Sabtu, 02 Agustus 2014

Presiden Boneka Ogah Mengutuk Penjajah Israel, Malah Mengecam Hamas

 (Presiden Boneka Penjajah Israel)

Obama malah mengutuk kelompok Palestina karena membunuh tentara Israel.

"Saya pikir sangat penting untuk dicatat bahwa kita memiliki, dan saya, tegas mengutuk Hamas dan faksi Palestina yang bertanggung jawab atas pembunuhan dua tentara Israel dan menculik yang ketiga beberapa menit setelah gencatan senjata telah diumumkan," kata Obama di ruang briefing Gedung Putih di Washington, Jumat (1/8/14).

Presiden AS juga mendesak Hamas berkomitmen untuk gencatan senjata.

"Saya pikir itu akan sangat sulit untuk menempatkan gencatan senjata kembali bersama-sama lagi jika Israel dan komunitas internasional tidak dapat merasa yakin bahwa Hamas dapat menindaklanjuti komitmen gencatan senjata," katanya.

Presiden Obama berjanji Amerika Serikat akan terus bekerja sama dengan Tel Aviv bagi memungkinkannya untuk melindungi diri terhadap pejuang perlawanan Palestina.

Anggota parlemen Amerika telah menyetujui RUU untuk menyediakan $ 225 juta bantuan darurat untuk sistem rudal Iron Dome untuk Israel.

Pada hari Jumat (1/8), Senat bergegas menyepakai undang-undang untuk memberikan uang untuk sistem rudal Iron Dome Israel.

Sementara itu, Senator Republik Lindsey Graham mengatakan pemungutan suara Senat adalah sinyal untuk Tel Aviv bahwa Washington di sana ketika Israel membutuhkannya.

Pentagon sebelumnya mengumumkan pengiriman amunisi ke Israel.

Israel telah terus-menerus menggempur wilayah terkepung selama 25 hari. Lebih dari 1.600 warga Palestina telah tewas dan ribuan terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.

Sebagai pembalasan, pejuang Palestina telah menembakkan roket ke Israel.

Israel dan Hamas telah sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat 72 jam yang mulai berlaku pada hari Jumat (1/8). Namun, sumber Palestina mengatakan pasukan Israel melanggar gencatan senjata segera setelah itu mulai berlaku, menewaskan empat orang di kota Rafah selatan Gaza. (islamtimes/pahamilah)