middle ad
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan


Pahamilah.com - Ketika Anak Bertanya Tentang Allah? Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)


“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:

“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
 

Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis). (FBmutiarahikmah/pahamilah)

Allahu a’lam.



Berbagi Pengetahuan, sebarkan, semoga Allah SWT meridhoi

 

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah? inilah Jawabannya



Pahamilah.com - Ketika Anak Bertanya Tentang Allah? Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)


“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:

“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
 

Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis). (FBmutiarahikmah/pahamilah)

Allahu a’lam.



Berbagi Pengetahuan, sebarkan, semoga Allah SWT meridhoi

 



Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di muka bumi ini, bukan demikian saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?! Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku...jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai dengan sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah...wah...pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya...Subhanallaah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah...pasti sangat indah dan mengagumkan yah? Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Raffah, sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil...yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya , terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah...itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah ASIA!! Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian...? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?! Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami meninggal. Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah, saudaraku!! Mereka wafat syahid saudaraku!! mati syahid karena serangan roket tentara Israel!!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1.400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3.000 bayi baru dijalur Gaza dan Subhanallaah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar...Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah. Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezeki disana..? Apa negeri kalian sedang di blokade juga..? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hammas sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang akan mencukupkan rezeki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah...mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana Menteri kami Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan di negeri kalian, seperti yang diceritakan teman saya tersebut. Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam...yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku. Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh. Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan kalian pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas disini wajib menghapal surat Al-Anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal disela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian? Akhir Desember 2009 lalu, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1.000 anak yang tahun ini menghapal Al-Qur'an, umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur'an ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma. Yah...di tempat itulah mereka belajar saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur'an mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah...kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Do'a-do'a kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi salam untuk semua pejuang-pejuang Islam di Indonesia.



"Anonim"




Surat Terbuka Warga Palestina Untuk Indonesia



Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di muka bumi ini, bukan demikian saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?! Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku...jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai dengan sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah...wah...pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya...Subhanallaah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah...pasti sangat indah dan mengagumkan yah? Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Raffah, sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil...yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya , terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah...itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah ASIA!! Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian...? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?! Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami meninggal. Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah, saudaraku!! Mereka wafat syahid saudaraku!! mati syahid karena serangan roket tentara Israel!!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1.400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3.000 bayi baru dijalur Gaza dan Subhanallaah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar...Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah. Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezeki disana..? Apa negeri kalian sedang di blokade juga..? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hammas sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang akan mencukupkan rezeki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah...mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana Menteri kami Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan di negeri kalian, seperti yang diceritakan teman saya tersebut. Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam...yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku. Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh. Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan kalian pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas disini wajib menghapal surat Al-Anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal disela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian? Akhir Desember 2009 lalu, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1.000 anak yang tahun ini menghapal Al-Qur'an, umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur'an ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma. Yah...di tempat itulah mereka belajar saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur'an mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah...kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Do'a-do'a kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi salam untuk semua pejuang-pejuang Islam di Indonesia.



"Anonim"




*Pesan Nafas Cinta Yang Terakhir


Apa kabar cintaku? Lama nian kita tak jumpa dan tiada pula bertegur sapa, aku yakin bukan karena kebencian diantara kita, aku pun yakin bukan karena apa - apa, tapi rutinitas kesibukan jua yang telah menjebak kita dalam hiruk pikuknya kehidupan dunia.

Untuk itu, ada satu hal yang ingin aku utarakan sebagai bahan renungan, bagaimana memikirkan indahnya malam pertama, tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata, bukan pula malam pertama bagai memasuki peraduan Adam dan Hawa, justru malam pertama ketika perkawinan kita dengan Sang Maut tiba, dimana malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.

Hari itu, mempelai sangat dimanjakan, mandi pun harus dimandikan - seluruh badan pun terbuka, tak ada sehelai benang menutupi dan tiada sedikit pun rasa malu, seluruh anggota badan digosok dan dibersihkan, kotoran dari lubang hidung hingga anus dikeluarkan, bahkan lubang – lubang itu kemudian ditutup dengan kapas putih, Itulah sosok kita, Itulah jasad kita saat itu.

Setelah dimandikan, lalu dikenakan gaun cantik berwarna putih, kain itu sangat jarang orang memakainya, ber-merk sangat terkenal bernama Kafan.

Wewangian ditabur keatas baju kita, bagian kepala, badan, dan kaki diikatkan, tataplah... tataplah... itu rupa wajah kita di keranda pelaminan, lalu disiapkan pengantin bersanding sendirian.

Kemudian sang mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita dengan iringan langkah gontai seluruh keluarga serta rasa haru para handai taulan.

Lantunan syahdu yang bersyair adzan serta kalimah kudus, dimana akad nikahnya menggunakan bacaan talkin, berwalikan liang lahat dan saksi - saksinya adalah barisan nisan yang telah tiba duluan, dengan siraman air mawar sebagai pengantar akhir kerinduan.

Dan akhirnya... tibalah masa pengantin menunggu ditinggal sendirian untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah dalam menjalani kehidupan.

Malam pertama bersama Sang Maha KEKASIH, ditemani rayap - rayap serta cacing tanah dalam kamar yang bertilamkan tanah, dan ketika tujuh langkah telah pergi, sang malaikat pun berkunjung hendak bertanya namun tidak tahu apakah memperoleh nikmat atau mendapat siksa kubur setelahnya, tiada sekali pun kita tahu dan tak seorang pun yang tahu, tapi anehnya kebanyakan kita manusia tak pernah galau ketakutan tentang nikmat atau siksa yang akan diterima, namun sayang kita manusia enggan untuk menitikkan air mata, seolah airmata itu merupakan barang berharga yang sangat mahal.

Dan apakah Dia Sang Maha Kekasih kelak menetapkan ke syurga atau melemparkan diri ini ke neraka? hanya Dia yang berkenan, tentunya kita manusia berharap menjadi ahli syurga, tapi, tapi, sudah pantaskah sikap perilaku dan perbuatan kita selama ini untuk disebut sebagai ahli syurga?

Cintaku, mohon maaf jika malam itu aku tak bisa menemanimu, bukan berarti tak setia bukan pula aku berkhianat, tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan, tapi percayalah aku pasti kan mendo'akanmu, sebab sungguh aku sangat menyayangimu, rasa sayangku padamu lebih dari apa yang engkau duga, dalam doaku semoga engkau menjadi ahli syurga. Amien

Cintaku, jika ini adalah bacaan terakhirmu maka renungkanlah dan apabila coretan ini adalah pesan terakhir dari kekasihmu maka ambil hikmahnya, tapi jika ini adalah salahku - maafkan aku, terlebih jika aku harus mendahuluimu, mohon ikhlas dan maafkan seluruh khilafku yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.

Dan apabila goresan jiwaku ini ada manfaatnya, salinlah kedalam kertas putih, lalu engkau simpan sebagai bahan renungan, siapa tahu suatu saat engkau ingat kepadaku ketika aku berpindah ke alam lain, hanya satu pintaku padamu tolong do'akan aku agar khusnul khotimah menghadap kehadirat-NYA.

"Robbana dholamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin," Ya Tuhan kami telah menganiaya diri kami sendiri & jika Engkau tidak mengampuni kami niscaya kami termasuk orang-orang yg merugi." {QS. Al A'raf : 23}



________________________________
*Diadaptasi dengan perubahan seperlunya oleh Andik Priyo Kunarbowo dari "Renungan Terakhir"  yang berjudul "Apa Kabar Cintaku" oleh kang Rahmat

Pesan Nafas Cinta Yang Terakhir

*Pesan Nafas Cinta Yang Terakhir


Apa kabar cintaku? Lama nian kita tak jumpa dan tiada pula bertegur sapa, aku yakin bukan karena kebencian diantara kita, aku pun yakin bukan karena apa - apa, tapi rutinitas kesibukan jua yang telah menjebak kita dalam hiruk pikuknya kehidupan dunia.

Untuk itu, ada satu hal yang ingin aku utarakan sebagai bahan renungan, bagaimana memikirkan indahnya malam pertama, tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata, bukan pula malam pertama bagai memasuki peraduan Adam dan Hawa, justru malam pertama ketika perkawinan kita dengan Sang Maut tiba, dimana malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.

Hari itu, mempelai sangat dimanjakan, mandi pun harus dimandikan - seluruh badan pun terbuka, tak ada sehelai benang menutupi dan tiada sedikit pun rasa malu, seluruh anggota badan digosok dan dibersihkan, kotoran dari lubang hidung hingga anus dikeluarkan, bahkan lubang – lubang itu kemudian ditutup dengan kapas putih, Itulah sosok kita, Itulah jasad kita saat itu.

Setelah dimandikan, lalu dikenakan gaun cantik berwarna putih, kain itu sangat jarang orang memakainya, ber-merk sangat terkenal bernama Kafan.

Wewangian ditabur keatas baju kita, bagian kepala, badan, dan kaki diikatkan, tataplah... tataplah... itu rupa wajah kita di keranda pelaminan, lalu disiapkan pengantin bersanding sendirian.

Kemudian sang mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita dengan iringan langkah gontai seluruh keluarga serta rasa haru para handai taulan.

Lantunan syahdu yang bersyair adzan serta kalimah kudus, dimana akad nikahnya menggunakan bacaan talkin, berwalikan liang lahat dan saksi - saksinya adalah barisan nisan yang telah tiba duluan, dengan siraman air mawar sebagai pengantar akhir kerinduan.

Dan akhirnya... tibalah masa pengantin menunggu ditinggal sendirian untuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah dalam menjalani kehidupan.

