Rabu, 05 Februari 2014

Aku bagai debu

Oleh : Teuku Muhammad Lintar

Dalam renungan kesendirian yang berpikir - aku bertanya pada diriku, sebenarnya "siapakah aku ini ?" sembari mata menerawang menatap deaunan dan ranting pepohonan, lalu kucoba berdiri menyentuh batang pohon itu, kemudian aku bertanya padanya, " siapakah yang menciptakan kamu wahai pohon?" namun dia hanya bergoyang diterpa angin yang menghampirinya, kemudian aku mencoba melihat angin, tapi tetap tidak bisa dan hanya mampu merasakan kehadirannya, lalu aku bertanya padanya, " siapakah yang menciptakan kamu wahai angin?" tapi ia pergi begitu saja tanpa melihat yang ditatap,

Aku pun terdiam dan berjalan dengan renungan kesendirianku, aku masih mencari siapakah aku ini, untuk apa aku didunia ini dan kemana akhirnya aku nanti?.

Dalam kesendirian kududuk ditepi sungai, aku bertanya pada air, persis seperti pertanyaanku pada pohon dan angin, dalam kelelahan mencari jati diri, aku tertidur dibawah rindangnya pepohonan hingga kurasa sentuhan sang angin melindungiku dari sengatan panas matahari, dalam tidur aku bermimpi tentang siapa aku, dalam mimpi itu aku berkesimpulan bahwa bukan hal mudah untuk mengenal siapa yang menciptakan seluruh isi bumi ini sebab kita lebih kecil dari debu yang tiada daya upaya, dan ketika aku terbangun, senyum kebahagiaan terlukis damai dalam diriku. Karena aku sudah menemukan jalan untuk mengetahui siapakah aku.