Jumat, 22 Agustus 2014

Oxfam Desak Dunia Tangguhkan Penjualan Senjata ke Israel

Tank Zionis, menembaki Gaza

Pahamilah.com - Sebuah organisasi amal berbasis di Inggris mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel seiring serangan terbaru rezim itu di Jalur Gaza.

Pada Kamis (21/8/14), Oxfam menyerukan penghentian transfer senjata ke Israel karena senjata tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum kemanusiaan internasional.

"Sekarang, lebih dari sebelumnya, masyarakat internasional harus mengerahkan tekanan diplomatik secara maksimal, termasuk menangguhkan transfer senjata dan amunisi demi menunjukkan bahwa dunia tidak akan menolerir kekerasan dan penderitaan warga sipil..." kata Nishant Pandey, perwakilan Oxfam di wilayah Palestina yang diduduki.

Organisasi itu selanjutnya menyebut sejumlah besar warga yang tewas dan penghancuran besar-besaran terhadap infrastruktur Gaza. Ia mengatakan, situasi di Jalur Gaza dalam enam minggu terakhir adalah situasi terburuk dalam 20 tahun terakhir ini.

"Krisis kemanusiaan ini didorong oleh senjata. Menangguhkan transfer senjata dan amunisi sangat penting untuk memastikan tidak ada lagi warga sipil yang dirugikan. Konflik ini tidak dapat diselesaikan secara militer," tambah Pandey.

Tel Aviv melanjutkan agresinya terhadap warga Gaza pada hari Selasa (19/8) setelah pembicaraan gencatan senjata yang ditengahi Mesir gagal dan negosiator Israel meninggalkan Kairo.

Lebih dari dua lusin warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel pada hari Kamis (21/8).

Kematian terbaru ini membuat korban tewas akibat perang Israel di Jalur Gaza mendekati 2.090 orang. Sementara 10.300 lainnya terluka sejak agresi Israel 8 Juli lalu. (islamtimes/pahamilah)