Minggu, 06 Juli 2014

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VII

(lantai tempat kutidur berbantalkan bekas sandaran kursi)




Ponorogo, Jum’at 06 Juni 2014 (8 Sya'ban 1435 Hijriah)


Tittle: DALAM MIMPI KU PUN BERMIMPI (Bag VII)
Sub: Wish You Were Here


“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata "saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa menjadikan dunia sebagai keinginannya, maka Allah akan mencerai beraikan urusannya (sehingga dia menjadi bingung dibuatnya), Allah akan menjadikan kefakirannya di didepan kedua matanya, Dan, tidak datang kepada dunia, kecuali yang telah dituliskan untuknya. Dan, barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya (sehingga mudah-mudah saja semua itu dijalaninya). Allah akan memberikan kekayaannya di dalam hatinya, dan akan datang kepadanya dunia karena dunia itu rendah sekali"

Dari Abdullah bin mas'ud, dia berkata, "saya pernah mendengar Nabi SAW mengatakan, Barangsiapa menjadikan semua keinginannya itu menjadi satu, yakni keinginan terhadap akhirat, maka Allah akan mencukupkan keinginan dunianya. Dan, barangsiapa yang banyak sekali keinginannya terhadap permasalahan dunia, maka Allah tidak akan mempedulikannya di lembah mana dia akan hancur"

“kukira sedikit renungan diatas adalah pelajaran bagi kita sebagai hamba yang tidak mempunyai daya upaya di hadapan-NYA, nasehat ini khususnya ditujukan kepadaku juga kepadamu”

“Kamu kenapa lagi Grey?” kataku.

“Aku ini lagi sedih, sungguh aku ingin banget menangis, tapi aku harus sanggup untuk menahan hal itu, bagiku orang lain tidak perlu tahu bahwasanya aku ini dirundung sedih dan kesusahan tanpa ujung, jadi biarlah aku sendiri saja yang merasakan, aku pasti mampu bertahan dan melewati semua ini”

“Grey, perkenankan aku bertanya sekali lagi, sebenarnya apa sih yang kamu inginkan?

Kemudian engkau menjawab “ketika menjalani kehidupanku sekarang ini sesungguhnya aku sendiri tidak bisa memastikan ingin apa dan bagaimana, namun yang kutahu bahwa aku ini hanya ingin ketenangan, tapi aku sendiri tidak tahu ketenangan itu ada dimana?”

“Kalau boleh bilang, sebenarnya aku kurang begitu suka berada di Amerika, karena kurasa terlalu bebas, tapi bagaimana lagi aku tidak bisa berbuat banyak, sebab hanya di negara ini aku bisa mencari uang”

“Aku ingin banget dekat dengan saudaraku, tapi apa yang bisa kuperbuat? karena mata pencaharianku ada disini, yach… mungkin ini sudah jalan kehidupanku”

“Tapi aku bingung, apakah aku harus disini terus? atau aku pergi melangkahkan kaki meninggalkan negara ini?”

“Dear Grey sudah sejauh ini kita bicara, apa yang terbaik hanya engkau saja yang tahu, sebab mengenai situasi kondisi seperti apa dan bagimana, tentu kamu lebih memahami daripada yang kumengerti, namun setidaknya mohon renungkan dulu nasehat bijak dari sang utusan Tuhan itu”

“Dear Grey, aku selalu mendoakanmu…” (Besambung)




Footenote____________________________
Isi surat sebagaimana tersebut diatas tidak berubah, sesuai dengan aslinya, surat ini dikirim via email kepada Gridna Agreysia Widjaja



Adapun bagian I hingga IX dapat dilihat pada link dibawah ini;

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag I klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag II klik disini

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag III klik disini 

Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IV klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag V klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VI klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag VIII klik disini 


Dalam Mimpiku pun Bermimpi Bag IX klik disini