Malam pertama bersama Sang Maha KEKASIH, ditemani rayap - rayap serta cacing tanah dalam kamar yang bertilamkan tanah, dan ketika tujuh langkah telah pergi, sang malaikat pun berkunjung hendak bertanya namun tidak tahu apakah memperoleh nikmat atau mendapat siksa kubur setelahnya, tiada sekali pun kita tahu dan tak seorang pun yang tahu, tapi anehnya kebanyakan kita manusia tak pernah galau ketakutan tentang nikmat atau siksa yang akan diterima, namun sayang kita manusia enggan untuk menitikkan air mata, seolah airmata itu merupakan barang berharga yang sangat mahal.

Dan apakah Dia Sang Maha Kekasih kelak menetapkan ke syurga atau melemparkan diri ini ke neraka? hanya Dia yang berkenan, tentunya kita manusia berharap menjadi ahli syurga, tapi, tapi, sudah pantaskah sikap perilaku dan perbuatan kita selama ini untuk disebut sebagai ahli syurga?

Cintaku, mohon maaf jika malam itu aku tak bisa menemanimu, bukan berarti tak setia bukan pula aku berkhianat, tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan, tapi percayalah aku pasti kan mendo'akanmu, sebab sungguh aku sangat menyayangimu, rasa sayangku padamu lebih dari apa yang engkau duga, dalam doaku semoga engkau menjadi ahli syurga. Amien

Cintaku, jika ini adalah bacaan terakhirmu maka renungkanlah dan apabila coretan ini adalah pesan terakhir dari kekasihmu maka ambil hikmahnya, tapi jika ini adalah salahku - maafkan aku, terlebih jika aku harus mendahuluimu, mohon ikhlas dan maafkan seluruh khilafku yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.

Dan apabila goresan jiwaku ini ada manfaatnya, salinlah kedalam kertas putih, lalu engkau simpan sebagai bahan renungan, siapa tahu suatu saat engkau ingat kepadaku ketika aku berpindah ke alam lain, hanya satu pintaku padamu tolong do'akan aku agar khusnul khotimah menghadap kehadirat-NYA.

"Robbana dholamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin," Ya Tuhan kami telah menganiaya diri kami sendiri & jika Engkau tidak mengampuni kami niscaya kami termasuk orang-orang yg merugi." {QS. Al A'raf : 23}



________________________________
*Diadaptasi dengan perubahan seperlunya oleh Andik Priyo Kunarbowo dari "Renungan Terakhir"  yang berjudul "Apa Kabar Cintaku" oleh kang Rahmat
Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Pahamilah.com - Semua orang pasti mengenal kata "sabar", namun tidak semua orang mampu untuk mendapatkan dirinya, tidak seluruh manusia tahan dalam menanggung segala bebannya, bukanlah persoalan mudah ketika "sabar" itu disematkan kedalam dada, juga tidaklah gampang menjiwainya.

Sabar itu sangat kejam sebab dia tidak mentoleransi apapun yang bertentangan dengannya, ia luar biasa super otoriter karena ia tidak mau diperintah oleh siapa pun bahkan oleh manusia itu sendiri.

Dengan Tegas ia menolak kehadiran "sifat dengki", ia pasti merantai "ketergesaan" yang bernafsu, ia juga tidak menyukai kehadiran si "buruk sangka", ia akan melemparkan sang "dendam" ke jurang maut apabila berani mencoba untuk mendekat , ia bahkan mengutuk si "irihati", ia pantang mundur hingga si "galau" pun diterkam kematian, bahkan ia dengan pedangnya siap membunuh "patah hati" demi mencegah sang "putus asa" menduduki peraduan jiwa.


Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam - ia tidak menghendaki siapa pun kecuali dirinya sendiri karena kesabaran itu adalah jalan keluar yang TIDAK memberikan jalan keluar.

Iblis dan setan gemetar tertunduk oleh karena ketakutan, sebab sang "sabar" berteriak keras bagai gemuruh ombak yang hendak memecah karang "Akulah sang sabar, aku tidak menghendaki apa pun berada disampingku, aku tidak mau bersekutu dengan siapa pun, aku tidak mengenal dengki, dendam, putus asa, galau bin resah, aku tidak mau berteman dengan si sakit hati, aku tolak semuanya.

Jangan pernah kalian mendekat, telah kuhunus pedang "kesabaran" ini untuk membunuh sifat jelek, akulah sang sabar, akulah sang makhluk yang sangat berbeda dari yang pernah diciptakan, aku tidak akan pernah tunduk kepada apa pun dan siapa pun, aku hanya mau bersujud dihadapan ridho Ilahi Rabbi.

"Wahai kalian manusia yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan; berpegang teguhlah padaku, sebab hanya akulah satu-satunya yang mampu menyejukkan hati dan menyucikan jiwa.

"Dapatkanlah aku, niscaya Ridho Ilahi robbi akan menerangi hidup dan kehidupanmu, rengkuhlah aku dan rebahkan aku dalam hatimu niscaya Allah akan merahmatimu, ikatlah aku dalam jiwamu agar Sang Maha Cinta menurunkan keindahan ketika engkau menghadapi ujian dan cobaan"
.
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)
Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam

Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam

Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Pahamilah.com - Semua orang pasti mengenal kata "sabar", namun tidak semua orang mampu untuk mendapatkan dirinya, tidak seluruh manusia tahan dalam menanggung segala bebannya, bukanlah persoalan mudah ketika "sabar" itu disematkan kedalam dada, juga tidaklah gampang menjiwainya.

Sabar itu sangat kejam sebab dia tidak mentoleransi apapun yang bertentangan dengannya, ia luar biasa super otoriter karena ia tidak mau diperintah oleh siapa pun bahkan oleh manusia itu sendiri.

Dengan Tegas ia menolak kehadiran "sifat dengki", ia pasti merantai "ketergesaan" yang bernafsu, ia juga tidak menyukai kehadiran si "buruk sangka", ia akan melemparkan sang "dendam" ke jurang maut apabila berani mencoba untuk mendekat , ia bahkan mengutuk si "irihati", ia pantang mundur hingga si "galau" pun diterkam kematian, bahkan ia dengan pedangnya siap membunuh "patah hati" demi mencegah sang "putus asa" menduduki peraduan jiwa.


Sabar itu Super Otoriter Yang Sangat Kejam - ia tidak menghendaki siapa pun kecuali dirinya sendiri karena kesabaran itu adalah jalan keluar yang TIDAK memberikan jalan keluar.

Iblis dan setan gemetar tertunduk oleh karena ketakutan, sebab sang "sabar" berteriak keras bagai gemuruh ombak yang hendak memecah karang "Akulah sang sabar, aku tidak menghendaki apa pun berada disampingku, aku tidak mau bersekutu dengan siapa pun, aku tidak mengenal dengki, dendam, putus asa, galau bin resah, aku tidak mau berteman dengan si sakit hati, aku tolak semuanya.

Jangan pernah kalian mendekat, telah kuhunus pedang "kesabaran" ini untuk membunuh sifat jelek, akulah sang sabar, akulah sang makhluk yang sangat berbeda dari yang pernah diciptakan, aku tidak akan pernah tunduk kepada apa pun dan siapa pun, aku hanya mau bersujud dihadapan ridho Ilahi Rabbi.

"Wahai kalian manusia yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan; berpegang teguhlah padaku, sebab hanya akulah satu-satunya yang mampu menyejukkan hati dan menyucikan jiwa.

"Dapatkanlah aku, niscaya Ridho Ilahi robbi akan menerangi hidup dan kehidupanmu, rengkuhlah aku dan rebahkan aku dalam hatimu niscaya Allah akan merahmatimu, ikatlah aku dalam jiwamu agar Sang Maha Cinta menurunkan keindahan ketika engkau menghadapi ujian dan cobaan"
.
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)
 Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Setan tersenyum membaca judul ini bahkan ada yang tertawa ngakak, malaikat pun kelabakan, mereka berontak saling adu argumentasi mempertahankan apa yang telah diyakini sesuai dengan tugas dan kewajibannya, aku pun tersenyum, "ah buat apa dipikirin itu urusan mereka"

Setan dengan semangatnya mengajari manusia dengan bisikan lembut yang penuh tipu daya,
sedang malaikat mengangkat panji-panji kebenaran dengan sangat tinggi setinggi kebenaran itu sendiri.

Malaikat dan setan mempunyai kedudukan masing-masing, tidak ada yang unggul dan saling mengungguli, setan tidak bisa menandingi kebajikan malaikat dan malaikat pun tidak mungkin sanggup menandingi keburukan setan. yah dua dunia yang sangat berbeda, namun tidak dapat dipisahkan.

Setan suka menipu dengan jutaan rayuan kebohongannya, sedang malaikat sangat jujur hingga kejujuran yang tiada terukur dalamnya.

suatu ketika mereka berdebat, riuh sekali, setan berkata SORGA TERNYATA TIDAK ADA,
sang malaikat pun marah besar, "hai setan apa engkau tidak beriman kepada Allah?"
setan pun menjawab "oleh karena imanku dan atas ke Agungan-NYA maka aku bersaksi bahwa SORGA TERNYATA TIDAK ADA"

Malaikat pun semakin gusar "anda itu memang setan yang kerjaannya hanya merusak kebenaran"
setan pun menyela "untuk satu ini aku sama sekali tidak berbohong aku bertaruh jika aku berbohong kematianku yang ditangguhkan sekarang juga tercabut"

Malaikat pun semakin gusar "hai terlaknat sungguh engkau telah mempermainkan kebenaran"
kemudian setan pun tak kalah kerasnya dia pun berkata "tunggu sobat dengarkan penjelasanku dulu, dengarlah kebenaran ini bahwa SORGA TERNYATA TIDAK ADA bagi orang yang;

1. Murtad
2. Kafir dan Menghalangi Orang Dari Jalan Allah
3. Menyesatkan Manusia Dari Agama Allah

SEBAB MEREKA INI KEKAL DIDALAM NERAKA, jadi SORGA TIDAK BERLAKU BAGI MEREKA itulah alasannya SORGA TERNYATA TIDAK ADA bagi golongan tersebut, itu saja ya penjelasanku, daripada nanti aku di kira menyabotase kepandaianmu wahai malaikat", dan setelah itu setan pun pergi dengan santainya meninggalkan malaikat yang geleng-geleng kepala atas kelakuan sang setan...


