Minggu, 03 Agustus 2014

Setelah Ribuan Jadi Korban Israel Akhirnya Raja Abdullah Buka Suara

Raja Abdullah dan Obama (Tribunnews)

Pahamilah.com - Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mungkin ini pepatah yang bisa kita tujukan pada Raja Saudi, Abdullah.

Menjelang sebulan agresi brutal Israel di Gaza dan setelah 1.700 warga Palestina berdarah-darah, meregang nyawa di tanah air mereka, Raja yang menderita kanker paru-paru dan diperkirakan sudah dekat ajal itu akhirnya mengecam serangan Israel di Gaza.

Ia menyebut agresi Israel sebagai "kejahatan perang terhadap kemanusiaan" dalam sebuah pidato yang dibacakan atas namanya di televisi negara.

"Meski menyaksikan apa yang telah terjadi di seluruh kawasan, masyarakat internasional tidak peduli pada apa yang terjadi. Seolah hal itu bukan perhatiannya. Kebisuan [dalam agresi Israel] tidak bisa dibenarkan," begitu bunyi penggalan pernyataan sebagaimana dilansir al-Akhbar.

Meski Arab Saudi berupaya menjadi pemimpin di dunia Muslim dan pemain utama di Timur Tengah, tapi negara kaya minyak itu sangat pasif terkait agresi kejam Israel di Gaza.

Entahlah, pernyataan itu memang benar pernyatan Raja Abdullah atau disusun begitu saja sebagai sebuah pencitraan (islamtimes/pahamilah)