Sabtu, 19 Juli 2014

Pemain Arsenal: Iman Islam Bikin Saya Jadi Lebih Baik

 (Abou Diaby (Foto: TheFA.com)


Abou Diaby mengatakan dia bertugas untuk memberi contoh yang baik sebagai pemain sepakbola muslim yang bermain di negara ini.

Selama bulan Suci Ramadan, gelandang Arsenal dan juga timnas Perancis ini melakukan wawancara dengan TheFA.com tentang apa arti agama di dalam hidupnya dan untuk kehidupan profesionalnya.

Pemain bola berusia 28 tahun ini mengatakan, "Kaum muda muslim ingin melihat contoh seseorang yang berdedikasi kepada agamnya sekaligus dapat mencapai sesuatu dalam hidupnya." Demikian seperti dikutip dari theFA.com, Sabtu (19/7/2014).

"Aku tidak melakukannya untuk diriku sendiri tapi itu benar-benar penting untuk memberikan contoh positif. Ketika salah seorang pemain sepakboa melakukan hal yang buruk, kita semua tidak ingin disamakan."

"Bagi saya Islam adalah bagaimana menghormati orang-orang, bersikap baik, dan bagaimana berhubungan baik dengan orang lain."

Dia merasa yakin, bahwa Islam telah membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Selain itu, Bulan Ramadan menjadi waktu yang baik untuk memaknai hubungan silaturahmi baik dengan keluarga maupun dengan teman-teman.

"Kami berdoa di malam hari, di mana semua masyarakat juga berdoa bersama-sama. Itu adalah momen yang sangat kuat."

Diaby mengakui berpuasa di tengah aktivitasnya sebagai atlet tidaklah mudah. Dia memutuskan, jika memang musim pertandingan sedang tidak begitu berat, dia akan berpuasa. Namun, jika ada sesi pertandingan yang beratm sata tidak puasa.

Dia menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari pihak Arsenal dan manajernya Arsene Wenger.

"Kontrak saya dengan klub, atau apapun profesinya, itu ada bagian dari siapa diri saya dan moralitas diri saya sendiri."

"Jadi saya menghormati itu, dan itulah mengapa saya tidak berpuasa selama Ramadan. Tapi selalu ada kompensasi, agama sangat fleksibel."

Ketika Ramadan usai pada 28 Juli nanti, Diaby juga akan larut dalam perayaan Idul Fitri. "Ini perayaan yang besar. Semua keluarga dan teman berkumpul."

"Kami berbagi hadiah dan berdoa. Ini adalah ketika kita memperkuat hubungan kita dengan keluarga."

Diaby mengatakan dia tak bisa membayangkan hidup tanpa imannya. "Ini adalah sesuatu yang saya miliki di dalam hati."

"Ini telah membantu saya untuk menjadi orang yang lebih baik. (detik/pahamilah)