Ponorogo 12 Januari 2010

Dan Surga Ternyata Tidak Ada

 Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Setan tersenyum membaca judul ini bahkan ada yang tertawa ngakak, malaikat pun kelabakan, mereka berontak saling adu argumentasi mempertahankan apa yang telah diyakini sesuai dengan tugas dan kewajibannya, aku pun tersenyum, "ah buat apa dipikirin itu urusan mereka"

Setan dengan semangatnya mengajari manusia dengan bisikan lembut yang penuh tipu daya,
sedang malaikat mengangkat panji-panji kebenaran dengan sangat tinggi setinggi kebenaran itu sendiri.

Malaikat dan setan mempunyai kedudukan masing-masing, tidak ada yang unggul dan saling mengungguli, setan tidak bisa menandingi kebajikan malaikat dan malaikat pun tidak mungkin sanggup menandingi keburukan setan. yah dua dunia yang sangat berbeda, namun tidak dapat dipisahkan.

Setan suka menipu dengan jutaan rayuan kebohongannya, sedang malaikat sangat jujur hingga kejujuran yang tiada terukur dalamnya.

suatu ketika mereka berdebat, riuh sekali, setan berkata SORGA TERNYATA TIDAK ADA,
sang malaikat pun marah besar, "hai setan apa engkau tidak beriman kepada Allah?"
setan pun menjawab "oleh karena imanku dan atas ke Agungan-NYA maka aku bersaksi bahwa SORGA TERNYATA TIDAK ADA"

Malaikat pun semakin gusar "anda itu memang setan yang kerjaannya hanya merusak kebenaran"
setan pun menyela "untuk satu ini aku sama sekali tidak berbohong aku bertaruh jika aku berbohong kematianku yang ditangguhkan sekarang juga tercabut"

Malaikat pun semakin gusar "hai terlaknat sungguh engkau telah mempermainkan kebenaran"
kemudian setan pun tak kalah kerasnya dia pun berkata "tunggu sobat dengarkan penjelasanku dulu, dengarlah kebenaran ini bahwa SORGA TERNYATA TIDAK ADA bagi orang yang;

1. Murtad
2. Kafir dan Menghalangi Orang Dari Jalan Allah
3. Menyesatkan Manusia Dari Agama Allah

SEBAB MEREKA INI KEKAL DIDALAM NERAKA, jadi SORGA TIDAK BERLAKU BAGI MEREKA itulah alasannya SORGA TERNYATA TIDAK ADA bagi golongan tersebut, itu saja ya penjelasanku, daripada nanti aku di kira menyabotase kepandaianmu wahai malaikat", dan setelah itu setan pun pergi dengan santainya meninggalkan malaikat yang geleng-geleng kepala atas kelakuan sang setan...


Ponorogo 12 Januari 2010
 Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Saya ingat beberapa waktu lalu ada konferensi kecil-kecilan, bukan dengan meja kotak atau bundar tapi hanya menggunakan tikar alias lesehan, kegiatan tersebut biasa dilakukan sambil ngopi ditepian bumi yang kian riuh diterpa gemuruhnya kegalauan manusia dalam hilir mudik kehidupannya,

"Mas aku pengen takdirku berubah" itu kata seorang orator yang mengacaukan "takeoff" nya kepulan asap rokok yang berontak ingin mencapai langit tujuh tingkatan, "takdir dimasa depan bagitukah maksudnya?" aku pun mengatakan demikian oleh karena otakku yang "njlimet" ini gak mau menghentikan roda pemikirannya.

"Ya jelas dong mas, apa saya akan terus begini aja?" dia menyahut dalam penuh harap-harap cemas, lalu aku pun menimpali "mas mari berpikir yang realistis aja, jangan berpikir yang tidak-tidak, mending kita berpikir yang iya-iya aja" dan dia pun  bertanya "maksud realistis itu yang gimana?"

Sembari meletakkan cangkir kopi "Star Mbak" yang rasa dan aromanya tidak kalah bahkan lebih nikmat dari "Starbucks" aku pun berkata "sudah tahukah yang akan datang itu mas akan ditakdirin jadi apa? misal gini, kira-kira seminggu lagi atau sebulan lagi atau bahkan setahun lagi kira-kira takdir mas itu akan jadi apa?" sambil mengernyitkan dahi oleh karena full nya benang-benang pikiran yang nyangkut di dahi dia menjawab "ya jelas gak tahu dong".

Sambil menghisap rokok dalam-dalam lalu menikmatinya hingga hembusan terakhir aku pun mengatakan "Jika saya di izinkan bicara "ANDAI" maka coba kita renungkan; andai kita minggu depan atau bulan depan atau mungkin tahun depan ditakdirkan menjadi bupati atau gubernur bahkan menteri atau presiden sekalipun, apakah hal itu tetap akan kita minta untuk dirubah karena tidak terima? jika kita ngotot untuk lebih baik, apakah hal itu merupakan wujud dari rasa syukur atau rakus? kemudian dia pun menimpali "itu bukan rasa syukur dan bisa dikatakan tidak syukur alias rakus"

Kemudian saya berkata lagi "Oke, hal itu jika mengetahui bahwa kedepannya kita akan menjadi lebih baik, namun sebaliknya apabila di masa depan kita malah menjadi yang lebih rendah dari itu , misal memperoleh pekerjaan tidak bergengsi sama sekali atau hanya alakadarnya atau bahkan bisa jadi gak dapat apa-apa hingga jadi (maaf) kere sekalipun, apa yang bisa kita lakukan? apakah kita menolaknya dan tidak terima lalu protes kepada Sang Penguasa Anugerah?"

Dia mencoba untuk berargumentasi "mas takdir itu kan ada takdir baik dan takdir buruk?" aku pun menjawab "baiklah, kalau begitu saya coba untuk perjelas dan "se simple" mungkin; dimasa datang kita tahu apa tidak bahwa kelak ditakdirkan untuk menjadi lebih baik atau sebaliknya? lalu dia menjawab "yang jelas kita semua tidak tahu"

Saya bertanya lagi "Jika kita tidak tahu maka yang dirubah itu takdir yang mana? kecuali dari waktu kekinian kita tahu bahwa dimasa depan bakal memperoleh sesuatu yang buruk, maka untuk menghindari hal itu lalu mencoba melobi Sang Pencipta agar nantinya terhindar dari hal tersebut, mungkin seperti itu ya? dan sayang kita bukan dukun, dan lebih sayangnya lagi bahwa dukun pun tidak tahu masa depan mereka seperti apa, sebab semua itu rahasia Allah semata, semua manusia pasti ingin lebih baik, yang penting kita disini berusaha sebaik dan semaksimal yang kita mampui, mengenai hasilnya bagaimana dan seperti apa, kita sebagai manusia tidak punya hak untuk menentukan hal itu, sebab merupakan hak prerogatif Allah SWT, maka dari itu marilah kita jaga niat, lalu mencoba senantiasa menyempurnakan ihtiar.


“Innallaha laa yughayyiru maa biqawmim hattaa yughayyiru bianfusihim..” {QS. Ar-Ra’d :11}

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri...


Ponorogo 18 Januari 2014

Membingungkan Takdir

 Oleh: Andik Priyo Kunarbowo

Saya ingat beberapa waktu lalu ada konferensi kecil-kecilan, bukan dengan meja kotak atau bundar tapi hanya menggunakan tikar alias lesehan, kegiatan tersebut biasa dilakukan sambil ngopi ditepian bumi yang kian riuh diterpa gemuruhnya kegalauan manusia dalam hilir mudik kehidupannya,

"Mas aku pengen takdirku berubah" itu kata seorang orator yang mengacaukan "takeoff" nya kepulan asap rokok yang berontak ingin mencapai langit tujuh tingkatan, "takdir dimasa depan bagitukah maksudnya?" aku pun mengatakan demikian oleh karena otakku yang "njlimet" ini gak mau menghentikan roda pemikirannya.

"Ya jelas dong mas, apa saya akan terus begini aja?" dia menyahut dalam penuh harap-harap cemas, lalu aku pun menimpali "mas mari berpikir yang realistis aja, jangan berpikir yang tidak-tidak, mending kita berpikir yang iya-iya aja" dan dia pun  bertanya "maksud realistis itu yang gimana?"

Sembari meletakkan cangkir kopi "Star Mbak" yang rasa dan aromanya tidak kalah bahkan lebih nikmat dari "Starbucks" aku pun berkata "sudah tahukah yang akan datang itu mas akan ditakdirin jadi apa? misal gini, kira-kira seminggu lagi atau sebulan lagi atau bahkan setahun lagi kira-kira takdir mas itu akan jadi apa?" sambil mengernyitkan dahi oleh karena full nya benang-benang pikiran yang nyangkut di dahi dia menjawab "ya jelas gak tahu dong".

Sambil menghisap rokok dalam-dalam lalu menikmatinya hingga hembusan terakhir aku pun mengatakan "Jika saya di izinkan bicara "ANDAI" maka coba kita renungkan; andai kita minggu depan atau bulan depan atau mungkin tahun depan ditakdirkan menjadi bupati atau gubernur bahkan menteri atau presiden sekalipun, apakah hal itu tetap akan kita minta untuk dirubah karena tidak terima? jika kita ngotot untuk lebih baik, apakah hal itu merupakan wujud dari rasa syukur atau rakus? kemudian dia pun menimpali "itu bukan rasa syukur dan bisa dikatakan tidak syukur alias rakus"

Kemudian saya berkata lagi "Oke, hal itu jika mengetahui bahwa kedepannya kita akan menjadi lebih baik, namun sebaliknya apabila di masa depan kita malah menjadi yang lebih rendah dari itu , misal memperoleh pekerjaan tidak bergengsi sama sekali atau hanya alakadarnya atau bahkan bisa jadi gak dapat apa-apa hingga jadi (maaf) kere sekalipun, apa yang bisa kita lakukan? apakah kita menolaknya dan tidak terima lalu protes kepada Sang Penguasa Anugerah?"

