Rabu, 15 Mei 2013

Jangan Sekedar Baca Ini, namun Renungkan

Berapa banyak udara keluar masuk lewat hidung ketika bernafas? Apakah anda mampu menghitungnya? Anda mendapatkannya secara gratis tanpa tanda tangan, tanpa jaminan, tanpa agunan, tanpa prasyarat apapun. Jikalau semua itu dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Sanggupkah anda menebusnya? apa yang anda sombongkan dimuka bumi ini!!!

Jadi untuk apa anda berlaku aniaya? untuk apa anda merampas dari yang berhak? untuk apa anda menyakiti sesama makhluk? untuk apa anda berlaku tidak jujur? untuk apa anda semena-mena? untuk apa anda menghancurkan hidup dan kehidupan orang? Untuk apa?

Berapa banyak detak jantung memompa darah supaya ruh tetap bertahan didalam tubuh guna mewujudkan adanya kehidupan, Sanggupkah anda menghitungnya? Anda di anugerahi mesin kehidupan yang serba otomatis secara gratis , apakah anda tidak menyadarinya? andai pembuatan jantung dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Pabrik mana di dunia ini yang mampu menandingi kecanggihan Made in Tuhan? apa yang anda sombongkan di kehidupan ini?

Jadi untuk apa anda berlaku licik lagi hina? Jadi untuk apa anda hobi memutus tali silaturohmi? Untuk apa anda merusak rumah tangga orang? Untuk apa anda selingkuh? Untuk apa anda menyakiti hati suami dan menghina hasil jerih payahnya? Untuk apa anda tidak setia dengan istri? Untuk apa?

Anda mengaku kehidupan ini adalah milik anda dan mengklaim bahwa apapun yang anda dapatkan merupakan hasil kerja keras anda, lantas apakah dengan alasan itu anda meninggikan diri dihadapan sesama makhluk Tuhan? Menganggap semua yang diluar anda merupakan makhluk hina tiada berharga? Sungguh tidak tahu malu, ingatlah semua manusia pada hakekatnya adalah sama, saya, anda dan kita semua merupakan makhluk yang SANGAT-SANGAT MISKIN bahkan melebihi kata-kata itu , kita semua tanpa terkecuali LEBIH SANGAT-SANGAT MISKIN hingga Tuhan pun memberikan semua fasilitas tersebut secara gratis , Tanpa pajak, tanpa bunga, tanpa jaminan dan tanpa prasyarat apapun, dan Tuhan memberi fasilitas ini tiada pernah memandang anda itu anak siapa, berpangkat apa, anda itu suku dan berbangsa apa, anda itu kaya atau miskin, anda itu seorang ulama atau santri, Semua sama, bahkan yang tidak mengakui keberadaan Tuhan pun tetap di anugerahi fasilitas GRATIS. BUAT APA ANDA MENYOMBONGKAN DIRI? BUAT APA DAN UNTUK APA?

Jadi untuk apa pangkat yang anda banggakan? Untuk apa luasnya tanah yang anda agungkan? Untuk apa harta melimpah yang anda kedepankan? Untuk apa? Atas dasar apa dan karena apa ANDA MENYOMBONGKAN DIRI?

Jangan mencoba menjadi makhluk bangsat lagi terlaknat yang berani menyombongkan diri, sebab kesombongan bukanlah hak makhluk namun mutlak hak milik Sang Pencipta. Jika anda berani memakai pakaian Tuhan bersiap-siaplah anda menanggung segala konsekwensinya. Renungkanlah, kita semua itu sangat-sangat miskin, tidak punya apa-apa dan tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan. Ingatlah saya dan anda saat terlahir kedunia dengan telanjang tanpa membawa bekal, jadi janganlah menjadi manusia yang sombong, membeli udara yang kita hirup saja tak mampu apalagi membuat jantung kita seperti aslinya, jadi buat apa menyombongkan diri? CAMKAN ITU!!!

Wahai diriku, janganlah engkau menjadi makhluk tidak tahu diri yang suka memutus silaturohmi, janganlah engkau menjadi suami yang suka bermain dengan kata cerai, jangan pula engkau menjadi wanita yang suka meminta cerai tanpa kema’rufan, yang memandang rendah suami dan mengingkari jalan Islami.

Wahai diriku, janganlah engkau meninggikan suaramu melebihi keagungan Tuhan dan jangan pula engkau mengingkari nikmat yang telah di anugerahkan oleh-NYA.

Wahai diriku, janganlah engkau berlaku aniaya, menindas yang lemah dan berlaku tidak adil, mengesampingkan kebenaran dan serta memunafiki kenyataan yang ada.

Wahai diriku, janganlah engkau membanggakan apa yang engkau punya, entah itu luasnya tanahmu, anakmu, kedudukanmu, keberhasilanmu, melimpahnya hartamu dan apapun yang menyangkut isi dunia ini.

Wahai diriku, tunaikan kewajibanmu dengan sebaik-baiknya, jangan bodohi hati kecilmu dengan yang berbau dusta lagi tidak terpuji, hormati suamimu dan hargai tetes keringatnya, cintai istrimu dan letakkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan fitrahnya.


maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? {QS. Ar-Rahman: 21}