Sabtu, 02 Agustus 2014

Pesan AS kepada Hamas : Jangan Serang Tentara Israel

 (John Kerry . Menlu AS)


Pada hari Jumat (1/8/14), militer Israel mengkonfirmasikan bahwa salah satu tentaranya telah ditangkap oleh pejuang Palestina di kota Rafah, Gaza. Tentara itu ditangkap diidentifikasi sebagai Hadar Goldin, 23 tahun.

Sekitar 1.500 warga Palestina telah tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dan ribuan lainnya terluka oleh serangan rezim Israel terhadap Jalur Gaza meski ada tekanan dari masyarakat internasional. PBB mengatakan lebih dari 80 persen kematian di Gaza adalah warga sipil.

Sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, telah menembakkan roket balasan, memukul kota-kota Israel dan menewaskan puluhan tentaranya.

Menurut satu laporan baru, Brigade Qassam mengatakan bahwa mereka telah menangkap seorang lagi tentara Israel. Seorang pejabat Hamas mengatakan tentara itu ditangkap sebelum gencatan senjata sementara mulai berlaku pada hari Jumat (1/8).

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mendesak Hamas untuk melepaskan tentara Israel segera, menyebut serangan dilaporkan "agak barbar yang melanggar perjanjian gencatan senjata."

Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat 72 jam yang mulai berlaku pukul 8.00 pagi waktu setempat (0500 GMT) pada hari Jumat (1/8). Namun, menurut sumber-sumber Palestina, pasukan Israel melanggar gencatan senjata segera setelah itu mulai berlaku, menewaskan empat orang di kota Rafah selatan Gaza.

Earnest mengatakan Washington telah meminta masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan Hamas. Dia mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai langkah-langkah berikutnya dalam krisis Gaza.

Dia menambahkan bahwa serangan itu "layak (mendapat) kutukan terkuat dari Amerika Serikat, dan tentu saja layak (mendapat) kecaman keras dari masyarakat internasional."

Militer Israel kini telah memutuskan untuk mengeksekusi Hannibal Directive. Perintah yang memungkinkan tindakan apapun yang diperlukan untuk melepaskan tentara yang ditangkap, termasuk membahayakan hidupnya, untuk mengatasi situasi.

Militer Israel mengatakan sejauh ini telah kehilangan hampir 61 tentara dalam bentrokan dengan pejuang perlawanan Palestina, tapi Hamas mengatakan lebih dari 146 tentara Israel telah tewas dalam 24 hari terakhir. (islamtimes/pahamilah)