Minggu, 06 Juli 2014

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VIII

(lantai tempat kutidur berbantalkan bekas sandaran kursi)




Ponorogo, Sabtu 07 Juni 2014 (9 Sya'ban 1435 Hijriah)


Tittle: DALAM MIMPI KU PUN BERMIMPI (Bag VIII)
Sub: Iman Adalah Kehidupan


“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"


“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”(1)

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman serta mengalami krisis keyakinan. Mereka ini , selamanya akan berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kegelisahan, kemurkaan, dan kehinaan.

Dan, barangsiapa yang berpaling dari peringatan-KU, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (2)

Tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkannya, menyucikannya, membuatnya bahagia, dan mengusir kegundahan darinya, selain keimanan yang benar kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, singkatnya kehidupan ini akan terasa hambar tanpa iman.

Seberapa besar kuat atau lemah, hangat atau dingin iman kita, maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan ketenangan kita.

Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (3)

Maksud kehidupan yang baik adalah ketenangan jiwa mereka dikarenakan janji baik dari Allah SWT, keteguhan hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka, Islam agama mereka, dan Muhammad adalah nabi dan rosul yang di utus Allah untuk mereka. (Bersambung)





Footnote________________________
1) Al-Imron 64
2) Thaha: 124
3) An-Nahl: 97

- Isi surat sebagaimana tersebut diatas tidak berubah, sesuai dengan aslinya, surat ini dikirim via email kepada Gridna Agreysia Widjaja


 


Adapun bagian I hingga IX dapat dilihat pada link dibawah ini;

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag I klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag II klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag III klik disini 

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IV klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag V klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VI klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VIII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IX klik disini