Selasa, 11 Februari 2014

Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam

Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Pahamilah.com - Semua orang pasti mengenal kata "sabar", namun tidak semua orang mampu untuk mendapatkan dirinya, tidak seluruh manusia tahan dalam menanggung segala bebannya, bukanlah persoalan mudah ketika "sabar" itu disematkan kedalam dada, juga tidaklah gampang menjiwainya.

Sabar itu sangat kejam sebab dia tidak mentoleransi apapun yang bertentangan dengannya, ia luar biasa super otoriter karena ia tidak mau diperintah oleh siapa pun bahkan oleh manusia itu sendiri.

Dengan Tegas ia menolak kehadiran "sifat dengki", ia pasti merantai "ketergesaan" yang bernafsu, ia juga tidak menyukai kehadiran si "buruk sangka", ia akan melemparkan sang "dendam" ke jurang maut apabila berani mencoba untuk mendekat , ia bahkan mengutuk si "irihati", ia pantang mundur hingga si "galau" pun diterkam kematian, bahkan ia dengan pedangnya siap membunuh "patah hati" demi mencegah sang "putus asa" menduduki peraduan jiwa.

Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam - ia tidak menghendaki siapa pun kecuali dirinya sendiri karena kesabaran itu adalah jalan keluar yang TIDAK memberikan jalan keluar.

Iblis dan setan gemetar tertunduk oleh karena ketakutan, sebab sang "sabar" berteriak keras bagai gemuruh ombak yang hendak memecah karang "Akulah sang sabar, aku tidak menghendaki apa pun berada disampingku, aku tidak mau bersekutu dengan siapa pun, aku tidak mengenal dengki, dendam, putus asa, galau bin resah, aku tidak mau berteman dengan si sakit hati, aku tolak semuanya.

Jangan pernah kalian mendekat, telah kuhunus pedang "kesabaran" ini untuk membunuh sifat jelek, akulah sang sabar, akulah sang makhluk yang sangat berbeda dari yang pernah diciptakan, aku tidak akan pernah tunduk kepada apa pun dan siapa pun, aku hanya mau bersujud dihadapan ridho Ilahi Rabbi.

"Wahai kalian manusia yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan; berpegang teguhlah padaku, sebab hanya akulah satu-satunya yang mampu menyejukkan hati dan menyucikan jiwa.

"Dapatkanlah aku, niscaya Ridho Ilahi robbi akan menerangi hidup dan kehidupanmu, rengkuhlah aku dan rebahkan aku dalam hatimu niscaya Allah akan merahmatimu, ikatlah aku dalam jiwamu agar Sang Maha Cinta menurunkan keindahan ketika engkau menghadapi ujian dan cobaan"
.
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)