Dia mencoba untuk berargumentasi "mas takdir itu kan ada takdir baik dan takdir buruk?" aku pun menjawab "baiklah, kalau begitu saya coba untuk perjelas dan "se simple" mungkin; dimasa datang kita tahu apa tidak bahwa kelak ditakdirkan untuk menjadi lebih baik atau sebaliknya? lalu dia menjawab "yang jelas kita semua tidak tahu"

Saya bertanya lagi "Jika kita tidak tahu maka yang dirubah itu takdir yang mana? kecuali dari waktu kekinian kita tahu bahwa dimasa depan bakal memperoleh sesuatu yang buruk, maka untuk menghindari hal itu lalu mencoba melobi Sang Pencipta agar nantinya terhindar dari hal tersebut, mungkin seperti itu ya? dan sayang kita bukan dukun, dan lebih sayangnya lagi bahwa dukun pun tidak tahu masa depan mereka seperti apa, sebab semua itu rahasia Allah semata, semua manusia pasti ingin lebih baik, yang penting kita disini berusaha sebaik dan semaksimal yang kita mampui, mengenai hasilnya bagaimana dan seperti apa, kita sebagai manusia tidak punya hak untuk menentukan hal itu, sebab merupakan hak prerogatif Allah SWT, maka dari itu marilah kita jaga niat, lalu mencoba senantiasa menyempurnakan ihtiar.


“Innallaha laa yughayyiru maa biqawmim hattaa yughayyiru bianfusihim..” {QS. Ar-Ra’d :11}

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri...


Ponorogo 18 Januari 2014
Jatahmu...
Tidak mungkin tertukar dengan jatahku,
Jatahmu...
Mustahil pula dapat kurebut lalu kuganti jatahku,
Segala sesuatu tertakar dan diatur oleh sang Pencipta,
Jatahmu dan jatahku melingkupi segala sesuatu ketika hidup didunia.

Sesungguhnya kepastian itu bukan milik kita;
Bisa jadi menurutku dan pendapatmu itu pasti,
Namun apalah daya jika menurut jatah mu dan jatahku,
Segala sesuatunya Ternyata hanya lewat saja.

Jatahmu dan jatahku hanya titipan;
Jika bukan titipan maka gantengku dan cantikmu tidak akan lari,
meninggalkan tubuh kita yang kian termakan usia.
Inilah sebutir kisah mengenai jatahmu dan jatahku.

Jatahku Dan Jatahmu

Jatahmu...
Tidak mungkin tertukar dengan jatahku,
Jatahmu...
Mustahil pula dapat kurebut lalu kuganti jatahku,
Segala sesuatu tertakar dan diatur oleh sang Pencipta,
Jatahmu dan jatahku melingkupi segala sesuatu ketika hidup didunia.

Sesungguhnya kepastian itu bukan milik kita;
Bisa jadi menurutku dan pendapatmu itu pasti,
Namun apalah daya jika menurut jatah mu dan jatahku,
Segala sesuatunya Ternyata hanya lewat saja.

Jatahmu dan jatahku hanya titipan;
Jika bukan titipan maka gantengku dan cantikmu tidak akan lari,
meninggalkan tubuh kita yang kian termakan usia.
Inilah sebutir kisah mengenai jatahmu dan jatahku.
Dosaku lebih banyak dari dosamu,
Tapi engkau menyangkal sebaliknya,

Lalu kukatakan "aku punya rekening dosa di mata, telinga, hidung, dan mulutku juga memiliki rekening dosa sendiri, bahkan dari ujung rambut hingga ujung kaki ada JUTAAN rekening dosa yang harus kupertanggung jawabkan kelak dalam pengadilan-NYA",
Namun... engkau juga menyatakan hal yang sama.

Lalu siapakah yang paling berdosa?,
Aku atau kamu?.

Soal dosa...,
Sesungguhnya aku dan kamu hanyalah manusia,
Yang hanya mengharap ridho ampunan-NYA.

Tiadakah aku dan kamu lupa intisari dari Firman-NYA;
"Aku mengampuni SEMUA DOSA kecuali dosa karena mempersekutukan-KU dengan yang lain"
Inilah jaminan Allah kepada hamba-NYA dalam QS. An-Nisaa:48

Dosaku dan Dosamu

Dosaku lebih banyak dari dosamu,
Tapi engkau menyangkal sebaliknya,

Lalu kukatakan "aku punya rekening dosa di mata, telinga, hidung, dan mulutku juga memiliki rekening dosa sendiri, bahkan dari ujung rambut hingga ujung kaki ada JUTAAN rekening dosa yang harus kupertanggung jawabkan kelak dalam pengadilan-NYA",
Namun... engkau juga menyatakan hal yang sama.

Lalu siapakah yang paling berdosa?,
Aku atau kamu?.

Soal dosa...,
Sesungguhnya aku dan kamu hanyalah manusia,
Yang hanya mengharap ridho ampunan-NYA.

Tiadakah aku dan kamu lupa intisari dari Firman-NYA;
"Aku mengampuni SEMUA DOSA kecuali dosa karena mempersekutukan-KU dengan yang lain"
Inilah jaminan Allah kepada hamba-NYA dalam QS. An-Nisaa:48
Kebanyakan manusia hanya memikirkan segala sesuatu yang BELUM dimiliki, namun seringkali MELUPAKAN semua hal yang TELAH dipunyai,
 
Sayangnya gemuruh impian mustahil menggoyahkan dinding takdir apalagi merobohkannya, sebab skenario telah ditulis dan buku kehidupan pun telah ditutup.

Kita sebagai manusia HANYA mampu menjalani atas apa yang TELAH dan yang AKAN terjadi sesuai dengan kehendak Ilahi Robbi.

Kebanyakan Manusia Hanya Memikirkan

Kebanyakan manusia hanya memikirkan segala sesuatu yang BELUM dimiliki, namun seringkali MELUPAKAN semua hal yang TELAH dipunyai,
 
Sayangnya gemuruh impian mustahil menggoyahkan dinding takdir apalagi merobohkannya, sebab skenario telah ditulis dan buku kehidupan pun telah ditutup.

Kita sebagai manusia HANYA mampu menjalani atas apa yang TELAH dan yang AKAN terjadi sesuai dengan kehendak Ilahi Robbi.
Doa itu laksana sampan kecil di samudra Maha Luas, Ego kita jangan membebaninya dengan tuntutan "keharusan"* agar tidak karam, namun cukup muati dia dengan ikhlas dan sabar agar nantinya sampan itu dapat berlabuh dengan tenang dan bersandar dalam ridho-NYA.

                                               (Andik Priyo Kunarbowo)

 


  
Fote Note:_________________
*) "Keharusan" : sebagai seorang hamba yang terlalu mendikte dan tidak rela jika doa tersebut tidak dikabulkan oleh Allah SWT

Doa Itu laksana Sampan Kecil di Samudera Maha Luas

Doa itu laksana sampan kecil di samudra Maha Luas, Ego kita jangan membebaninya dengan tuntutan "keharusan"* agar tidak karam, namun cukup muati dia dengan ikhlas dan sabar agar nantinya sampan itu dapat berlabuh dengan tenang dan bersandar dalam ridho-NYA.

                                               (Andik Priyo Kunarbowo)

 


  
Fote Note:_________________
*) "Keharusan" : sebagai seorang hamba yang terlalu mendikte dan tidak rela jika doa tersebut tidak dikabulkan oleh Allah SWT
Bicara itu mudah, namun anugerah Allah  itu jauh lebih mudah
Nafas diberikan kepada kita dengan Gratis
Sebelum kita minta dan bicara
Pernahkan kita bersyukur dalam tiap hembusannya?
Lalu pantaskah kita melawan kehendak-NYA?

Nikah itu ibadah, namun ibadah itu tidaklah mudah
Bukankah gelar saleh dan salehah
Dengan puncak khusnul khatimah itu sangat langka?

~Andik Priyo Kunarbowo ~

Bicara itu mudah, namun..

Bicara itu mudah, namun anugerah Allah  itu jauh lebih mudah
Nafas diberikan kepada kita dengan Gratis
Sebelum kita minta dan bicara
Pernahkan kita bersyukur dalam tiap hembusannya?
Lalu pantaskah kita melawan kehendak-NYA?

Nikah itu ibadah, namun ibadah itu tidaklah mudah
Bukankah gelar saleh dan salehah
Dengan puncak khusnul khatimah itu sangat langka?

~Andik Priyo Kunarbowo ~

Seburuk-buruknya suami/istri kita (dalam hal apapun)
Merupakan anugerah ~ amanat dari Allah SWT
Mampukah kita menjaga amanat itu?

Jika kita lari dari amanat dan ketentuan-NYA
Jangan salahkan Allah jika DIA mencabut segala sesuatu
Yang terbaik dalam hidup dan kehidupan kita

~Andik Priyo Kunarbowo ~

Amanat Allah


Seburuk-buruknya suami/istri kita (dalam hal apapun)
Merupakan anugerah ~ amanat dari Allah SWT
Mampukah kita menjaga amanat itu?

