Rabu, 20 Agustus 2014

Imbas Agresi Gaza, Zionis Protes Zionis

Tentara Israel menangis

Pahamilah.com - Kemarin, di wilayah pendudukan Palestina yang sejak 1948 dikoloni oleh rezim zionis dengan dukungan AS dan negara-negara Eropa, terjadi unjuk rasa damai yang terbesar sejak rezim zionis meluncurkan operasi "Protective Edge" pada 8 Juli lalu. Agresi brutal setidaknya telah merengut nyawa 1980 warga Palestina dan mencederai ribuan lainnya.

Unjuk rasa yang diikuti puluhan ribu demonstran Yahudi itu diselenggarakan partai Meretz progresif dan Peace Now, sebuah kelompok aktivis yang menentang pembangunan permukiman Yahudi di wilayah yang diduduki. Para pengunjuk rasa juga menyatakan kemarahannya pada rezim Netanyahu, dengan meneriakkan "Bibi, pulanglah!"

The Jerusalem Post melaporkan:

"Pemimpin Meretz MK Zehava Gal-On mengatakan, Netanyahu harus berhenti karena gagal dalam upayanya menciptakan ketenangan di selatan, walaupun punya 'cek kosong' untuk menjabat selama lima tahun. Ia mengatakan, 'Israel' akan melakukan lebih baik untuk mengangkat blokade di Gaza, mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina (yang meliputi wilayah yang dicaplok sejak 1948), dan kembali ke perundingan yang melampaui gencatan senjata."

"Anda dapat mencapai kerangka kerja yang Anda sudi terima sekarang tanpa membayar harga 64 tentara tewas dan kematian warga sipil," kata Gal-On kepada Netanyahu. Kerumunan orang kontan berteriak "Bibi pulanglah."

"... Sambil membelakangi gedung balaikota Tel Aviv yang mengibarkan bendera raksasa 'Israel', para pengunjuk rasa mengusung poster bertuliskan, 'Yahudi dan Arab menolak menjadi musuh,' dan 'Jika tak ada perdamaian, perang terjadi'."

Adapun harian zionis Times of Israel menuturkan,

"Penulis David Grossman berpidato ke arah kerumunan, dan mengatakan bahwa 'Israel' 'menenggelamkan rumah kami dalam fanatisme dan kebencian dari dalam'."

"Gerakan berbahaya sedang datang melintasi 'Israel' karena rasa putus asa, kecemasan, nasionalisme, dan rasisme meletus secara serentak," katanya. "Tak satu kata pun kutukan yang diucapkan perdana menteri. Akan sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan gelap. Saya kuatir, para pemimpin senang melihat kaum Kiri disandera, tapi kondisi pasang ini akan berbalik melawan mereka saat mereka tampak terlalu moderat. Proses dan fenomena ini sayangnya akan mengubah 'Israel' jadi lebih radikal, militan, kultus xenophobia, terisolasi, dan dikucilkan. (islamtimes/pahamilah)