Kamis, 14 Mei 2015

Nicola Taylor Peluk Islam Karena Penjelasan Embrio Manusia Dalam Quran


Pahamilah.com - Mengikuti perkembangan embrio bayi merupakan momen yang sangat menakjubkan dan mengharukan. Peristiwa luar biasa ini juga disebutkan dalam Alquran.

Siapa sangka kejadian ini membuat gadis asal Inggris, Nichola Taylor takjub. Ketakjuban akan kisah perkembangan embrio ini dalam Alquran memberinya hikmah untuk memeluk Islam.

Awalnya, kehidupan Nichola tidak terlalu religius meski ia meyakini kehadiran Tuhan. Ia pernah berdebat dengan ibunya terkait film Passion of Christ. Dia tidak bisa meyakini semua fakta yang terekam dalam film tersebut. Keputusannya menonton lantaran banyak tergoda kesan temannya yang menyatakan film tersebut menarik.

Beberapa tahun kemudian, Nichola mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional di London. Dunai baru ini menjadi masa awal baginya mengenal Islam. Profesinya membuat Nichola harus melayani kliennya para insinyur yang berasal dari Kairo, Mesir. Melalui merekalah, Nichola mulai mengenal Islam.

Awalnya Nichola tidak tertarik sama sekali dengan dunia Islam. Tetapi, ia begitu kagum lantaran melihat sebagian rekan kerjanya sanggup bekerja dengan baik meski berpuasa ketika Ramadan.

“Saat itu saya banyak bertanya seperti mengapa tidak makan dan minum, apakah puasa ini sehat, apa hal lain yang dilakukan selama Ramadan,” katanya.

Usai Ramadan, Nichola mulai melihat ada konsep yang salah tentang Islam di tengah masyarakat Barat. Baginya, masyarakat Barat sangat sedikit atau tidak punya pengetahuan sedikit pun tentang Islam.

Beberapa konsep yang salah dipahami seperti mengapa perempuan memakai hijab, apa fungsinya hijab, mengapa rambut dianggap bagian dari aurat.

Nichola pun memutuskan untuk mengenal Islam lebih dalam dengan mengunjungi Central Mosque di London dan membeli beberapa buku Islam. Ia disarankan untuk tidak membaca Alquran lebih dahulu karena akan lebih mudah memahami konsep-konsep sederhana dalam Islam melalui buku-buku.

“Buku-buku tersebut menarik tapi tidak ada yang menonjol sampai saya membaca buku Miracles of the Quran karya Harun Yahya,” katanya.

Buku tersebut menarik hati Nichola. Salah satu materi dalam buku tersebut, yang membahas perkembangan embrio dalam Alquran, yaitu pada Surat Al Mukminun ayat 12-14 mempertebal keyakinannya pada Islam.

“Saya sangat takjub dan berlinang air mata saat membacanya,” kenang Nichola.

Yang membuatnya semakin terharu adalah penjelasan dalam Alquran sangat rinci mengenai proses perkembangan embrio. Padahal, pengetahuan medis kala Alquran diturunkan tidak secanggih sekarang.

“Tidak ada scan untuk menunjukkan embrio pada tahap apapun, tidak ada pengetahuan tentang bagaimana tubuh manusia bekerja! Itu membuat saya bingung. Dan dari sinilah saya yakin (dengan Islam).”

Ia sempat merenung, dan akhirnya memutuskan menelepon salah satu koleganya di Kairo. Kepada koleganya, ia menyatakan ingin mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tahun pertama menjadi Muslimah ia jalani dengan penuh liku. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Dia sepenuhnya mengandalkan pengetahuan Islam dari internet, mulai dari belajar salat, tidak lagi mengonsumsi babi dan alkohol. Ia pun berusaha ikut puasa ketika Ramadan, meski tidak genap.

Namun berkat pertolongan Allah, Nichola akhirnya bertemu suaminya, seorang insinyur Muslim asal Mesir. Dengan bimbingan suaminya itu, Nichola akhirnya memiliki keluarga Muslim yang menyenangkan. (eramuslim/pahamilah)