Jika kita lari dari amanat dan ketentuan-NYA
Jangan salahkan Allah jika DIA mencabut segala sesuatu
Yang terbaik dalam hidup dan kehidupan kita

~Andik Priyo Kunarbowo ~
Wahai yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan. Yang difitnah lagi di cemo-oh, disana ada kemenangan yang nyata, yang belum pernah terbayang dan belum pernah diperlihatkan, pertolongan Allah semakin dekat, jalan keluar dari semua kesusahan, dan kemudahan setelah kesulitan.

janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui {QS. Ar Rum:6}

Dalam kepedihan yang anda rasakan, tersembunyi jalan pemecahan, dalam musibah dan pahitnya kehidupan, ada suatu hal yang menyebabkan anda terselamatkan dari musibah itu sendiri , suka atau tidak bukan menjadi soal, justru dalam suatu hal yang tidak anda sukai terdapat suatu rahasia dari-NYA berupa kenikmatan dan kebaikan.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu {QS. Albaqarah: 216}

Telah tiba waktunya anda menelanjangi keraguan dan menggantinya dengan keyakinan, penyelewengan nurani dengan kebenaran, kuranglurusnya pemikiran dengan hidayah, gelapnya jalan dengan terang pelita-NYA.

Renungkanlah, waktu tidak selamanya gelap, cuaca tidak selamanya panas, semua pasti berlalu, tenangkan diri anda sebab semua itu telah dikehendaki-NYA, Allah Maha Bijaksana pasti memberikan jalan keluar, ada penyakit pasti ada pula obat, ada racun kepedihan pasti tersedia pula penawarnya, teguhkan hati, bulatkan tekad dan sempurnakan ihtiar .

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan {QS. Alam Nasrah: 5}



 12 Maret 2010 pukul 21:02

Kpd Yth: Yang DIKHIANATI lagi TERSAKITI

Wahai yang lagi terperangkap diruang bosan dengan kehidupan, yang putus asa lagi menangis darah, yang mati enggan namun hidup pun tak mau, yang lagi terhimpit kesusahan, yang terluka, yang dikhianati, yang disakiti dan yang tidak dipedulikan, yang dianggap sampah dan yang dipermainkan. Yang difitnah lagi di cemo-oh, disana ada kemenangan yang nyata, yang belum pernah terbayang dan belum pernah diperlihatkan, pertolongan Allah semakin dekat, jalan keluar dari semua kesusahan, dan kemudahan setelah kesulitan.

janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui {QS. Ar Rum:6}

Dalam kepedihan yang anda rasakan, tersembunyi jalan pemecahan, dalam musibah dan pahitnya kehidupan, ada suatu hal yang menyebabkan anda terselamatkan dari musibah itu sendiri , suka atau tidak bukan menjadi soal, justru dalam suatu hal yang tidak anda sukai terdapat suatu rahasia dari-NYA berupa kenikmatan dan kebaikan.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu {QS. Albaqarah: 216}

Telah tiba waktunya anda menelanjangi keraguan dan menggantinya dengan keyakinan, penyelewengan nurani dengan kebenaran, kuranglurusnya pemikiran dengan hidayah, gelapnya jalan dengan terang pelita-NYA.

Renungkanlah, waktu tidak selamanya gelap, cuaca tidak selamanya panas, semua pasti berlalu, tenangkan diri anda sebab semua itu telah dikehendaki-NYA, Allah Maha Bijaksana pasti memberikan jalan keluar, ada penyakit pasti ada pula obat, ada racun kepedihan pasti tersedia pula penawarnya, teguhkan hati, bulatkan tekad dan sempurnakan ihtiar .

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan {QS. Alam Nasrah: 5}



 12 Maret 2010 pukul 21:02
Berapa banyak udara keluar masuk lewat hidung ketika bernafas? Apakah anda mampu menghitungnya? Anda mendapatkannya secara gratis tanpa tanda tangan, tanpa jaminan, tanpa agunan, tanpa prasyarat apapun. Jikalau semua itu dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Sanggupkah anda menebusnya? apa yang anda sombongkan dimuka bumi ini!!!

Jadi untuk apa anda berlaku aniaya? untuk apa anda merampas dari yang berhak? untuk apa anda menyakiti sesama makhluk? untuk apa anda berlaku tidak jujur? untuk apa anda semena-mena? untuk apa anda menghancurkan hidup dan kehidupan orang? Untuk apa?

Berapa banyak detak jantung memompa darah supaya ruh tetap bertahan didalam tubuh guna mewujudkan adanya kehidupan, Sanggupkah anda menghitungnya? Anda di anugerahi mesin kehidupan yang serba otomatis secara gratis , apakah anda tidak menyadarinya? andai pembuatan jantung dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Pabrik mana di dunia ini yang mampu menandingi kecanggihan Made in Tuhan? apa yang anda sombongkan di kehidupan ini?

Jadi untuk apa anda berlaku licik lagi hina? Jadi untuk apa anda hobi memutus tali silaturohmi? Untuk apa anda merusak rumah tangga orang? Untuk apa anda selingkuh? Untuk apa anda menyakiti hati suami dan menghina hasil jerih payahnya? Untuk apa anda tidak setia dengan istri? Untuk apa?

Anda mengaku kehidupan ini adalah milik anda dan mengklaim bahwa apapun yang anda dapatkan merupakan hasil kerja keras anda, lantas apakah dengan alasan itu anda meninggikan diri dihadapan sesama makhluk Tuhan? Menganggap semua yang diluar anda merupakan makhluk hina tiada berharga? Sungguh tidak tahu malu, ingatlah semua manusia pada hakekatnya adalah sama, saya, anda dan kita semua merupakan makhluk yang SANGAT-SANGAT MISKIN bahkan melebihi kata-kata itu , kita semua tanpa terkecuali LEBIH SANGAT-SANGAT MISKIN hingga Tuhan pun memberikan semua fasilitas tersebut secara gratis , Tanpa pajak, tanpa bunga, tanpa jaminan dan tanpa prasyarat apapun, dan Tuhan memberi fasilitas ini tiada pernah memandang anda itu anak siapa, berpangkat apa, anda itu suku dan berbangsa apa, anda itu kaya atau miskin, anda itu seorang ulama atau santri, Semua sama, bahkan yang tidak mengakui keberadaan Tuhan pun tetap di anugerahi fasilitas GRATIS. BUAT APA ANDA MENYOMBONGKAN DIRI? BUAT APA DAN UNTUK APA?

Jadi untuk apa pangkat yang anda banggakan? Untuk apa luasnya tanah yang anda agungkan? Untuk apa harta melimpah yang anda kedepankan? Untuk apa? Atas dasar apa dan karena apa ANDA MENYOMBONGKAN DIRI?

Jangan mencoba menjadi makhluk bangsat lagi terlaknat yang berani menyombongkan diri, sebab kesombongan bukanlah hak makhluk namun mutlak hak milik Sang Pencipta. Jika anda berani memakai pakaian Tuhan bersiap-siaplah anda menanggung segala konsekwensinya. Renungkanlah, kita semua itu sangat-sangat miskin, tidak punya apa-apa dan tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan. Ingatlah saya dan anda saat terlahir kedunia dengan telanjang tanpa membawa bekal, jadi janganlah menjadi manusia yang sombong, membeli udara yang kita hirup saja tak mampu apalagi membuat jantung kita seperti aslinya, jadi buat apa menyombongkan diri? CAMKAN ITU!!!

Wahai diriku, janganlah engkau menjadi makhluk tidak tahu diri yang suka memutus silaturohmi, janganlah engkau menjadi suami yang suka bermain dengan kata cerai, jangan pula engkau menjadi wanita yang suka meminta cerai tanpa kema’rufan, yang memandang rendah suami dan mengingkari jalan Islami.

Wahai diriku, janganlah engkau meninggikan suaramu melebihi keagungan Tuhan dan jangan pula engkau mengingkari nikmat yang telah di anugerahkan oleh-NYA.

Wahai diriku, janganlah engkau berlaku aniaya, menindas yang lemah dan berlaku tidak adil, mengesampingkan kebenaran dan serta memunafiki kenyataan yang ada.

Wahai diriku, janganlah engkau membanggakan apa yang engkau punya, entah itu luasnya tanahmu, anakmu, kedudukanmu, keberhasilanmu, melimpahnya hartamu dan apapun yang menyangkut isi dunia ini.

Wahai diriku, tunaikan kewajibanmu dengan sebaik-baiknya, jangan bodohi hati kecilmu dengan yang berbau dusta lagi tidak terpuji, hormati suamimu dan hargai tetes keringatnya, cintai istrimu dan letakkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan fitrahnya.


maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? {QS. Ar-Rahman: 21}

Jangan Sekedar Baca Ini, namun Renungkan

Berapa banyak udara keluar masuk lewat hidung ketika bernafas? Apakah anda mampu menghitungnya? Anda mendapatkannya secara gratis tanpa tanda tangan, tanpa jaminan, tanpa agunan, tanpa prasyarat apapun. Jikalau semua itu dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Sanggupkah anda menebusnya? apa yang anda sombongkan dimuka bumi ini!!!

Jadi untuk apa anda berlaku aniaya? untuk apa anda merampas dari yang berhak? untuk apa anda menyakiti sesama makhluk? untuk apa anda berlaku tidak jujur? untuk apa anda semena-mena? untuk apa anda menghancurkan hidup dan kehidupan orang? Untuk apa?

Berapa banyak detak jantung memompa darah supaya ruh tetap bertahan didalam tubuh guna mewujudkan adanya kehidupan, Sanggupkah anda menghitungnya? Anda di anugerahi mesin kehidupan yang serba otomatis secara gratis , apakah anda tidak menyadarinya? andai pembuatan jantung dikenakan biaya sanggupkah anda membelinya? Pabrik mana di dunia ini yang mampu menandingi kecanggihan Made in Tuhan? apa yang anda sombongkan di kehidupan ini?

Jadi untuk apa anda berlaku licik lagi hina? Jadi untuk apa anda hobi memutus tali silaturohmi? Untuk apa anda merusak rumah tangga orang? Untuk apa anda selingkuh? Untuk apa anda menyakiti hati suami dan menghina hasil jerih payahnya? Untuk apa anda tidak setia dengan istri? Untuk apa?

