Sabtu, 26 Juli 2014

Gila, Profesor Zionis Serukan Perkosa Ibu & Wanita Anggota Perlawanan

(Zionis Dr. Mordechai Kedar)

Saat bom menghujani Gaza dan pasukan zionis "Israel" bergera dengan tank dan buldoser, wawancara radio baru-baru ini yang dilakukan di radio Israel menuai pelbagai kritik dari pelbagai belahan, termasuk di wilayah pendudukan Palestina sendiri. Demikian ungkap kritikus politik Barat, Brandon Turbeville.

"Kendati wawancara telah dilakukan hampir tiga minggu lalu, tak lama setelah mayat tiga remaja zionis ditemukan selepas diculik dan dibunuh, Dr. Mordechai Kedar menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk memaksa 'teroris' (maksudnya: anggota kelompok perlawanan Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam) berpikir dua kali tentang tindakannya adalah ancaman pemerkosaan terhadap saudari dan ibunya," tutur Turbeville.

Seorang sarjana Timur Tengah dari Bar-Ilan University di wilayah pendudukan Palestina, Dr. Kedar, menyatakan, "Anda harus memahami budaya di mana kita hidup. Satu-satunya hal yang menghalangi [pemimpin Hamas] adalah ancaman terhadap hubungan antara kepala dan bahu mereka."

Program "Hakol Diburim" yang dipandu Yossi Hadar kemudian bertanya, apakah pertimbangan itu "dapat merembes ke bawah" di jajaran Hamas? Kedar menjawab, "Tidak, karena di jajaran bawah, pertimbangannya sama sekali berbeda. Para teroris seperti yang menculik anak-anak dan membunuh mereka--satu-satunya hal yang menghalangi mereka adalah jika mereka tahu bahwa kakak atau ibunya akan diperkosa saat mereka tertangkap. Apa yang dapat Anda lakukan, itulah budaya di mana kita hidup."

Hadar berusaha untuk mengendalikan kembali pernyataan Kedar itu dengan mengatakan, "Tentu saja kita tidak dapat mengambil langkah-langkah seperti itu...."

Namun, Kedar menegaskan pernyataannya sendiri dengan menanggapi, "Saya tidak berbicara tentang apa yang harus atau tidak harus kita lakukan. Saya sedang berbicara tentang fakta-fakta. Satu-satunya hal yang menghalangi seorang pengebom bunuh diri adalah pengetahuan bahwa jika ia menarik pelatuk atau meledakkan dirinya sendiri, maka adiknya akan diperkosa. Itu saja. Itulah satu-satunya hal yang akan membawanya pulang ke rumah, demi menjaga kehormatan adiknya."

"Di tengah kontroversi, Bar-Ilan berusaha, meskipun buruk, untuk meremehkan pernyataan Kedar," kata Turbeville. Pernyataan Kedar secara tegas berada dalam antrean panjang komentar yang melecehkan dan sepenuhnya tidak bermoral, yang muncul dari kalangan akademisi modern di seluruh dunia.

Mengingat jejak rekam kebiadaban "Israel" dalam mengampanye pembasmian terhadap rakyat Palestina, kita harus bertanya-tanya, apakah komentar Kedar akan disembunyikan di bawah karpet atau malah akan dijadikan kebijakan resmi "Israel"? (islamtimes/pahamilah)