Minggu, 19 Juli 2015

Dai Papua: Orang Asli Papua Sangat Toleran, Provokatornya Adalah Penginjil Asing






Pahamilah.com - Ulama dan Da’i asal Papua Ustadz Fadlan Garamatan menghimbau kepada umat Islam untuk tidak tersulut emosi terhadap kejadian pembakaran masjid dan penyerangan saat Sholat Ied diwilayah Tolikara Papua pada Jum’at 1 Syawal 1436 H (17/7/2015).


“Umat Islam hendaknya menghadapi kasus pembakaran masjid ini dengan hati yang dingin, mereka yang membakar masjid karena ketidak tahuannya tentang Islam,” ujar Ustadz Fadlan Garamatan sebagaimana dikutip dari Page Facebook ODOJ.

Ustadz Fadlan sangat yakin orang aseli Papua baik-baik dan toleran, namun provokasi dari misionaris yang membuat tragedi pembakaran masjid terjadi.

“Biangkeroknya adalah misionaris dari luar negeri dan dlm negeri,” ujar peraih perhargaan Tokoh Perubahan versi Republika 2011 ini melalui akun twitternya @fadlannuuwaar (18/7).

Lebih lanjut pendiri Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang aktif bergerak di bidang dakwah dan sosial ini mengungkapkan bahwa bumi Papua itu ladang dakwah. Dengan sentuhan dakwah banyak warga Papua yang sebelumnya pernah memusuhinya berbalik menjadi pendukung dakwah Islam. Jalan dakwah yang ditempuh oleh Ustadz Fadlan atas izin Allah telah berhasil mengislamkan 200.000an warga Papua. (eramuslim/pahamilah)