Anda mengaku kehidupan ini adalah milik anda dan mengklaim bahwa apapun yang anda dapatkan merupakan hasil kerja keras anda, lantas apakah dengan alasan itu anda meninggikan diri dihadapan sesama makhluk Tuhan? Menganggap semua yang diluar anda merupakan makhluk hina tiada berharga? Sungguh tidak tahu malu, ingatlah semua manusia pada hakekatnya adalah sama, saya, anda dan kita semua merupakan makhluk yang SANGAT-SANGAT MISKIN bahkan melebihi kata-kata itu , kita semua tanpa terkecuali LEBIH SANGAT-SANGAT MISKIN hingga Tuhan pun memberikan semua fasilitas tersebut secara gratis , Tanpa pajak, tanpa bunga, tanpa jaminan dan tanpa prasyarat apapun, dan Tuhan memberi fasilitas ini tiada pernah memandang anda itu anak siapa, berpangkat apa, anda itu suku dan berbangsa apa, anda itu kaya atau miskin, anda itu seorang ulama atau santri, Semua sama, bahkan yang tidak mengakui keberadaan Tuhan pun tetap di anugerahi fasilitas GRATIS. BUAT APA ANDA MENYOMBONGKAN DIRI? BUAT APA DAN UNTUK APA?

Jadi untuk apa pangkat yang anda banggakan? Untuk apa luasnya tanah yang anda agungkan? Untuk apa harta melimpah yang anda kedepankan? Untuk apa? Atas dasar apa dan karena apa ANDA MENYOMBONGKAN DIRI?

Jangan mencoba menjadi makhluk bangsat lagi terlaknat yang berani menyombongkan diri, sebab kesombongan bukanlah hak makhluk namun mutlak hak milik Sang Pencipta. Jika anda berani memakai pakaian Tuhan bersiap-siaplah anda menanggung segala konsekwensinya. Renungkanlah, kita semua itu sangat-sangat miskin, tidak punya apa-apa dan tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan. Ingatlah saya dan anda saat terlahir kedunia dengan telanjang tanpa membawa bekal, jadi janganlah menjadi manusia yang sombong, membeli udara yang kita hirup saja tak mampu apalagi membuat jantung kita seperti aslinya, jadi buat apa menyombongkan diri? CAMKAN ITU!!!

Wahai diriku, janganlah engkau menjadi makhluk tidak tahu diri yang suka memutus silaturohmi, janganlah engkau menjadi suami yang suka bermain dengan kata cerai, jangan pula engkau menjadi wanita yang suka meminta cerai tanpa kema’rufan, yang memandang rendah suami dan mengingkari jalan Islami.

Wahai diriku, janganlah engkau meninggikan suaramu melebihi keagungan Tuhan dan jangan pula engkau mengingkari nikmat yang telah di anugerahkan oleh-NYA.

Wahai diriku, janganlah engkau berlaku aniaya, menindas yang lemah dan berlaku tidak adil, mengesampingkan kebenaran dan serta memunafiki kenyataan yang ada.

Wahai diriku, janganlah engkau membanggakan apa yang engkau punya, entah itu luasnya tanahmu, anakmu, kedudukanmu, keberhasilanmu, melimpahnya hartamu dan apapun yang menyangkut isi dunia ini.

Wahai diriku, tunaikan kewajibanmu dengan sebaik-baiknya, jangan bodohi hati kecilmu dengan yang berbau dusta lagi tidak terpuji, hormati suamimu dan hargai tetes keringatnya, cintai istrimu dan letakkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan fitrahnya.


maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? {QS. Ar-Rahman: 21}
Pejuang sejati tidak akan terlahir di dunia yang tenang dan damai. Manusia-manusia yang hebat mustahil muncul dari orang yang tidak pernah sekalipun didera oleh cobaan dan ujian. Manusia yang tangguh tidak pernah terlahir dari yang tidak pernah ditimpa musibah .

Jadi bila Anda ingin naik kelas, jika anda ingin mendapat peringkat, jika anda berharap rating yang tinggi dan jika Anda ingin naik status, begitu Anda mendapat ujian, cobaan dan musibah sekalipun maka bergembiralah, bersyukurlah, bersuka citalah! Ada banyak hikmah dibalik itu semua, Karena itu pertanda bahwa Anda akan menjadi orang yang naik kelas, orang yang mendapat peringkat, orang yang ratingnya terus meningkat, orang yang hebat. Dan orang yang tangguh. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun menghindar dari masalah!, jangan pernah lari dari masalah, atur kembali barisan dan posisi lalu hadapilah.

Jangan bertingkah seperti burung onta , jangan seperti itu, renungkan dan cermati dengan bijak, Burung onta itu jika melihat sang binatang pemangsa mendekat kepadanya, maka dia masukkan kepalanya ke dalam pasir, tapi badannya masih terlihat oleh binatang pemangsa itu. Akhirnya ia dimangsa oleh binatang pemangsa itu .

Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran 65}

Demikianlah hikmah yang bisa diambil, jangan pernah Anda menghindar dan Jangan pula kemudian pura-pura Anda tidak tahu, cermin tentang burung onta tadi hanya untuk kaum yang berpikir, selesaikan masalah dengan bijak, dengan teliti dan dengan kehati-hatian dalam menentukan sikap. Rapatkan barisan dan rapikan posisi, Hadapi dia! Anda akan menjadi orang hebat, dan anda akan menjadi orang yang mendapatkan peringkat

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. {QS. At Taghaabuun: 11}

Jangan Menghindar Dari Masalah

Pejuang sejati tidak akan terlahir di dunia yang tenang dan damai. Manusia-manusia yang hebat mustahil muncul dari orang yang tidak pernah sekalipun didera oleh cobaan dan ujian. Manusia yang tangguh tidak pernah terlahir dari yang tidak pernah ditimpa musibah .

Jadi bila Anda ingin naik kelas, jika anda ingin mendapat peringkat, jika anda berharap rating yang tinggi dan jika Anda ingin naik status, begitu Anda mendapat ujian, cobaan dan musibah sekalipun maka bergembiralah, bersyukurlah, bersuka citalah! Ada banyak hikmah dibalik itu semua, Karena itu pertanda bahwa Anda akan menjadi orang yang naik kelas, orang yang mendapat peringkat, orang yang ratingnya terus meningkat, orang yang hebat. Dan orang yang tangguh. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun menghindar dari masalah!, jangan pernah lari dari masalah, atur kembali barisan dan posisi lalu hadapilah.

Jangan bertingkah seperti burung onta , jangan seperti itu, renungkan dan cermati dengan bijak, Burung onta itu jika melihat sang binatang pemangsa mendekat kepadanya, maka dia masukkan kepalanya ke dalam pasir, tapi badannya masih terlihat oleh binatang pemangsa itu. Akhirnya ia dimangsa oleh binatang pemangsa itu .

Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran 65}

Demikianlah hikmah yang bisa diambil, jangan pernah Anda menghindar dan Jangan pula kemudian pura-pura Anda tidak tahu, cermin tentang burung onta tadi hanya untuk kaum yang berpikir, selesaikan masalah dengan bijak, dengan teliti dan dengan kehati-hatian dalam menentukan sikap. Rapatkan barisan dan rapikan posisi, Hadapi dia! Anda akan menjadi orang hebat, dan anda akan menjadi orang yang mendapatkan peringkat

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. {QS. At Taghaabuun: 11}
Kehidupan di dunia ini seperti film, Ada layar semesta yang luar biasa, membentang luas melebihi jauhnya mata memandang, dibawah biru langit yang indah dikala siang, penuh kemerlip bintang dan senyum sang bulan dikala malam tiba. semua serba teratur ; bidang edar planet-planet, pergantian siang dan malam, bahkan berputarnya waktu dari detik, menit dan jam. Segala sesuatu berbuat menurut fitrah dan takdirnya .

Dan ketetapan Allah pasti berlaku {QS. Annisa’: 47}

Diatas bumi ini setiap manusia menjadi peran utama memainkan film dilayar semesta, peran yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.

Setiap orang mempunyai peran masing-masing dan menerima skenario yang berbeda pula; perihal susah dan senangnya, airmata dan senyumnya, perihal kepedihan dan kegembiraannya serta hidup dan matinya , Namun anehnya kebanyakan orang melihat orang lain , kebanyakan orang membandingkan dirinya dengan orang lain dan dia melihat perannya tidak sebagus serta seindah orang lain.

Lalu apa yang terjadi? tanpa disadari akhirnya dia sendiri meletakkan atau menggangap orang lain menjadi peran utama, sedangkan dirinya sendiri menjadi pemain figuran , dan ketika menjadi figuran otomatis kompensasi yang didapat tidak seperti peran utama, nah itulah kekeliruan kita! Ingatlah setiap orang memiliki peran dan takdir masing masing, setiap orang mempunyai tanggung jawab masing-masing, sebab setiap orang adalah sebagai peran utama di layar semesta .

Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu {QS. At Thalaq: 3}

Seharusnya apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita usahakan, apapun yang kita ikhtiari saat dan detik ini selayaknya di kerjakan dengan tulus ikhlas dan dilaksanakan sepenuh hati, sebab saat melaksanakan hal itu kita melakukan peran utama, peran yang tidak mungkin diwakilkan kepada siapapun juga dan hanya diri kita sendiri yang menjalani.

Mungkin Anda tidak mendapatkan uang atau materi selayaknya orang lain. Namun yang pasti dijanjikan adalah kita mendapatkan kebahagiaan sejati yang muncul dari hati .

Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran:65}



Special dedicated to some one who was created Anok name,..

Kehidupan ini Seperti Film

Kehidupan di dunia ini seperti film, Ada layar semesta yang luar biasa, membentang luas melebihi jauhnya mata memandang, dibawah biru langit yang indah dikala siang, penuh kemerlip bintang dan senyum sang bulan dikala malam tiba. semua serba teratur ; bidang edar planet-planet, pergantian siang dan malam, bahkan berputarnya waktu dari detik, menit dan jam. Segala sesuatu berbuat menurut fitrah dan takdirnya .

