Minggu, 25 Mei 2014

Kisah Nyata Sembilan Hari Mencari Tuhan

 Dari kiri kekanan: Antonius Widuri, Markan



-----------------------------------------------------
Kisah Nyata Sembilan Hari
Mencari Tuhan
Malam Pertama
-----------------------------------------------------


ASAL MULA TERJADINYA PERTEMUAN

Pada malam selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang santri dari Pesantren Sumenep Sdr. Marzuki mengadakan sekadar selamatan Tahun Baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah tim akuntan) yang oleh kantornya Di Jakarta ditugaskan di PN. Garam Kalianget. Saudara Markan berasal dari Padang beragama Islam dan Saudara antonius Widuri berasal dari Jogjakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma.

Kedatangan saudara Markan dan Antonius Widuri pada selamatan tersebut ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhari yang memang sudah dikenal sebelumnya. Oleh kawan-kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah, kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah tamah dan rasa gembira.

Kemudian saudara Markan menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhari, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terkandung untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan i’tikat, kepercayaan diantara kedua agama tersebut

Menurut saudara Markan, karena bapak Kyai sedang tidak berada di sini, kalau bisa di lain waktu saja untuk menemui beliau. Akan tetapi sekiranya bapak Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara disini tidak berkeberatan, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya agar saudara-saudara tidak salah paham, karena hal tersebut, hanya dari hati-kehati saja, yakni soal keyakinan pribadi semata-mata.

Kawan-kawan tidak berkeberatan asalkan berkisar soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap siapapun. jadi hanya merupakan soal jawab antara pribadi dengan pribadi saja.

Bapak Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antar pribadi ini tidak selesai malam ini juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang lain. Oleh saudara Markam dan Antonius dijawab bahwa yang penting adalah kepuasan, walaupun memerlukan waktu lama baik siang maupun malam. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan pribadi semata bukan pertemuan dengan undangan.

Perlu diterangkan dalam soal jawab ini nama-namanya disingkat Bahaudin untuk bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan “Antonius” untuk Antonius Widuri atau Sdr. Markan, karena saudara Markan sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius


-----------------------------------------------------------------
Dibawah ini merupakan Link dialog Antara KH Bahaudin Mudhary dan Antonius Widuri

MALAM PERTAMA - Persetujuan Bersama. klik disini

MALAM KEDUA -
Tentang Injil (Bible) klik disini

MALAM KETIGA -
Masalah Ketuhanan Yesus. klik disini

MALAM KEEMPAT -
Yesus Penebus Dosa. klik disini

MALAM KELIMA -
Tentang Dosa Waris. klik disini

MALAM KEENAM -
Kitab Al Quran dan Kitab Bibel. klik disini

MALAM KETUJUH -
Mengakui Nabi SAW Utusan Allah. klik disini

MALAM KEDELAPAN -
Perselisihan Ayat-ayay dalam Bibel. klik disini

MALAM KESEMBILAN -
Masuk Islam. klik disini


RIWAYAT HIDUP - KH Bahaudin Mudhary. klik disini

Footenote___________________________________________
Judul Buku : Dialog Masalah Ketuhanan Yesus
Oleh : KH. Bahaudin Mudhary
Penerbit :  Pustaka Da'i
Cetakan: Delapan, Juli 2008

LATANZA

Ponorogo: 19 Mei 2014
Saya persembahkan kajian ini untuk seseorang yang berada nun jauh disana - Amerika - semoga bermanfaat.