Jumat, 01 Agustus 2014

Sniper Israel: Saya Bunuh 13 Anak Palestina

(Sniper Penjajah Israel)

Posting di akun Instagram dari Palestina, David Ovadia merilis sebuah foto dirinya memegang senapan sniper.

Gambar dengan jabatannya, bagaimanapun, telah dihapus sepenuhnya oleh hacker dari kelompok anonim. Kelompok ini telah meluncurkan ratusan serangan terhadap situs-situs Israel selama dua tahun terakhir.

Langkah ini dilaporkan diikuti dengan serangan cyber kelompok itu pada Mossad dan Departemen Urusan Militer Zionis Israel.

Perkembangan datang sewaktu Tel Aviv mengklaim bahwa militernya telah menargetkan pejuang Palestina dari kelompok perlawanan Hamas dan menggambarkan korban tewas yang meningkat di wilayah kantung itu sebagai tambahan kerusakan.

Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak 8 Juli. Pasukan Israel juga memulai serangan darat terhadap tanah Palestina miskin pada tanggal 17 Juli. Lebih dari 300 anak-anak sejauh ini telah tewas.
Lebih dari 1.370 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh serangan Israel.

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel.

Sumber Israel telah mengkonfirmasi kematian 56 tentara. Namun, Hamas mengatakan korban jauh lebih tinggi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji akan menghancurkan terowongan Gaza dengan atau tanpa gencatan senjata.

Tel Aviv juga mengerahkan 16.000 tentara cadangan untuk operasi militer darat di Gaza, menempatkan jumlahnya menjadi 86.000.

Tel Aviv telah menargetkan rumah sakit, klinik, dan tempat penampungan selama 24 hari terakhir (islamtimes/pahamilah)