Dan ketetapan Allah pasti berlaku {QS. Annisa’: 47}

Diatas bumi ini setiap manusia menjadi peran utama memainkan film dilayar semesta, peran yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.

Setiap orang mempunyai peran masing-masing dan menerima skenario yang berbeda pula; perihal susah dan senangnya, airmata dan senyumnya, perihal kepedihan dan kegembiraannya serta hidup dan matinya , Namun anehnya kebanyakan orang melihat orang lain , kebanyakan orang membandingkan dirinya dengan orang lain dan dia melihat perannya tidak sebagus serta seindah orang lain.

Lalu apa yang terjadi? tanpa disadari akhirnya dia sendiri meletakkan atau menggangap orang lain menjadi peran utama, sedangkan dirinya sendiri menjadi pemain figuran , dan ketika menjadi figuran otomatis kompensasi yang didapat tidak seperti peran utama, nah itulah kekeliruan kita! Ingatlah setiap orang memiliki peran dan takdir masing masing, setiap orang mempunyai tanggung jawab masing-masing, sebab setiap orang adalah sebagai peran utama di layar semesta .

Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu {QS. At Thalaq: 3}

Seharusnya apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita usahakan, apapun yang kita ikhtiari saat dan detik ini selayaknya di kerjakan dengan tulus ikhlas dan dilaksanakan sepenuh hati, sebab saat melaksanakan hal itu kita melakukan peran utama, peran yang tidak mungkin diwakilkan kepada siapapun juga dan hanya diri kita sendiri yang menjalani.

Mungkin Anda tidak mendapatkan uang atau materi selayaknya orang lain. Namun yang pasti dijanjikan adalah kita mendapatkan kebahagiaan sejati yang muncul dari hati .

Apakah kamu tidak berpikir? {QS. Ali Imran:65}



Special dedicated to some one who was created Anok name,..
"hei aku!!!" diriku memanggil dengan kerasnya, lalu aku menjawab "iya diriku, ada apa apa gerangan engkau berteriak seakan suaramu mampu memecah kesuanyian?"  lalu diriku berkata; "hei aku, lihatlah disana ada permata yang belum engkau angkat, bersediakah engkau mengambilkannya untukku?" akupun terdiam dan tertegun.

Diantara keraguan dan ketakutanku, kemudian aku berkata kepada diriku, "wahai diriku tunggu sebentar aku tidak mau terburu-buru, aku takut jika keindahan itu ternyata munafiq, aku tidak mau tertipu lagi, maka dari itu tunggulah barang sejenak aku akan berdiskusi dengan pikiranku"

Dengan keadaan sangat terpaksa aku terbang ke alam pikiran untuk menjumpai pikiranku yang pada kenyataannya dia telah tergantung diantara indahnya khayalan dan bayang-gayang kelam masa lalu, aku memandangnya begitu lama, saking lamanya serasa aku telah mematung selama seribu tahun di tepi penyesalan.

Tiba-tiba pikiranku menyapa "wahai aku kenapa engkau datang?" kemudian aku menjawab dengan terbata-bata "wahai pikiranku, tolong aku minta pendapatmu tentang permata yang indah itu, sebab diriku meminta untuk mengambilkannya" namun tak kusangka dan kuduga pikiranku malah cuek dan meninggalkan aku sambil berkata "pikir saja sendiri aku sudah bosan dengan kebohongan, sana pergi saja kepada hatiku, dia lebih tahu bagaimana makna kehidupan yang sebenarnya, sebab dia adalah sang perasa yang mampu merasakan sakitnya kepedihan dan nikmatnya penghianatan"

dengan gontai aku kemudian ingin sekali menjumpai perasaanku, namun di tengah perjalanan ada suara yang berkumandang "wahai aku ketahuilah, akankah kamu bersedia dihianati untuk yang selanjutnya sebagaimana penghiatan yang terjadi?" kemudian hatiku pun berkata lagi, "hati ini sudah engggan, bosan dengan rasa sakit, hati ini sudah tidak mau berkenalan dengan sang penghianat, apalagi dengan bidadari yang tersesat dineraka; ketahuilah, semua rasa sakit dan segala kepediahan bukan kamu yang menanggung, bukan pula sang pikiran, dan juga bukan pula dirimu, tidak juga kamu sebagai aku, namun akulah yang menanggungnya.. aku sebagai hatiku"....

Special dedicated to some one who was created Anok name,.

Aku, diriku, pikiranku dan hatiku

"hei aku!!!" diriku memanggil dengan kerasnya, lalu aku menjawab "iya diriku, ada apa apa gerangan engkau berteriak seakan suaramu mampu memecah kesuanyian?"  lalu diriku berkata; "hei aku, lihatlah disana ada permata yang belum engkau angkat, bersediakah engkau mengambilkannya untukku?" akupun terdiam dan tertegun.

Diantara keraguan dan ketakutanku, kemudian aku berkata kepada diriku, "wahai diriku tunggu sebentar aku tidak mau terburu-buru, aku takut jika keindahan itu ternyata munafiq, aku tidak mau tertipu lagi, maka dari itu tunggulah barang sejenak aku akan berdiskusi dengan pikiranku"

Dengan keadaan sangat terpaksa aku terbang ke alam pikiran untuk menjumpai pikiranku yang pada kenyataannya dia telah tergantung diantara indahnya khayalan dan bayang-gayang kelam masa lalu, aku memandangnya begitu lama, saking lamanya serasa aku telah mematung selama seribu tahun di tepi penyesalan.

Tiba-tiba pikiranku menyapa "wahai aku kenapa engkau datang?" kemudian aku menjawab dengan terbata-bata "wahai pikiranku, tolong aku minta pendapatmu tentang permata yang indah itu, sebab diriku meminta untuk mengambilkannya" namun tak kusangka dan kuduga pikiranku malah cuek dan meninggalkan aku sambil berkata "pikir saja sendiri aku sudah bosan dengan kebohongan, sana pergi saja kepada hatiku, dia lebih tahu bagaimana makna kehidupan yang sebenarnya, sebab dia adalah sang perasa yang mampu merasakan sakitnya kepedihan dan nikmatnya penghianatan"

dengan gontai aku kemudian ingin sekali menjumpai perasaanku, namun di tengah perjalanan ada suara yang berkumandang "wahai aku ketahuilah, akankah kamu bersedia dihianati untuk yang selanjutnya sebagaimana penghiatan yang terjadi?" kemudian hatiku pun berkata lagi, "hati ini sudah engggan, bosan dengan rasa sakit, hati ini sudah tidak mau berkenalan dengan sang penghianat, apalagi dengan bidadari yang tersesat dineraka; ketahuilah, semua rasa sakit dan segala kepediahan bukan kamu yang menanggung, bukan pula sang pikiran, dan juga bukan pula dirimu, tidak juga kamu sebagai aku, namun akulah yang menanggungnya.. aku sebagai hatiku"....

Special dedicated to some one who was created Anok name,.
Tadi aku didatangi oleh dua makhluk secara bergantian, yang satu muncul dari sebelah kiri dan yang lain datang dari sebelah kanan, awalnya tak kuhiraukan sedikitpun, sebab aku disibukkan oleh urusanku sendiri, dan terlalu sibuk dengan aku dan diriku.

Pertama kali yang menghampiriku adalah makhluk dari sebelah kiri, pelan dan halus serta sangat mesra dia berkata, seakan dia berbicara kepada sang kekasih dan rasa hormatnya kepadaku melebihi kepedulian rakyat kepada rajanya. "wahai manusia lihatlah disana ada kenikmatan sorga dunia bila engkau mau mencobanya, jangan khawatir tidak ada yang bakal tahu sedikitpun kecuali aku dan kamu saja" lama sekali dia bicara bahkan kelembutan serta kesantunan tutur katanya melebihi puisi para pujangga, "ah khutbahmu kok manis seperti sang ustadz yang lagi melantuntan dalil-dalil naqli" pikirku, sengaja aku cuekin hingga akhirnya dia pergi nyelonong begitu saja tanpa berucap salam.

Selang seperseratus juta detik kemudian tiba-tiba datang dari sebelah kanan sebuah sosok yang lebih anggun, cakep atau apalah terserah sebutannya, sebab terlalu wibawa untuk di ungkapkan, lalu dia dengan tegas memperingatkan aku "wahai manusia ketahuilah bahwa yang mendatangimu tadi adalah makhluk terkutuk yang dikutuk oleh Tuhan, jangan percaya dengan seribu madu manisnya sebab engkau pasti celaka jika menuruti satu huruf yang keluar dari mulutnya" sebelum dia selesai bicara aku menimpali ucapannya; "iya aku tahu" dengan cuek aku menjawabnya, eh ternyata dia meninggalkan aku juga namun bedanya dia berucap salam.

"Ah kok jadi sepi ya tanpa kehadiran mereka" pikirku, "wahai kalian berdua datanglah kepadaku sebab ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepada kalian‘.

tiba-tiba dengan kecepatan kilat mereka hadir di hadapanku, saling mendahului dan berebut tempat untuk mendekatiku, "stop disitu saja" aku pun menghentikan mereka, lalu aku berkata "aku tahu wahai engkau yang sebelah kiri, aku tahu  bahwa kamu adalah setan, aku tahu apa itu dosa dan aku juga ngerti apa itu perbuatan tidak baik”

“wahai yang disebelah kanan aku tahu maksudmu itu baik memperingatkan aku agar tidak terjerumus, namun aku tidak peduli dengan kalian berdua, seribu setan dan seribu malaikat mendatangi, aku tetap tidak perduli, sebab tugas kalian emang seperti itu, bodo amat sih.. ketahuilah; aku, kamu, dan kalian semua itu sama-sama makhluk ciptaan-NYA, jadi buat apa aku mempercayai kalian, buat apa aku memperdulikan kalian?”

malaikat dan setan terbengong-bengong dengan ucapanku tadi, sebelum mereka tersadar dari bengongnya aku berkata lagi kepada keduanya "pergilah dari hadapanku, laksanakanlah tugas kalian sebagaimana yang telah ditentukan oleh Tuhan, dan aku juga akan melakukan tugasku sebagaimana titah Tuhan yang telah di wajibkan kepadaku selamat berjuang, kita sama-sama berjuang sobat, aku dan kalian mempunyai takdir dan tugas yang berbeda pula, semoga kita berhasil menjalankan kewajiban kita masing-masing. GOOD LUCK, silahkan pergi, aku mau istirahat dulu sebab dari semalam sampai detik catatan ini terpublikasi di Facebook aku belum tidur sama sekali… bye…


Ponorogo, 4 September 2010

Aku, Malaikat dan Setan

Tadi aku didatangi oleh dua makhluk secara bergantian, yang satu muncul dari sebelah kiri dan yang lain datang dari sebelah kanan, awalnya tak kuhiraukan sedikitpun, sebab aku disibukkan oleh urusanku sendiri, dan terlalu sibuk dengan aku dan diriku.

