Senin, 11 Agustus 2014

Mantan Menlu Inggris Kutuk Pejabat Inggris atas Perang Gaza

Sayeeda Warsi, mantan Menteri Inggris

Pahamilah.com - Mantan menteri luar negeri Inggris, Sayeeda Warsi mengatakan pejabat Inggris gagal meredakan konflik di Jalur Gaza sambil menyeru embargo senjata terhadap Israel.

Dalam wawancara Minggu (10/8/14) dengan media Inggris, Warsi menegaskan Kanselir George Osborne dan tokoh politik Michael Gove gagal menggunakan hubungan "sangat, sangat dekat" mereka dengan Tel Aviv untuk menghentikan konflik.

Selain itu, Warsi membela keputusannya untuk mundur dan mengatakan, sejak lama ia ingin bebas dari kegiatan politik dan hidup dengan dirinya sendiri.

Mantan menteri kabinet itu juga menolak pernyataan Osborne bahwa pengunduran dirinya "tidak perlu". "Tindakan saya tidak akan perlu jika dia sudah melakukan apa yang harus dilakukannya; menelpon orang-orang yang sangat dekat dengannya dan berkata, 'Anda tak perlu meraih tujuan dengan menghancurkan pembangkit listrik, rumah, sekolah dan membunuh anak-anak di pantai (Gaza)," kata Warsi.

Ia juga menyerukan embargo senjata terhadap Israel dan mendesak pemerintah Perdana Menteri David Cameron untuk "mengakui Palestina sebagai sebuah negara."

Warsi menegaskan, lagkah Inggris  tidak mengakui negara Palestina pada tahn 2012 dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB merupakan sebuah masalah.

"Tidak ada gunanya kita berbicara tentang solusi dua negara jika kita tidak melakukan hal-hal sederhana seperti mengakui Palestina...di PBB," kata Warsi.

Pada 5 Agustus lalu, Warsi, menteri wanita Muslim pertama di Inggris, mengundurkan diri karena kegagalan moral Cameron mengutuk kekejaman rezim Israel yang berlangsung di Gaza. (islamtimes/pahamilah)