Rabu, 15 Mei 2013

Kpd YTH: Yang Miskin lagi Tidak Berpunya

Salam sejahtera semoga Tuhan senantiasa melindungi kita,

Buat apa anda mengeluh jika anda miskin lagi tidak berpunya? buat apa hati anda menangis jika dinista lagi dihina oleh mereka-mereka yang "katanya" kaya lagi berpunya? buat apa anda menyesali ketentuan yang telah di tetapkan-NYA? buat apa anda merasa rendah hingga merendahkan diri sendiri di hadapan sesama makhluk Tuhan? buat apa?

Tiadakah anda tahu bahwa sebenarnya andalah yang lebih kaya dan andalah yang lebih beruntung, tiadakah anda mengerti bahwa andalah sebenarnya yang paling punya segalanya, mungkin anda akan mengomentari tulisan saya, tapi tunggu jangan terburu-buru menilai judul sebelum mencermati isinya.

Andalah orang yang paling kaya sebab anda mempunyai yang tidak mereka miliki, anda lebih mengerti makna hidup bahwa pada hakekatnya kehidupan di dunia ini bukan hanya sekedar bersenang senang saja, di kehidupan ini kesenangan hanya sekedar lintasan, dalam kehidupan ini keindahan dan kesenangan bagai setetes air tawar di tengah lautan, dan di kehidupan ini perjuangan dalam kesusahpayahan memang sebuah keharusan dan keberhasilan hanya merupakan bonus saja.

Andalah orang yang paling kaya hati, sebab ujian dan cobaan telah menempa jiwa anda menuju kemurnian dimana tidak ada jarak dan batas antara jiwa anda dengan Tuhan, dimana semua keinginan dan doa dikabulkan.

Andalah orang yang paling dekat dengan dengan rasa syukur jika anda tidak enggan untuk berhikmah sebab berapakah nilai kesehatan yang anda miliki? maukah anda bertukar tempat dengan mereka yang kaya harta namun berpenyakitan lagi banyak hutang yang berjumlah ratusan juta hingga milyaran? yang selalu cuci darah guna mempertahankan kehidupan bagai ketergantungan hape yang senantiasa memerlukan ces-cesan? (charger)

Andalah orang yang paling kaya, sebab anda tidak buta dan masih bisa membaca juga menikmati jutaan warna yang bertaburan dijagad raya, andalah saja yang mampu memahami dalam hakikat bahwa semua manusia lahir kedunia dengan telanjang dan berpulang ke Tuhan hanya berbekal balutan kain kafan.

Andalah orang yang paling kaya sebab anda dapat berhikmah bahwa kekayaan dunia bukanlah segalanya, bahwa kekayaan  mustahil mampu membeli iman, jiwa dan nurani kita, bahwa kekayaan bukanlah merupakan ukuran nominal namun pada hakekatnya kekayaan adalah kemampuan kita untuk bersyukur , bersujud dan merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan kemurnian jiwa bukan dengan embel-embel semata, lalu berikrar dan menyatakan bahwa manusia tidak mempunyai kuasa apa-apa tanpa seizin-NYA


Ponorogo, 26 September 2010