Jumat, 24 Januari 2014

Santri "Melawan" Tukang Cukur

Pahamilah.com - Satu ketika, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu adalah Ali, seorang alumni sebuah Pesantren ternama.

Kian lama obrolan dua orang itu semakin hangat saja.  berawal dari tema yang mulanya "ngalor-ngidul" kesana kemari, si tukang cukur yang masih “abangan” itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.

“Kalau menurut saya, Tuhan itu tidak benar-benar ada ,“ tukang cukur mulai melegitimasi pendapatnya.

“Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” Ali mengejar tanya.

“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut galau mode on, bahkan saking beratnya masalah ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu Maha Pengasih yang bakal menolong setiap hambanya,. Nah buktinya mana? realisasinya mana?”

Hmm.  Ali terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, namun Ali tengah mencari Argumen yang pas buat si tukang cukur. Dia teringat benar pesan Kiainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya.

Hingga berapa lama, Ali belum juga angkat bicara. Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Ali melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas ide pun mengalir dalam kepala Ali.

“ Nah Pak, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tak ada.“

“ Lho, gimana sih, wong saya itu ada di sini,” tukang cukur tak mengerti

“Pokoknya, saya yakin kalau tukang cukur itu tak ada,“ Ali pun tetap ngeyel.

“Kalau tukang cukur itu ada, lha kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Ali sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.

“Anda ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ sergah Tukang cukur.

“Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet bin galau, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, Allah. Coba kalau datang, berserah diri lalu memohon ampun dan pertolongan dari-NYA, maka Allah pasti menolong,” jawab Ali mantab.

Sang Tukang cukur pun tiba-tiba tercenung mematung diam seribu bahasa, Skak Mat!

Fote Note___________________________

Diadaptasi dengan perubahan seperlunya dari cerita Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
sumber: NU.or.id
edit: Pahamilah.com