Selasa, 19 Agustus 2014

JF: Islam Agama Ilmiah

Mualaf (ilustrasi) 

Pahamilah.com - JF menghabiskan masa kecilnya di Pensacola, Florida. Setiap malamnya, JF kerap mendengar musik gereja. Meski demikian, orang tuanya lebih memilih mengajari JF berpikir out of the box dalam mencari kebenaran hidup.

"Mereka tidak pernah memaksa saya untuk menyesuaikan diri dengan tradisi masyarakat disini," ucapnya seperti dilansir onislam.net, Ahad (10/8).

Suatu hari, JF menyelesaikan tugas ilmiahnya. Saat itu, ia menatap papan tulis. Dalam pikirannya muncul satu pertanyaan, siapa yang menjalankan kehidupan ini. JF pun bekerja keras guna mewujudkan apa yang dipikirkannya itu.

Apa yang ada di Alkitab tak mampu membantunya mewujudkan apa yang dipikirkannya. "Saya sempat bertanya, bagaimana jika tidak ada Tuhan. Jawabannya segera membuat saya tergerak untuk  tidak memikirkan itu. Saya percaya Tuhan menciptakan saya," kata dia.

Perlahan mulai muncul benang merah, dimana JF menyebut setiap temuannya itu dengan 'agama ilmiah'. Temuannya ini coba ia bentengi dari teori atau doktrin apapun. Memang sempat muncul rasa skeptis. Hingga akhirnya rasa skeptis itu hilang karena JF membaca Alquran.

"Alquran buku favorit saya. Saya tidak pernah memperlakukannya seperti buku lainnya," kata dia.

Tidak sampai tahun pertama JF di SMA, ia mulai belajar Islam. Guru Sejarah Dunia mengajarkan JF bagaimana ia harus memulai mempelajari Islam. "Dia berkata kepada saya ada satu miliar Muslim di dunia. Setiap Muslim percaya kepada satu Tuhan, yakni Allah SWT. Mereka percaya bahwa Yesus seorang Nabi," kenang JF.

Selanjutnya, guru tersebut menyinggung satu nama yang belum pernah dikenal JF, yakni Rasulullah Muhammad SAW.  "Saya begitu kagum, Rasulullah seorang pemimpin yang brilian dan sangat manusiawi," kata dia.

Perlahan, JF mulai membaca dan mengkaji Alquran dengan sabar. Sekitar satu tahun, ia selesai membaca Alquran untuk kali pertama kali. Apa yang disampaikan Alquran senada dengan apa yang ada dalam pikirannya tentang hakikat kehidupan dan sisi ilmiahnya.

Saat itulah JF memutuskan menjadi Muslim. Tak lama, ia mulai mengenakan jilbab.  "Keluarga saya jelas menolak," kata dia.

Namun, kebenaran sederhana dari Islam membawa JF menikmati kehidupan tanpa memikirkan penolakan keluarganya. "Tujuh tahun, saya bersyahadat, saya hanya bisa bercita-cita untuk hidup dengan nikmat iman dan islam," ucap dia yang kini telah menjadi ibu dari empat orang anak.(republika/pahamilah)