap saat lidah dan hatiku senantiasa bersholawat salam kepadanya.

Apakah hanya itu alasanku? "tidak" bukan cuma itu, jika engkau tanya hal itu kepadaku tentunya SEAKAN-AKAN aku belum pernah mengenal-NYA dan juga tidak mengikuti ajaran sang nabi dalam KALIMAH SUCI.

Aku tahu itu merupakan tugasmu, aku mengerti hal itu merupakan "PR" yang MUSTAHIL dapat KUTOLAK untuk ku jawab dan kukerjakan, namun setidaknya hal ini kutulis sebagai hikmah dan pesan moral bahwa tidak semua manusia itu sempurna dalam segala hal maupun amal.


"ya Allah dalam naungan Rahmat dan Ridho-MU, dalam sembah serta sujudku perkenankanlah hambamu ini kelak ketika waktu itu tiba dapat dengan lancar menyebut ke-Maha besaran Nama-MU dan keagungan nama utusanmu" ... amin...


Ponorogo, 1 Syawal 1431 H