Minggu, 06 Juli 2014

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IV

 (lantai tempat kutidur berbantalkan bekas sandaran kursi)



Ponorogo, Selasa 03 Juni 2014 (5 Sya'ban 1435 Hijriah)


Tittle: DALAM MIMPI KU PUN BERMIMPI (Bag IV)
Sub: Wish You Were Here


Hampir setengah jam di waktu mimpi dalam bisunya keheningan yang menetes bersama genangan airmata, tiba-tiba engkau mendongak kan kepala sambil melihatku dengan tatapan sendu sembari mengeluh "Sebenarnya aku sudah lama mencari seseorang yang benar-benar mau menerimaku apa adanya,aku sudah lelah dan tidak tahu lagi harus berbuat apa"

Mendengar hal itu, aku pun tertegun begitu lama mematung dan tercenung, lalu aku berkata  "Dear Greay, Pahamilah, barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan hati, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan teguhnya keyakinan, oleh karena itu pula ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan hakiki karena keberhasilannya mengalahkan nafsu duniawi"

"Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan, maksud hati ingin mendatangkan badai dalam sehari guna menggulung segala sesuatu yang memuakkan perasaan, namun apa daya semua itu hanya sebuah khayalan sang pemimpi yang pada akhirnya malah meresahkan diri sendiri. namun apabila mendapat kegembiraan, segala hal yang meliputi itu dinikmati secara berlebihan, mudah lupa diri hingga tak ingat siapa dirinya sendiri, itulah sifat manusia... ya begitulah".  Quran senantiasa mengingatkan kami "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir" (1)

"Dear Grey, Cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya, karena siapa tahu ia akan menjadi musuhmu dilain waktu, dan bencilah musuhmu itu juga sewajarnya, karena siapa tahu dia menjadi sahabatmu di lain waktu, sebab “boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (2)

"Siapakah yang berhak menjadi tempat mengadu orang-orang yang dilanda kegelisahan. kesempitan, kesulitan dan kesedihan? kepada siapakah kita harus memohon pertolongan? siapakah yang layak menjadi tempat bergantung, memohon, meminta dan tempat meratap semua makhluk? siapakah yang berhak menjadi gantungan hati yang selalu diucapkan oleh lidah manusia ketika mengaduh? tak lain adalah hanya kepada Allah SWT semata, inilah menurut keyakinan kami"

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami" (3)  (Bersambung)






Footnote_____________________________________
1) QS. Al- Ma'arij: 19-21
2) QS. Al Baqarah : 216
3) QS Al-Baqarah: 286


Isi surat sebagaimana tersebut diatas tidak berubah, sesuai dengan aslinya, surat ini dikirim via email kepada Gridna Agreysia Widjaja





Adapun bagian I hingga IX dapat dilihat pada link dibawah ini;

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag I klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag II klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag III klik disini 

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IV klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag V klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VI klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VIII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IX klik disini