Senin, 04 Agustus 2014

Inggris: Kami Meninjau Semua Izin Pengiriman Senjata ke Israel

 Seorang anak Palestina lari setelah dibidik tank Israel.

Pahamilah.com - Inggris mengaji semua izin penjualan senjata ke Israel dalam menanggapi peningkatan kemelut negara Yahudi itu dengan Hamas di Gaza, kata wanita juru bicara pemerintah Senin.

Israel melancarkan serangan terhadap Hamas hampir empat pekan lalu menyusul lonjakan penembakan roket lintas perbatasan. Pejabat Gaza menyatakan 1.797 orang Palestina, kebanyakan warga, tewas, sementara Israel kehilangan 64 tentara dalam pertempuran dan tiga warga akibat penembakan oleh Palestina.

"Kami meninjau semua izin pengiriman ke Israel untuk memastikan bahwa kami pikir itu sesuai," kata wanita juru bicara Perdana Menteri David Cameron kepada wartawan. Keputusan penelaahan itu diambil pada pekan lalu, katanya.

Menurut laporan panitia parlemen Inggris pada bulan lalu, kontrak luar biasa disetujui pemerintah untuk pengiriminan penggunaan ganda atau barang ketentaraan ke Israel senilai lebih dari 7,8 miliar pound (1,312 triliun rupiah), termasuk untuk memasok pelindung tubuh, sukucadang pesawat tak berawak, dan sukucadang peluru kendali.

"Keadaan saat ini jelas berubah jika dibandingkan dengan ketika beberapa izin diberikan dan kami meninjau izin itu terhadap keadaan saat ini, tapi belum ada keputusan," kata wanita juru bicara itu.

Partai Buruh, yang beroposisi, menuduh Cameron tidak mengutuk cukup kuat perilaku Israel, yang dibantah pemerintah.

Sedikit-dikitnya 10 orang tewas pada Minggu dalam serangan terkini atas sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gaza selatan, yang melindungi pengungsi Palestina akibat gempuran gencar Israel, kata petugas kesehatan.

Juru bicara layanan darurat Gaza Ashraf al-Qudra menyatakan, puluhan orang terluka akibat serangan itu, yang terjadi di kota Rafah, yang berbatasan dengan Mesir.

Chris Gunness, juru bicara badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina (UNRWA), menyatakan sekolah itu menampung ribuan pengungsi, yang dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh kekerasan di Gaza.

Itu kali ketiga dalam 10 hari sekolah badan dunia tersebut ditembaki dan terjadi empat hari sesudah peluru tank Israel menghantam sekolah di kota utara, Jabaliya, menewaskan 16 orang dalam serangan, yang dikutu keras kepala Ban Perserikatan Bangsa-Bangsa Ki-moon.

Serangan Israel terhadap sekolah kelolaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jalur Gaza utara itu menewaskan perempuan, anak-anak dan petugas badan dunia itu.

Sebelumnya, sedikit-dikitnya 15 orang tewas dan 200 terluka oleh serangan Israel di sekolah kelolaan badan dunia itu di kota utara, Beit Hanun, yang menampung ratusan pengungsi. (republika/pahamilah)