Pertama kali yang menghampiriku adalah makhluk dari sebelah kiri, pelan dan halus serta sangat mesra dia berkata, seakan dia berbicara kepada sang kekasih dan rasa hormatnya kepadaku melebihi kepedulian rakyat kepada rajanya. "wahai manusia lihatlah disana ada kenikmatan sorga dunia bila engkau mau mencobanya, jangan khawatir tidak ada yang bakal tahu sedikitpun kecuali aku dan kamu saja" lama sekali dia bicara bahkan kelembutan serta kesantunan tutur katanya melebihi puisi para pujangga, "ah khutbahmu kok manis seperti sang ustadz yang lagi melantuntan dalil-dalil naqli" pikirku, sengaja aku cuekin hingga akhirnya dia pergi nyelonong begitu saja tanpa berucap salam.

Selang seperseratus juta detik kemudian tiba-tiba datang dari sebelah kanan sebuah sosok yang lebih anggun, cakep atau apalah terserah sebutannya, sebab terlalu wibawa untuk di ungkapkan, lalu dia dengan tegas memperingatkan aku "wahai manusia ketahuilah bahwa yang mendatangimu tadi adalah makhluk terkutuk yang dikutuk oleh Tuhan, jangan percaya dengan seribu madu manisnya sebab engkau pasti celaka jika menuruti satu huruf yang keluar dari mulutnya" sebelum dia selesai bicara aku menimpali ucapannya; "iya aku tahu" dengan cuek aku menjawabnya, eh ternyata dia meninggalkan aku juga namun bedanya dia berucap salam.

"Ah kok jadi sepi ya tanpa kehadiran mereka" pikirku, "wahai kalian berdua datanglah kepadaku sebab ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepada kalian‘.

tiba-tiba dengan kecepatan kilat mereka hadir di hadapanku, saling mendahului dan berebut tempat untuk mendekatiku, "stop disitu saja" aku pun menghentikan mereka, lalu aku berkata "aku tahu wahai engkau yang sebelah kiri, aku tahu  bahwa kamu adalah setan, aku tahu apa itu dosa dan aku juga ngerti apa itu perbuatan tidak baik”

“wahai yang disebelah kanan aku tahu maksudmu itu baik memperingatkan aku agar tidak terjerumus, namun aku tidak peduli dengan kalian berdua, seribu setan dan seribu malaikat mendatangi, aku tetap tidak perduli, sebab tugas kalian emang seperti itu, bodo amat sih.. ketahuilah; aku, kamu, dan kalian semua itu sama-sama makhluk ciptaan-NYA, jadi buat apa aku mempercayai kalian, buat apa aku memperdulikan kalian?”

malaikat dan setan terbengong-bengong dengan ucapanku tadi, sebelum mereka tersadar dari bengongnya aku berkata lagi kepada keduanya "pergilah dari hadapanku, laksanakanlah tugas kalian sebagaimana yang telah ditentukan oleh Tuhan, dan aku juga akan melakukan tugasku sebagaimana titah Tuhan yang telah di wajibkan kepadaku selamat berjuang, kita sama-sama berjuang sobat, aku dan kalian mempunyai takdir dan tugas yang berbeda pula, semoga kita berhasil menjalankan kewajiban kita masing-masing. GOOD LUCK, silahkan pergi, aku mau istirahat dulu sebab dari semalam sampai detik catatan ini terpublikasi di Facebook aku belum tidur sama sekali… bye…


Ponorogo, 4 September 2010
Tuhan, begitu luas keagungan-MU, langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya tiada mungkin dapat menandingi-MU, hanya Engkaulah Maha Indah, Engkaulah yang meninggikan langit tanpa tiang dan menghiasnya dengan ribuan galaksi dan jutaan bintang

Tuhan, begitu besar kasih sayang-MU yang engkau tiupkan dalam hidup dan kehidupan hingga tiada pernah aku menyaksikan kemarahan-MU secara langsung atas mereka yang berlaku khianat, yang bergelimang dosa serta hidup dalam jiwa yang dusta.

Tuhan, kapan Engkau marah? dan kapan pula Engkau menegur mereka-mereka yang menyalahi kodrat dan titah-MU?

Sebenarnya tiada pantas aku menulis ini dan juga bukan pada tempatnya aku bertanya kepada-MU melalui coretan ini, toh tulisan ini juga makhlukmu yang belum tentu benar dalam melukiskan suara jiwa dan guratan pikiran. namun seperti inilah adanya hamba-MU.

"La Ilaha Illa anta subhanaka Inni kuntu minazhzhalimin. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiyaa surat ke 21:87)


Ponorogo, 1 Syawal 1431 H

Tuhan, kapan Engkau Marah?

Tuhan, begitu luas keagungan-MU, langit dan bumi dan apa yang ada diantaranya tiada mungkin dapat menandingi-MU, hanya Engkaulah Maha Indah, Engkaulah yang meninggikan langit tanpa tiang dan menghiasnya dengan ribuan galaksi dan jutaan bintang

Tuhan, begitu besar kasih sayang-MU yang engkau tiupkan dalam hidup dan kehidupan hingga tiada pernah aku menyaksikan kemarahan-MU secara langsung atas mereka yang berlaku khianat, yang bergelimang dosa serta hidup dalam jiwa yang dusta.

Tuhan, kapan Engkau marah? dan kapan pula Engkau menegur mereka-mereka yang menyalahi kodrat dan titah-MU?

Sebenarnya tiada pantas aku menulis ini dan juga bukan pada tempatnya aku bertanya kepada-MU melalui coretan ini, toh tulisan ini juga makhlukmu yang belum tentu benar dalam melukiskan suara jiwa dan guratan pikiran. namun seperti inilah adanya hamba-MU.

"La Ilaha Illa anta subhanaka Inni kuntu minazhzhalimin. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiyaa surat ke 21:87)


Ponorogo, 1 Syawal 1431 H
Jemariku, tak jarang engkau selalu ku paksa untuk segera menyelesaikan seluruh masalah yang senantiasa engkau hadapi, mulai dari ketikan yang belum rapi, narasi yang masih amburadul, bahkan lukisan yang belum tuntas dalam pola dan warnanya,

Jemariku, betapa banyak waktu yang telah engkau lalui disiang dan malammu yang tiada terperi, engkau juga hadir dan tetap setia  guna menyematkan janji ikatan hati sehidup semati atas nama Tuhan sebentuk cincin yang kini terbuang dan tersia-siakan.

Wahai jemariku, jangan sampai engkau menangis dan jangan pula engkau bersedih serta turut menanggung kesusahan, semua itu bukan kodratmu juga bukan tangung jawabmu, lagi pula Tuhan tidak menganugerahkan hati kepadamu untuk merasa dan akal untuk mengingat. andai Tuhan menganugerahkan itu semua, pasti engkaulah yang pertama kali bersedih dan bercucuran airmata.

Jemariku, permohonan maaf sebenarnya tidak pantas dan bahkan belum pantas aku ucapkan dihadapanmu, namun tiada tempat dan juga tiada cara lagi untuk mengungkapkannya, hanya dengan kata "maaf ... maaf", jemariku, aku mohon maaf,  engkau telah kukecewakan, sebab ikatan suci yang dulu pernah engkau pasang di jari manisnya kini telah disia-siakan, dihianati dan dicaci maki... "maaf"...



Ponorogo, 1 Syawal 1431 H

Jemariku, aku mohon maaf

Jemariku, tak jarang engkau selalu ku paksa untuk segera menyelesaikan seluruh masalah yang senantiasa engkau hadapi, mulai dari ketikan yang belum rapi, narasi yang masih amburadul, bahkan lukisan yang belum tuntas dalam pola dan warnanya,

Jemariku, betapa banyak waktu yang telah engkau lalui disiang dan malammu yang tiada terperi, engkau juga hadir dan tetap setia  guna menyematkan janji ikatan hati sehidup semati atas nama Tuhan sebentuk cincin yang kini terbuang dan tersia-siakan.

Wahai jemariku, jangan sampai engkau menangis dan jangan pula engkau bersedih serta turut menanggung kesusahan, semua itu bukan kodratmu juga bukan tangung jawabmu, lagi pula Tuhan tidak menganugerahkan hati kepadamu untuk merasa dan akal untuk mengingat. andai Tuhan menganugerahkan itu semua, pasti engkaulah yang pertama kali bersedih dan bercucuran airmata.

Jemariku, permohonan maaf sebenarnya tidak pantas dan bahkan belum pantas aku ucapkan dihadapanmu, namun tiada tempat dan juga tiada cara lagi untuk mengungkapkannya, hanya dengan kata "maaf ... maaf", jemariku, aku mohon maaf,  engkau telah kukecewakan, sebab ikatan suci yang dulu pernah engkau pasang di jari manisnya kini telah disia-siakan, dihianati dan dicaci maki... "maaf"...



Ponorogo, 1 Syawal 1431 H